![]()
Dr. Hj. Demina, M.Pd 1, Rusmilia Kasih2, Rezka Arzi Safitri3, Voni Ramadhani4
1 Dosen Metodologi Riset, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar
2 Mahasiswa Jurusan MPI, Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar
3 Mahasiswa Jurusan MPI, Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar
4 Mahasiswa Jurusan MPI, Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar
1 demina@iainbatusangkar.ac.id
Abstrak:
Setiap individu memiliki kondisi internal, dimana kondisi internal tersebut turut berperan dalam aktivitas dirinya sehari-hari. Salah satu dari kondisi internal tersebut adalah motivasi. Sistem pendidikan Indonesia saat ini sedang mengalami tantangan baru karena adanya wabah virus yaitu virus corona atau disebut dengan covid-19. Dimana menyebabkan seluruh pembelajaran dipindahkan ke metode pembelajaran daring atau online. Adanya gangguan dalam proses pembelajaran daring ini kan berakibat pada motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seorang guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring.
Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Motivasi Belajar, Pandemi Covid-19
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Namun saat sekarang ini, banyak sekali permasalahan-permasalahan di dalam dunia pendidikan yang dapat menghalangi tercapainya tujuan-tujuan yang diharapkan.
Permasalahan di dalam pendidikan tersebut merupakan prioritas utama yang harus dipecahkan, salah satunya menyangkut tentang masalah kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan saat ini tengah mengalami tantangan sebagai dampak mewabahnya Virus Covid-19. Covid-19 menjadi pandemic global yang penyebarannya begitu mengkhawatirkan. Akibatnya pemerintah harus bekerja sama dengan menekankan laju penyebaran Virus covid-19 dengan mengeluarkan kebijakan agar seluruh warga masyarakat untuk melakukan social distencing atau menjaga jarak.
Salah satu dampak social distencing juga terjadi pada sistem pembelajaran di sekolah. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus, Mendikbud menghimbau agar semua lembaga pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung atau tatap muka, melainkan harus dilakukan secara tidak langsung atau jarak jauh. Dengan adanya himbauan tersebut membuat semua lembaga pendidikan mengganti metode pembelajaran yang digunakan yaitu menjadi online atau dalam jaringan (daring).
Suatu masalah dapat juga menjadi pendorong kita untuk melakukan sesuatu. Masalah adalah ketidak sesuaian antara apa yang terjadi dengan apa yang tidak kita harapkan. Misalnya kita harus menjadi lulusan S2 atau S3 supaya bisa naik jabatan tertentu. Kemudian itu mendorong kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2 atau S3.
Bahkan sebuah stress dapat mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Stress adalah suatu respon individu terhadap tuntunan atau tekanan yang dapat mempengaruhi kesehatan. Misalnya kita saat sekolah dituntut supaya naik kelas, nilai matimatika kita harus bisa sampai 70 atau bahkan lebih. Kalau dibawah 70 maka kita tidak dapai naik kelas. Hal itu mendorong kita untuk semangat atau lebih berjuang lagi dalam belajar. Tujuannya apa? Supaya bisa mendapatkan nilai minimal 70, sehingga bisa naik kelas.
Minat juga dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Minat adalah kemauan atau keinginan seseorang terhadap suatu hal tertentu.
Amarah dapat mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Marah itu sendiri tidak baik maupun jahat. Bentuknya hanya kemarahan atau emosi saja. Amarah dapat kita temukan dimana saja dan kapan saja, misalnya di sekolah guru narah dengan menghukum siswa yang tidak mengerjakan tugas agar kedepannya siswa menjadi mengerjakan tugas dengan baik dan dalam waktu yang tepat.
Namun semua itu baik, jika diarahkan kearah yang positif. Menjalaninya dengan senang hati atau tanpa paksaan sama sekali, dengan penuh dengan semangat dan juga rasa tanggungjawab. Sehingga hasilnya baik untuk kita, sesame maupun lingkungan sekitar kita. Apakah semua itu? Semua itu adlah motif atau pendorong kita melakukan sesuatu, semua itu adlah motivasi.
TINJAUAN PUSTAKA
- Motivasi Belajar
Secara umum definisi atau pengertian motivasi dapat diartikan sebagai suatu tujuan atau dorongan, dengan tujuan sebenarnya tersebut yang menjadi daya penggerak utama yang berasal dari diri seseorang ataupun dari orang lain dalam berupaya mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif ataupun negatif.
Adapun istilah dalam pengertian motivasi berasal dari perkataan bahasa inggris yakni motivatioan. Namun perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam Bahasa Melayu yakni kata motif yang berarti tujuan atau segala upaya untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Secara ringkas,selain itu, pengertian motivasi merupakan suatu perubahan yang terjadi pada diri sesorang yang muncul adanya gejala perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan.
Belajar menurut Neviyarni (2012) dalam (Badaruddin, 2015) adalah upaya menguasai sesuatu yang baru dengan prasyarat penguasaan materi, keterampilan belajar, sarana dan prasarana belajar, keadaan diri dan lingkungan belajar siswa.
Dahar (2011) dalam (Bahruddin, 2015) belajar adalah suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilaku sebagai akibat pengalaman. Sardiman mengartikan belajar secara luas sebagai kegiatan psiko-fisik menuju perkemvbangan pribadi seutuhnya dan secara sempit dapat diartikan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.
- Aspek-Aspek Motivasi Belajar
Terdapat dua aspek dalam teori motivasi belajar yang dikemukakan oleh Santrock (2007), yaitu:
- Motivasi ekstrinsik, yaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Misalnya, murid belajar keras dalam menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik. Terdapat dua kegunaan dari hadiah, yaitu sebagai insentif agar mau mengerjakan tugas, dengan tujuannya adalah mengontrol perilaku siswa dan penguasaan materi oleh siswa.
- Motivasi intrinsik, yaitu motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Misalnya, murid belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu. Murid termotivasi untuk belajar saat mereka diberi pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapat imbalan yang mengandung nilai informasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol, misalnya guru memberikan pujian kepada siswa. Terdapat dua jenis motivasi intrinsik, yaitu:
- Motivasi intrinsik berdasarkan determinasi diri dan pilihan personal. Dalam pandangan ini, murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri, bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal. Minat intrinsik siswa akan meningkat jika mereka mempunyai pilihan dan peluang untuk mengambil tanggung jawab personal atas pembelajaran mereka.
- Motivasi intrinsik berdasarkan pengalaman optimal. Pengalaman optimal kebanyakan terjadi ketika orang merasa mampu dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas serta terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah.
menurut Uno (2008), aspek-aspek dalam motivasi belajar adalah:
- Hasrat dan minat untuk melakukan kegiatan. Hasrat dan keinginan untuk berhasil dalam belajar dan dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya disebut motif berprestasi, yaitu motif untuk berhasil dalam melakukan suatu tugas dan pekerjaan atau motif untuk memperolah kesempurnaan. Motif semacam ini merupakan unsur kepribadian dan prilaku manusia, sesuatu yang berasal dari “dalam” diri manusia yang bersangkutan. Motif berprestasi adalah motif yang dapat dipelajari, sehingga motif itu dapat diperbaiki dan dikembangkan melalui proses belajar. Seseorang yang mempunyai motif berprestasi tinggi cenderung untuk berusaha menyelesaikan tugasnya secara tuntas, tanpa menunda-nunda pekerjaanya. Penyelesaian tugas semacam ini bukanlah karena dorongan dari luar diri, melainkan upaya pribadi
- Dorongan dan kebutuhan untuk melakukan kegiatan. Penyelesaian suatu tugas tidak selamanya dilatar belakangi oleh motif berprestasi atau keinginan untuk berhasil, kadang kala seorang individu menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik orang yang memiliki motif berprestasi tinggi, justru karena dorongan menghindari kegagalan yang bersumber pada ketakutan akan kegagalan itu. Seorang anak didik mungkin tampak bekerja dengan tekun karena kalau tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik maka dia akan mendapat malu dari dosennya, atau diolok-olok temannya, atau bahkan dihukum oleh orangtua. Dari keterangan diatas tampak bahwa “keberhasilan” anak didik tersebut disebabkan oleh dorongan atau rangsangan dari luar dirinya.
- Harapan dan cita-cita. Harapan didasari pada keyakinan bahwa orang dipengaruhi oleh perasaan mereka tantang gambaran hasil tindakan mereka. Contohnya, orang yang menginginkan kenaikan pangkat akan menunjukkan kinerja yang baik jika mereka menganggap kinerja yang tinggi akan diakui dan dihargai dengan kenaikan pangkat.
- Penghargaan danpenghormatan atas diri. Pernyataan verbal atau penghargaan dalam bentuk lainnya terhadap prilaku yang baik atau hasil belajar anak didik yang baik merupakan cara paling mudah dan efektif untuk meningkatkan motif belajar anak didik kepada hasil belajar yang lebih baik. Pernyataan seperti “bagus”, “hebat” dan lain-lain disamping akan menyenangkan siswa, pernyataan verbal seperti itu juga mengandung makna interaksi dan pengalaman pribadi yang langsung antara siswa dan guru, dan penyampaiannya konkret, sehingga merupakan suatu persetujuan pengakuan sosial, apalagi kalau penghargaan verbal itu diberikan didepan orang banyak
- Lingkungan yang baik. Pada umumnya motif dasar yang bersifat pribadi muncul dalam tindakan individu setelah dibentuk oleh lingkungan. Oleh karena itu motif individu untuk melakukan sesuatu misalnya untuk belajar dengan baik, dapat dikembangkan, diperbaiki, atau diubah melalui belajar dan latihan, dengan perkataan lain melalui pengaruh lingkungan. Lingkungan belajar yang kondusif salah satu faktor pendorong belajar anak didik, dengan demikian anak didik mampu memperoleh bantuan yang tepat dalam mengatasi kesulitan atau masalah dalam belajar.
- Kegiatan yang menarik. Baik simulasi maupun permainan merupakan salah satu proses yang sangat menarik bagi siswa. Suasana yang menarik menyebabkan proses belajar menjadi bermakna. Sesuatu yang bermakna akan selalu diingat, dipahami, dan dihargai. Kegiatan belajar seperti diskusi, brainstorming, pengabdian masyarakat, dan sebagainya.
Sumandi suryabrata (2008;30) menyatakan bahwa anak yang memiliki motivasi belajar tinggi damage done ketahui melalui aktiviktas-aktivitas Selama proses belajar.yaitu:
- Menyiapkan during sebelum mengikunti pelajaran.
- Mengikunti pelajaran di kelas.
- Menindak lanjunti pelajaran di sekolah.
(Ahmad, 2015 ) yaitu persiapan belajar, kelengkapan belajar, kesiapan psikis, kesiapan fisik, dan materi belajar, mengikunti proses belajar mengaja, memiliki perhatian dalam belajar dan pemilihan tempat duduk dan menindak lanjunti proses belajar, mengajar, mengulang kembali pelajaran yang telah di terangkan guru, menyakan materi yang di mengerti kepada teman, orang tua dan guru, serta mencari materi tambahan pelajaran.
- Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Menurut dimyani dan mujiono (200;97) faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu:
- Cita-cita atau aspirasi siswa adalah cita-cita yang sudah tertanam pada diri siswa merupakan motivasi yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar.
- Kemampuan siswa
Menurut pembawaanya, siswa yang satu berbeda dengan yang lain, pembawaan ini berhubungan dengan kecakapan seseorang dalam memecahkan persoalan, oleh karena itu kemampuan ini perlu di miliki oleh setiap orang, maka orang menyembut pembawaan tersebut dengan nama kemampuan ini di sebut kecerdasan atau intelegensi.
- Kondisi siswa
Kondisi ini dapat di bedakan menjadi dua, yaitu kondisi psikis dan kondisi fisik. Kondisi psikis seperti perhatian, minat, perasaan, dan ingantan yang semuanya dapat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.kondisi fisik seperti pendengaran, penglihantan, dan anggota badan yang lain besar manfaatnya untuk meningkatkan motivasi belajar.
- Kondisi lingkungan siswa
Lingkungan siswa dapat berupa keep adaan Alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan masyarakat dengan lingkungan yang aman, tentram, tertib dan indah maka semangat motivasi belajar mudah tercapai.
- Pengaruh penghasilan orang tua
Salah satu faktor yang mempengaruh hasil belajar siswa yang berasal dari dalam diri siswa Salah Satunya yaitu ekstrinsik atau ke adaan ekonomi orang tua rendah beranggapan Bahwa sekolah bagi anaknya agar anak nya bisa Mombaca, dan menulis sehingga tidak perlu anaknya pintar Dan menyekolah kan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi karena nanti anaknya hanya akan meneruskan perkerjaan orang tua nya.
Brophy (2004) mengidentifikasi lima faktor yang dapat memengaruhi motivasi belajar siswa, yaitu:
- Harapan guru,yang berhubungan dengan keinginan guru agar peserta didik (siswa) dapat memiliki prestasi belajar yang tinggi.
- Instrusi langsung, yang berhubungan dengan kemampuan siswa untuk memahami istruksi yang diberikan guru secara baik dan benar.
- Umpanbalik (feedback) yang tepat, berhubungan dengan kemampuan siswa untuk merespon dengan benar perintah atau instruksi yang diberikan oleh guru.
- Penguatan dan hadiah,yang berhubungan dengan motivasi untuk mendapatkan penghargaan dari kegiatan belajar dan mengajar.
- Hukuman, berhubungan dengan usaha atau keinginan siswa untuk terlepas dari hukuman yang diterima atas ketidakmampuan dalam kegiatan belajar.Sebagai pendukung kelima faktor di atas, Sardiman (2008) menyatakan bahwa bentuk dan cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan motivasi dalam
kegiatan belajar adalah:
- Pemberian angka, hal ini disebabkan karena banyak siswa belajar dengan tujuan utama yaitu untuk mencapai angka/nilai yang baik.
- Persaingan/kompetisi, hal ini berhubungan dengan keinginan seorang individu untuk menjadi yang terbaik di dalam suatu kelompok. Ego-involvement, yaitu menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri. Memberi ulangan, hal ini disebabkan karena para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan.
- Memberitahukan hasil, hal ini akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar terutama kalau terjadi kemajuan.Pujian, jika ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, hal ini merupakan bentuk penguatan positif.
Dari keenam bentuk dan cara yang dapat digunakan untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar siswa yang berhubungan dengan efikasi diri dan adalah faktor persaingan ataukompetisi, sedangkan harga diri masuk dalam faktor pujian.
Menurut Soemanto (2012), faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar dibagi menjadi dua, yakni:
- Faktor internal: berupa motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang, berupa perasaan tidak puas atau ketegangan psikologis. Rasa tidak puas atau ketegangan psikologis ini bisa timbul oleh karena keinginan-keinginan untuk memperoleh prestasi/penghargaan, pengakuan serta berbagai macam kebutuhan lainnya.
- Faktor eksternal: motivasi yang muncul karena adanya pengaruh dari luar diri seseorang. Faktor eksternal berupa tujuan yang ingin dicapai, tujuan itu sendiri berada di luar individu itu sendiri, inilah yang kemudian mendorong dan mengarahkan tingkahlaku orang itu untuk mencapainya. Misalkan ketika seseorang diasumsikan dalam belajarnya mempunyai kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan dari keluarganya, maka hal ini akan memunculkan aktivitas belajar untuk memenuhi kebutuhan atau tujuannya tersebut.
Menurut Harlen dan Crick (2003) seperti dikutip Soemanto (2012),faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar
- Faktor Intrinsik
- Self-esteem (harga diri): motivasi belajar siswa akan bergantung dari sejauhmana siswa menilai dirinya sendiri.
- Self-regulation (regulasi diri): merupakan kemampuan seseorang dalam mengatur perilakunya sendiri dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
- Interest (minat): siswa memiliki ketertarikan atau minat terhadap pelajar tertentu akan menyebabkan kecenderungan untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pelajaran tersebut.
- Goal orientation (orientasi tujuan): seseorang yang berorientasi pada tujuan pada umumnya akan senantiasa terdorong untuk melakukan semua cara untuk mencapai tujuannya, dalam mencapai tujuannya di sekolah maka siswa akan berupaya dengan segala upaya untuk memahami materi yang diberikan guru, hal itu dilakukan untuk mencapai tujuannya.
- Locus of control(kemampuan untuk mengendalikan sesuatu yang terjadi pada dirinya): merupakan dimensi kepribadian yang berupa kontimun dari internal menuju eksterna, oleh karenanya tidak satupun individu yang benar-benar internal atau yang benar-benar eksternal dengan kata lain kedua faktor tersebut memengaruhi motivasi belajar.
- Effort (usaha): motivasi belajar akan muncul jika adanya ketersediaan waktu dan peluang untuk emlakukan sebuah usaha dalam mencapai tujuan yang diharapkan siswa.
- Self-efficacy (efikasi diri): keyakinan diri memberikan dasar bagi motivasi manusia untuk melakukan aktivitas belajar. Motivasi belajar tidak akan muncul tanpa adanya keyakinan diri, ketika seseorang tidak yakin tentang apa yang mereka kerjakan, maka perbuatan tersebut tidak akan dilakukan kembali.
- Sense of self as learner(kesadaran sebagai pembelajar): Adanya kesadaran diri akan status yang disandang oleh siswa sebagai seorang pelajar akan mengalami perubahan dengan sendirinya melalui sejumlah pengalaman.
- Metode Pembelajaran Daring Atau Online
Patria dan yulianto (2021) mengemukakan ada beebrapa metode belajar yang dilakukan saat pembelajaran dari rumah,yaitu diantaranya pembelajran daring. Pembelajaran daring merupakan metode pembeljaran ynag memnggunakan teknologi dan jaringan internet mulai dari penggunaan washaap ,goegle classroom ,zoom atau aplikasi yang lainnya. Pemeblajaran daring dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan system belajar jarak jauh, sehingga kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran online dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa media ,media cetak (modul) maupun non cetak 9audio atau video), computer atau intrnet siaran radio dan televise. Pada masa pandemic saat ini pembelajran daring ini tidak hanya ada pada pendidikan tingkat,tinggi, dan menengah, tetapi juga pada dilakukan penddiikan tingkat dasr karena adanya pembatasan pada sekolah- sekolah dengan system tatap muka.
Pada pembelajran daring sering kali didapati peserta dididk kurang aktif dalam proses pembelajran. Dalam pembelajran daring peserta didk kurang bisa menyampaikan aspirasi dan pendaptnya,sehingga pada akhirnya pemeblajran daring dirasakan tidak lebih menyenangkan dibandingkan dengan pembelajran tatap muka.
Jadi dapat disimpulakn bahwa pembelajran daring merupakan kegiatan pemeblajran yang dilakukan dengan cara memanfaatkan perangkat- perangkat digital dan internet untuk dijadikan pemeblajtran lebih menarik, kreatif dan mandiri. Pembelajaran daring meliputi penyampaian materi dan informasi ,pemberian tugas dan informasi ,pemberian tugas dan intraksi aktif antara guru dan ssiwa selama proses pembelajran daring berlangsung .pada pembelajran online terdapat banyak pilihan aplikasi online yang dapat mendukung pemeblajran online itu sendiri dan setiap aplikasi pemeblajran online mememiliki system dan cara kerja yang berbeda diantaranya aplikasi goegle classroom, goegle meeting zoom, washaap, yutube, edmodo dan lain- lainnya.
- Kendala Dalam Pembelajaran Daring
Kendala Yang Dihadapi Siswa Dalam Pembelajaran Daring
Pada pembelajaran daring bagi anak maupun orang tua dalam menemani pemeblajarain daring pastinya terdapat kendala. Beberapa faktor penghambat pelaksanaan pemeblajaran daring bagi siwa antara lain:
- tidak semua siswa secara langsung dapat menggunakan IT
- jaringan internet yang tidak stabil,
- tidak memeiliki media hp,laptop,
- keterbaatasan ekonomi,
- kurangnya interaksi langsung dengan guru
- siswa dibebabni dengan banyaknya tugas ,
- siswa merasa terisolasi ,
- kurangnyakomunikasi aktif ,
- mudah bosan dan jenuh.
Pernyataan dari orang tua yaitu “ untuk kendala anak dalam belajar daring itu anak tidak memilki media hp tersendiri.kebetulan orang tua anak bekerja berankat pagi pulang sore jadi anak dalam waktu belajar di jam sore atau malam meninggu rang tua pulang.dan kendalanya lagi adalah jaringan yang tidak stabil, kadang lancer dan tidak.
- Efektifitas Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring yang dilksanakan dalam upaya mutuskan mata rantai penyebaran cvid 19 menggunakan aplikasi- aplikasi pembelajaran yang dapat diakses dengan jaringan internet. Secara keseluruhan , mahasiswa ataupu siswa puas dengan pembelajran yang felsibel. Dengan pembelajaran daring, mahasiswa tidak terkendala waktu dan tempat dimana saja. Dengan pembelajran daring guru ataudosen memberikan pembelajran atau pun perkuliahan melalaui kelas- kelas virtual yang dapat diakses dimana pun dan kapanpun tidak terkait ruang dan waktu. Kondisi ini membuat mahasiswa atau siswa dapat bebas memilih tugas mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu.
Mahasiwa merasa nyaman dalam mengemukakan gagsan dan pertanyaan dalam pembelajran daring. Mengikuti pembelajran dari rumah membuat mereka tidak merasakan tekanan fisikologis dari teman sebaya yang biasa mereka alami ketika mengikuti pembelajran tatap muka. Kehadiran guru secara langsung atau fisik juga menyebabkan mahasisiwa atau siswa merasa tidak canggung dalam mengutarakan gagasan. Ketiadaan penghambat fisik serta batasan ruang dan wkatu menyebabkan peserta didik lebih aman dalam berkomunikasi.
Pembelajran daring juga memempunyai kelebihan mampu menumbuhkan kemandirian belajar ,penggunaan aplikasi online mampu mampu meningkatkan kemandiri belajar ( oknish,N,dan Suyato S,,( 2019) menyatakan bahwa pembelajran daring lebih berpusat terpusat pada siswa yang menyebabkan mereka mampu memunculkan tanggung jawab dan otonomi dalam belajar. Belajar secara daring menuntut mahasiswa mempersiapkan diri untuk pembelajarannya, mengevaluasi, mengatur dan secara simultan mempertahankan motivasi dalam belajar.
Pemeblajaran daring memilki tantangan khusus ,lokasi siswa dan guru yang terpisah saat melaksanakan menyebabkan dosen tidak dapat mengawasi secara langsung kegiatan peserta didik selama proses pembelajran. Tidak ada jaminan bahwa siswa sungguh mendengarkan ulasab dari guru atau dosen.
- Gambaran Pembelajaran Daring Atau Online
Ditinjau dari tingkat efektifitas ,pembelajaran daring kebanyakan dari mahassiwa dan siswa itu mereka lebih memilih untuk pembelajran secara tatap muka karna tidak efektifnya pemeblajaran daring dengan berbagai keterbatasan.pembelajran daring ini menggunakan media- media pembelajran yang dapat diiakses menggunakan layanan internet.
Tantangan pembelajaran daring dihadapi adalah kendala dalam pembiayaan pembelajran daring. Banyak yang mengungkapkan dari siswa untuk melakukan pembelajaran daring menegeluarkan biaya cukup mahal untuk membeli kuato data internet.
Dalam rangka memeutus mata rantai penyebaran covid 19 dilingkungan sekolah ataupun perguruan tinggi ,maka dilaksanakan pemeblajaran daring sebagai solusi pelaksanaan pemeblaajran. Siswa dpat memilki sarana dan prasrana untuk melaksanakan pemeblajaran daring. Pemeblajaran daring efektif untuk melaksanakn pemeblaajran dan mengatasi pemeblajaran ynag memunginkan siswa dan guur berinteraksi dalam kelas virtual yng diakses dimana saja dan kapan saja. Pemeblaajran daring dapat membuat siswa belajar mandiri dan memotivasinya meningkat. Namun, ada kelemahan pemeblajaran daring mahasiswa tidak terawasi dengna baik selama proses pembelajran daring. Lemah sinyal interent menjadi tantangan tersendiri pemeblajaran daring. Akan tetapi pembelajaran daring dapat mennekan penyebaran covid 19 di pendidikan.
METODE
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Menurut Denzin & Lincoln menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatakan berbagai metode yang ada. Erickson (1968) menyatakan bahwa penelitian kualitatif berusaha untuk menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan mereka. Menurut Kirk & Miller (1986:9) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisis tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasanya maupun dalam peristilahannya. Seubjek dari penelitaian adalah 5 oarang tua dari anak-anak yang ada disekitar rumah melakukan pembelajaran daring.
HASIL PEMBAHASAN
Adapun data hasil wawancara yang telah diperoleh dari responden melalui wawancara di lingkungan sekitar rumah peneliti akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Selanjutnya pneliti akan membahas hasil penelitian mengenai motivasi belajar berdasarkan pada pernyataan responden yang tealah penulis sediakan.
Gambaran pembelajaran daring adalah sebagai berikut: Tantangan pembelajaran daring dihadapi adalah kendala dalam pembiayaan pembelajran daring. Banyak yang mengungkapkan dari siswa untuk melakukan pembelajaran daring menegeluarkan biaya cukup mahal untuk membeli kuato data internet.
Dari wawancara yang dilakukan baik itu siswa maupun orang tuanya, mereka mengatakan bahwa kendala mereka adalah pembiayaan pembelajaran, contohnya seperti pulsa maupun kuota. Dimana mereka mengatakan dengan belajar daring ini memakan banyak biaya untuk membeli kuota untuk pembelajaran daring. Tanpa kuota pembelajaran daring tidak akan terlaksana dengan baik.
Cara orang tua memotivasi atau mendukung atau memberi semangat kepada anak-anak mereka saat pembelajaran daring yaitu: orang tua sebelum anaknya melakukan pembelajaran daring akan memberi semangat dengan cara menasehati anak-anak mereka agar tidak malas, karena orang yang malas akan banyak ketinggalan atau bahkan banyak mendapatkan kerugian jika tidak melakukan belajar dengan semangat, tidak mengikuti pelajaran dengan serius. Bahkan ada orang tua yang menceritakan masa lalu mereka akan kesulitan buat bersekolah dan tidak dapat mengikuti belajar. Dengan nasehat dan cerita masa lalu orang tua merekalah, mereka membangkitkan semangat mereka untuk belajar, agar mereka tidak banyak mendapat kerugian dimasa akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Adhetya Cahyani .dkk, “Motivasi Belajar Siswa SMA pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19” Yogyakarta,” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 3, no. 01 (2020): 123-140
Ali, Sadikin. Dkk, “Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19” Jambi, BIODIK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Vol. 6. No 02 tahun2020 hal 214-224
Marilin, Kristina. Dkk, 2020. “ Model Pelaksanaan Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid 19 Provinsi Lampung” Lampung, “STMIK Pringsewu” Jurnal IDAARAH, Vol IV. No. 2, Desember 2020 hal 200-209
Novita Sariani. Dkk, 2021. “Belajar Dan Pembelajaran”, Edu Publisher : Jawa Barat
Nurhasanah Nurhayati Dahliana, “Dinamika Motivasi Belajar Pada Siswa Mandiri di SMPN 10 Banda Aceh,” Universitas Syiah Kuala 1, no. 2 (2016): 73-79
Trygu. 2020. “Motivasi Dalam Belajar Matematika,” Guepedia hal 9
Share this content:






Comment