![]()
BNEWS.ID, Aceh Tamiang – Di tengah duka mendalam pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, secercah harapan terus datang dari para relawan. Mereka hadir membawa misi kemanusiaan bagi para korban bencana, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak.
Sudah lebih dari tiga pekan sejak banjir bandang menerjang wilayah Aceh Tamiang. Bencana tersebut meluluhlantakkan ribuan rumah warga dan meninggalkan luka mendalam bagi para penyintas, khususnya anak-anak yang kini kehilangan tempat tinggal, rasa aman, serta rutinitas sehari-hari.
Di tengah upaya pemulihan pasca bencana, kehadiran relawan dari berbagai daerah menjadi penguat semangat para korban. Anak-anak yang masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian mendapatkan perhatian khusus agar tidak larut dalam trauma akibat peristiwa tersebut.
Salah satu momen yang menyentuh datang dari kehadiran Ayunindya Clarissa, relawan cilik berusia enam tahun asal Medan. Dengan langkah kecil namun hati yang besar, Ayunindya bersama tim relawan dari Medan turut membawa harapan bagi ratusan anak korban banjir bandang yang kini tinggal di pengungsian.
Bertempat di kawasan Jembatan Kembar Aceh Tamiang, Ayunindya bersama para relawan menyalurkan ratusan mainan kepada anak-anak pengungsi. Mainan-mainan tersebut menjadi hiburan sederhana yang mampu mengurangi rasa takut dan trauma yang masih membayangi anak-anak pasca bencana.
Selain membagikan mainan dan makanan, para relawan juga mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi secara langsung. Kegiatan ini bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak agar kembali ceria dan memiliki semangat di tengah keterbatasan hidup di pengungsian.
Mayoritas relawan yang datang dari Medan merupakan para guru. Mereka menilai terhentinya aktivitas sekolah akibat banjir bandang membuat anak-anak sangat rentan mengalami tekanan emosional dan kehilangan motivasi belajar.
Amy, salah seorang relawan guru asal Medan, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak-anak menjadi fokus utama dalam kegiatan kemanusiaan ini.
“Di tengah kepedihan akibat banjir bandang yang melanda Aceh sejak 26 November lalu, bantuan dari berbagai pihak menjadi bentuk kepedulian bersama. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi para pengungsi dan mampu menghadirkan harapan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pasca bencana,” tutup Amy, kamis (25/12). (F08)
Bagikan berita ini :








