![]()
BNEWS.ID, Aceh Tenggara – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Aceh Tenggara menggelar Musyawarah Kabupaten II tahun 2025 di Oproom Setdakab setempat, Sabtu (15/11/2025). Muskab dengan agenda utama pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Aceh Tenggara periode 2025-2030 mengusung tema, “Energi Baru, Arah Baru, Aceh Tenggara Bersatu”.
Ketua Umum Kadin Provinsi Aceh, Muhammad Iqbal menjelaskan, musyawarah Kabupaten II KADIN Aceh Tenggara menjadi wadah bagi para pengusaha untuk menyampaikan pemikiran strategis guna mendukung program prioritas pembangunan ekonomi daerah.
“Meliputi peningkatan investasi, pengembangan UMKM, serta optimalisasi sektor industri berbasis sumber daya lokal,” jelas Muhammad Iqbal.
Menurut Iqbal, musyawarah ini akan menghasilkan kepengurusan baru yang siap menjalankan program kerja secara efektif serta memperkuat sinergi antara Kadin dan pemerintah daerah. Keputusan yang dihasilkan menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing ekonomi Aceh Tenggara.
“Pelaksanaan Muskab Kadin ini diharapkan akan menghasilkan kepengurusan baru yang siap menjalankan program kerja secara efektif, serta memperkuat sinergi antara Kadin dan pemerintah daerah,” harap Muhammad Iqbal.
Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry yang diwakili Wakil Bupati Aceh Tenggara dr. Heri Al Hilal mengatakan Muskab KADIN harus menghasilkan gagasan yang realistis untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, mendorong UMKM tangguh dan berdaya saing global, serta memanfaatkan peluang digitalisasi ekonomi secara bijak.
“Musyawarah Kabupaten Kadin Aceh Tenggara merupakan momentum penting dan berperan strategis sebagai mitra pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan mengembangkan potensi unggulan lokal,” kata Al Hilal.
Ketua terpilih KADIN Aceh Tenggara Wary Desky menyampaikan acara ini berlandaskan pada Undang-Undang No.1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri, yang mengatur peran dan fungsi KADIN sebagai wadah dunia usaha dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Visi utama kami menjadikan Kadin sebagai jembatan strategis antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Kami ingin memperkuat kemitraan untuk mendorong kemajuan ekonomi Aceh Tenggara,” ujarnya.
Wary juga menilai organisasi Kadin di daerah perlu lebih aktif dalam menjalankan program dan kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. (Lan01)
Share this content:






Comment