![]()
Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh beberapa besar kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi secara segmental terhadap kinerja guru pada sekolah tersebut. Dalam populasi pelaksanaan penelitian ini menggunakan sistem ramdom sampling yaitu pengmbilan spesimen dalam penelitian ini secara acak yaitu dengan guru-guru yang ada di sekolah. Teknik pengambilan data yaitu menggunakan pendapat dari beberapa guru. Sedangkan analisi data mengguakan analisis multiple linier regression. Dari hasil penlitian ini dapat disimpukan bahwa pengaruh kepemimpinan dalam kepala sekolah dan budaya organisasi secara fragmental. Dalam era pada saat sekarang ini, suatu bangsa tidak menggunakan dengan melimpahnya kekayaan alam tersebut, yaitu pada potensi sumber daya manusia yang terbentuk dalam melalui lembaga pendidian. Sejalan dengan era globalisasi pada saat ini, yaitu terdapat pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional 20 Tahun 2003 yaitu pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pross pembelajaran untuk perserta didik agar secara aktif untuk mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Dalam uraian diatas dapat dijelaskan bahwa yang akan menjadi tujuan dari menetapkan sistem pendidikan Nasional menjadikan manusia yang berkedudukan dan membentuk sumber daya manusia yang bermutu yaitu untuk mewujudkan dari semua itu tidak lepas dari peran aktif kepala sekolah serta peran seluruh para guru dan sataf-sataf disekolah. Dalam keberhasilan pengelolaan sekolah yaitu harus didukung oleh sikap dan kemampuan kepala sekolah dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan yang baik sehingga menjadi tanggung jawabnya. Kepala sekolah harus dapat menciptakkan kondisi yang dapat memungkinkan terhadap lahirnya iklim kinerja dan hubungan dari sesama guru dan staf-staf di sekolah agar harmonis dan kondusif dalam lingkungan sekolah.
Hal ini berarti bahwa seluruh komponen yang berada dalam lingkungan sekolah harus dikembangkan secara sistematis dalam upaya meningkatkan relevansi dan kualitas pendidikan. Kepala sekolah harus mampu untuk menumbuhkan kinerja guru melalui program pembinaan dalam kemampuan tenaga kependidikan. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan dan kemajuan suatu sekolah yaitu sangat tergantung pada kepemimpinannya sorang kepala sekolah dalam memenej sekolah yang dipimpinnya, yaitu termasuk di pengembangan budaya organisasi. Kinerja guru dopengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah kepmimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, kompensensi,motivasi kedisiplinan dan lain-lain. Untuk mendapatkan gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru pada sekolah tersebut.
Menurut Mulyasa( 2004) kepala sekolahmerupakan salah satu komponen pendidikan yang mempengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggug jaab atas penyelenggraan kegiatan pendidikan, admistrasi sekolah, pembinan tenaga pendidikan lainnya dan pendaya gunaan sertapemeliharaan sarana dan prasarana. Kepemimpinan kepala sekolah harus dapat melaksanakan peningkatan kinerja guru melalui program pembinaan kemamupuan kependidikan. Oleh sebab itu kepala sekolah harus mempunyai kepribadian atau sifat-sifat dan kemampuan serta keterampilan-keterampilan untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan.
Selanjutnya Robbis (2003) mengatakan bahwa budaya organisasi adalah mangacu ke suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi satu dngan organisasi yang lainya, maka sistem ini merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai oleh organisasi itu. Budaya organisasi didefinisikan sebagai suatu corak dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan atau dikembangkan oleh sebuah kelompok tertentu untuk belajar mengatasi problem-problem kelompok dari Adaptasi eksternal dan integrasi internal yang telah bekerja dengan baik. Dengan demikian kepala sekolah bertanggung jawab dan mampu menolong berbagai permasalahan yang berhubungan dengan sistem pendidikan yang berada di bawah pimpinannya, baik berkaitan dengan masalah manajemen maupun sistem dalam melaksanakan pendidikan. Hal ini bertujuan agar seorang kepala sekolah dapat mengembangkan lebih baik lagi untuk kemajuan sekolah yang lebih efektif, efesien, mandiri, produktif dan akuntabel. Sebagai manajerial, kepala sekolah menjalankan tugas sebagai manager tersebut harusmampu melaksanakan berbagai program yang telah disepakati sebagai visi dan misi dari sekolah yang dimotirnya. Kepala sekolah tidak hanya brtanggug jawab atas kepada guru, sataf dan persrta didik tetapi juga harus menjalin hubungan dengan masyarakat secara luas. Dengan tanggugjawab tersebut kepala sekolah untukmenutut memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memimpin dan menajemen.
Dalam penelitian tentang kepemimpinan kepala sekolah menengah yaitu mencakup indikator keterampilan konseptual, keterampilan manusia, dan keterampilan teknis. Kepala sekolah yang mempunyai keterampilan manajerial sangat baik 14,00%, yang baik sebanyak 78,00%, yang cukup baik 8,% dan tidak ada yang jelek dan sangat jelek.
Dalam kepemimpinan kepala sekolah dalam penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah yaitu untuk mempengaruhi guru dan stafnya serta upaya untuk membimbing, memandu, mengarahkan dan mengontrol pikiran, perasaan dan perilaku guru disekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Adapun indikator kepemimpinan kepala sekolah adalah:
- Mempengaruhi guru
- Memotivasi guru
- Menggerakkan guru
- Membimbing guru
- Memberikan keteladanan kepada guru
Kepala sekolah menunjukkan bahwa sebagian besar kepala sekolah telah memiliki keterampilan yang baik dalam melaksanakan kepemimpinan. Namun demikian dapat ditemukan beberapa perlu dicermati agar keterampilan dan penguasaan konsep. Keterampilan manajerial kepala sekolah yang juga masih memilki ketrampilan terhadap hubungan dengan manusia. Kalau lemahnya keterampilan hubungan manusia dari kepala sekolah dan guru, banyak guru yang belum mengerti tugas pokok dan fungsi kepala sekolah sehingga apabila kepala sekolah tidak sering berkomunikasi dengan guru maka akan terjadi kesalahfahaman diantara mereka tersebut..
Banyak guru yang merasa sering ditinggalkan dinas luar oleh kepala sekolah sehingga fungsinya sebagai supervisor menjadi tidak maksimal, begitu juga fungsinya sebagai conselor menjadi tidak maksimal pula, padahal pada sisi guru sangat memerlukan bimbingan dari kepala sekolah dalam menjalankan tugas-tugas hariannya. Komunikasi yang hermonis antara kepala sekolah dan guru sangat diperlukan kerna dapat menekankan kesalafahaman tersebut. Dan pada akhirnya diharapkan ada saling pengertian dalam menjalankan tugas masing-masing. Kepala sekolah harus melakuan kepediliannya dengan cara memberikan penghargaan kepada guru karana penghargaan tidak selamanya bernilai kuantitas, pemberian pujian, tepukan pundak, dan memberi kepercayaan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu yang secara tidak langsung membantu guru untuk meningkatkan jenjang karirnya perlu dilakukan untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik.
Kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi sekolah secara bersama-sama memilki pengaruh dalam kinerja guru SMA tersebut. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah sebagai (‘x) dan budaya organisasi sebagai (x2) adalah nol maka kinerja guru akan konstant. Kinerja guru yaitu sebagai target lembaga, tujuan utamanya yaitu sebagai menigkatkan kinerja guru dan perbaikan layanan pada perserta didik. Sehingga dapat dikatakan sebagai sekolah menenggah telah mengelola sumber daya yang telah dimiliki oleh sekolah dengan cukup baik untuk meningkatkan keluaran pada sekolah. Pada hasil kelulusan sisa dan nilai ujian akhir yang sangat baik. Dalam keunggulan sekolah dapat dipengaruhi oleh banyak komponen yaitu input yang berupa kualitas sebagai perserta didik. Dalam input ini berupa kualitas guru dan karyaan, kelengkapan sarana dan prasarana yang ada disekolah sebagai budaya organisasi sekolah dan tak kalah pentingnya adalah sebagai kualitas sebagai perserta didik. Dalam semua komponen dapat dibentuk sebagai suatu sistem yang saling berkerja sama dalam mewujudkan tujuan apa yang telah diinginkan bersama oleh suatu lembaga. Tanpa berkerja sama dengan baik maka keunggulan sekolah dan budaya organisasi sulit untuk cukup berarti dalam kinerja guru suatu sekolah.
Budaya organisasi merupakan pola dasar nilai-nilai, harapan kebiasan-kebiasan dan keyakinan yang memilki bersama seluruh anggota organisasi sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan orgaisasi. Indikator budaya organisasi adalah:
- Inovasi dan mengambil resiko
- Perhatian pada rincian
- Orientasi hasil
- Orientasi manusia
- Orientasi tim
- Keagresifan
- Kemantapan
Beberapa hal yang menyebabkan budaya organisasi dari beberapa sekolah belum mencapai kiriteria yang baik diantaranya yaitu lemahnya peran kepala sekolah dalam memberikan dorongan kepada guru agar berkerja dengan baik. Dalam pda saat ini sebagaian guru telah berkerja dengan baik tetapi ada guru yang baru berkerkja sebagai rutinitas, belum merupakan hal yang bernilai. Selain kepla sekolah peran komitmen bersama diantara anggota organisasi akan menjadi sebagai pendorong guru untuk berkerja lebih maksimal mungkin. Komitmen tersebut akan menjadi sebagian dari guru untuk meujudkan dalam bentuk aturan yang bisa diterima dalam semua pihak.
Faktor yang dapat mempengaruhinya yaitu lemahnya rassa bangga akan perkerjaan sebagai guru dan organisasi sekolah itu sendiri agar bisa meningkatkan kebanggan guru terhadap pekerjaannya guru yaitu harus melalalui motivasi dan dingatkan oleh kepala sekolah bahwa pekerjaan tersebut sudah sebagai pilihan sendiri sehingga tidak ada lasan untuk tidak bersungguh-bersungguh dalam bekerja. Jika tidak melakukan perkerjaan yang bersungguh-bersungguh sebagai seorang guru karna dapat merugikkan dan juga sebagai guru itu sndiri.
Dan faktor keterbukaan dapat juga mempengaruhi terhadap konflik karna dapat menyebabkan kurang adil dalam budaya organisasi di sekolah. Masalah yang sering muncul yaitu kurangnya keterbukaan terhadap dalam menyelesaikan masalah dan kritik. Dalam peran keapala sekolah yaitu sebagai menjaga keterbukaan terhadap konflik yang sangat besar. Pada saat sekrang ini yang sering muncul di sekolah yaitu banyak menyelesaikan masalah dengan antar personal yang berkonflik, belum melibatkan semua anggota organisasi untuk sebgai seta menyelesaikan permasalahan yang ada. Sehingga hal ini dapat menyebabkan sebagai peran anggota organisasi yang melemah. Sedangkan untuk masalah-masalah yang tertentu tidak dapat trselsaikan maka melalui musyawarah bersama dan harus diselesaikan antar personal yaitu harusnya dibuka pendapat yang ingin disampaikan oleh anggota dalam organisasi untuk menyelesaikan permasalahan.
Para guru diharapkan dapat lebih meningkatkan tanggung jawab dalam mengajar dan menanamkan rasa senang dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Dan kepada pihak yang bertanggug jawab dalam keberhasilan pelaksanaan pendidikan di Indonesia agar mampu dapat menghasilkan SDM yang berkualitas agar dapat meningkatkan kinerja guru dan dapat utuk memeperhatikan aspk kepemimpinan kepala sekolah karena kepemimpianan kepala sekolah bisa memberikan pengaruh yang sangat besar dan signifikan terhadap peningkatan perkerjaan guru.
Oleh : Dr.Demina, M.Pd – Firman, M.Pd – Sarifah Aini – Zalia Putri (Dosen dan Mahasiswi IAIN BATUSANGKAR)
Share this content:






Comment