November 26, 2020

Berita Online

Terkini mengabarkan

Kamera Tak Kunjung Dipulangkan, Wartawati Ini Laporkan Penyewa Ke Polisi

2 min read

Medan –

Seorang wartawati salah satu media nasional mendatangi Polrestabes Medan. Kedatanganya tak lain untuk melaporkan penipuan yang menimpa dirinya.


Korban yang merupakan wartawati salah satu media di Kota Medan bernama Nur Apriliana Boru Sitorus (23). Ia menjadi korban penipuan dalam penyewaan kamera beberapa waktu lalu oleh pelaku mengaku bernaung di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang tengah melakukan proyek revitalisasi di bawah kementerian pendidikan.


Wanita cantik yang akrab disapa Nona juga mengaku tidak hanya dirinya yang menjadi korban penipuan. Ada 4 korban lainya yang juga ikut melapor ke kepolisian.


Nona menceritakan bahwa awalnya ia tertarik dengan kerja sama dalam penyewaan kamera. Dengan modus hendak melakukan riset dan membutuhkan kamera, para korban pun tertarik dengan tarif yang dijanjikan pelaku yakni Rp 250 ribu perharinya.


“Kami jumpa dengan oknum berinisial AR berlangsung pada 12 Oktober 2020, di salah satu cafe di Jalan Setia Budi. Jadi sebelumnya memang sudah membahas ini. Kamera awalnya saya serahkan kepada kawan saya yang juga jadi korban ini. Awalnya sistem percaya, karena kenalnya dengan AR melalui kawan yang juga satu profesi,” katanya, Jumat (20/11).


Nona menuturkan bahwa penyerahan kamera itu terjadi pada 26 Juni 2020 lalu, karena ada liputan jadi kamera dititipkan ke kawan yang juga jadi korban.


“Pagi itu saya ada liputan. Jadi kamera saya titip sama rekan saya yang juga jadi korban. Awalnya kan perjanjian tanpa hitam di atas putih, sewa menyewa selama dua pekan. Namun karena hingga kini tidak jelas, jadi saya ketemuan sama AR tanggal 12 Oktober dan langsung kami buat hitam di atas putih,” tuturnya. 


Dari kejadian itu, rencana akan dikembalikan AR pada 23 Oktober paling lambat untuk mengembalikan kamera.


“Ini sudah lewat. Dan hingga kini tidak ada kejelasan. Kalau total korban kami ada tiga orang. Tapi karena tidak ada kejelasan, saya mengambil jalur hukum,” ucapnya. 


Dijelaskan Nonan, Selama perjanjian, AR tidak ada memberikan uang sewa sedikitpun. “Intinya saya tetap mengambil jalur hukum untuk menuntaskan kasus ini,” tegas Nona. 


Merasa dirugikan Nona melaporkan AR ke pihak kepolisian dengan  Laporan Polisi STTLP/2873/XI/2020/SPKT Polrestabes Medan.


Nona mengungkapkan bahwa kamera miliknya tersebut yang sampai saat ini belum dikembalikan adalah Sonny A 6000 (mirroles). Atas kasus yang telah dilaporkan Nona kepada pihak kepolisian, dirinya meminta agar para pelaku segera ditangkap.


“Saya berharap polisi dapat tangkap pelakunya. Karena pelakunya masih berada di Medan,” tandasnya. (dodi kurniawan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *