Ragam
Home » HAKIKAT FUNGSI DAN PROSES PENELITIAN

HAKIKAT FUNGSI DAN PROSES PENELITIAN

Loading

A. Pengertian metode penelitian pendidikan
Metode berasal dari dua kata yaitu meta dan hodos, Meta berarti melalui dan hodos berarti jalan atau cara. Sedangkan menurut Nata Metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Selanjutnya Syar’i memberikan pengertian bahwa metode juga dapat diartikan sebagai cara untuk menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Sedangkan Aziz mengartikan “metode pendidikan merupakan cara yang teratur dan terpikir baik baik yang digunakan untuk memberikan pelajaran kepada peserta didik”. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode adalah suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan dengan cara yang teratur dan sudah terpikir dengan baik.
Penelitian menurut Kerlinger dalam Darmadi ialah “proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara”. Sedangkan Yoseph dalam Darmadi mengemukakan bahwa penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan, baik discovery, maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebelumnya sudah ada. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Sedangkan menurut Indriantoro dalam Hamidi “Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam”. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah.
Menurut Hadi Penelitian pendidikan adalah:
“Suatu proses atau kegiatan yang dilakukan secara sistematis, logis, dan berencana untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan yang timbul dalam bidang pendidikan”.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode penelitian pendidikan adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis, terkontrol, mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan fakta dan gejala yang ada dengan menggunakan metode tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan dalam bidang pendidikan. Dari beberapa pendapat tersebut jelas kiranya bahwa setiap orang pada prinsipnya akan memberikan pengertian tentang penelitian berbeda-beda. Perbedaan tersebut biasanya tergantung dengan beberapa faktor seperti: latar belakang pengetahuan seseorang, kehidupan seseorang, dan pengalaman yang dimiliki seseorang.
Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat di temukan, dikembangkan, dan dapat dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan, sedangkan sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Dilihat dari tujuannya penelitian dikelompokkan menjadi beberapa bagian antara lain:
1. Explorative research yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mencoba hal atau sebagai sesuatu untuk mendapatka hasil. Tujuan penelitian ini untuk menemukan ilmu pengetahuan yang baru;
2. Development research yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah ada;
3. Verificative research adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran dari ilmu pengetahuan yang sudah ada;
4. Historical research adalah penelitian yang menggambarkan ilmu-ilmu yang telah ada, prosesnya meliputi penyelidikan, pencatatan, analisis dan interpretasi dari kejadian yang telah ada dengan tujuan menemukan generalisasi;
5. Descriptive research yaitu penelitian yang dilakukan dengan metode penelitian untuk menerangkan sebuah peristiwa-peristiwa yang masih ada saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hal yang terjadi saat ini;
6. Experimental research yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang terjadi jika variabel tertentu dikontrol secara tertentu.
Metode penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prose Penggolongan Metode Penelitian di lihat dari Tingkat Eksplanasi Terdapat banyak jenis metode jika kita lihat dari tingkat eksplanasi maka dapat metode penelitian dapat kita golongkan menjadi tiga (3) yaitu :
a. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan nilai-nilai suatu variabel;
b. Penelitian komperatif adalah penelitian yang diadakan untuk membandingkan variabel-variabel penelitian dan terakhir.
c. Penelitian asosiatif atau penelitian hubungan maksudnya adalah penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih.
langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis.
B. Jenis-jenis metode penelitian pendidikan
Penggolongan jenis-jenis penelitian itu sangat bergantung pada peristiwa dari mana seseorang hendak meninjau persoalannya, namun secara umum penelitian dapat digolongkan dalam beberapa jenis, Kartini Kartono mengemukakan sebagai berikut:
1. Ditinjau dari segi tujuan esensialnya, penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu: penelitian dasar atau basic research, penelitian ini bertujuan menemukan suatu generalisasi atau keumuman, dan berusaha menemukan teori-teori yang berlaku secara umum. Penelitian penerapan atau applied research, penelitian ini diarahkan pada penggunaan secara praktis dibidang kehidupan sehari-hari.
2. Penggolongan menurut bidangnya, antara lain ialah: penelitian-penelitian pendidikan, sejarah, ekonomi, bahasa tehnik dan lain-lain
3. Penggolongan menurut tempat dilaksanakan penelitian, yaitu: Penelitian laboratorium, dilakuakn dalam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah. Penelitian lapangan, dilakukan dalam kancah kehidupan sebenarnya. Penelitian kepustakaan, bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan macam-macam material yang terdapat di ruang perpustakaan.
4. Penggolongan menurut tujuan umum dibagi dalam: Penelitian eksploratif. Penelitian pengembangan. Penelitian verivikatif.
5. Pengelolaan menurut tarafnya dibagi menjadi: Penelitian deskriptif, Penelitian inferensial, untuk busa menarik kesimpulan umum.
6. Penggolongan menurut proses berlangsungnya prosedur penelitian, yaitu: Penelitian histories documenter, Penelitian eksperimental.
7. Penggolongan menurut jenis aktivitas yang dilakukan yaitu: Penelitian penemuan fakta, Interpetasi kritis, Penelitian lengkap.
Dilihat dari landasan filsafat berdasarkan data dan analisisnya metode penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kombinasi. Namun dalam makalah ini hanya akan dibahas mengenai penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Peran Penelitian
1. Pemecahan masalah,meningkatkan kemampuan untuk mengindentifikasikan fenomena fenomena dari suatu masalah yang komplit dan kait mengkait
2. Memberi jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang di ajukan,meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan ata menggambarkan fenomena fenomena dari masalah tersebut
3. Mendapatkan pengetahuan atau ilmu baru.
Persyaratan Penelitian
1. Mengikuti konsep ilmiah
2. Sistematis/pola tertentu
3. Terencana

Untuk lebih jelasnya akan dirincikan sebagai berikut:
a. Metode penelitian kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini sebagai metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut metode konfirmatif, karena metode ini cocok digunakan untuk pembuktian/konformasi. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Dengan demikian metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme. Digunakan untuk meneliti poulasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang refresentatif. Proses penelitian bersifat deduktif, di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dirumuskan hipotesis. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. Penelitian kuantitatif pada umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random, sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel tersebut diambil.
b. Metode penelitian kualitatif
Metode penelitian kualitatif disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah, disebut juga sebagai metode etnografi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu sendiri.
Dengan demikian metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpospositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Penggolongan Metode Penelitian di lihat dari Tingkat Eksplanasi terdapat banyak jenis metode jika kita lihat dari tingkat eksplanasi maka dapat metode penelitian dapat kita golongkan menjadi tiga (3) yaitu :
1) Penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan nilai-nilai suatu variabel;
2) Penelitian komperatif adalah penelitian yang diadakan untuk membandingkan variabel-variabel penelitian dan terakhir adalah
3) Penelitian asosiatif atau penelitian hubungan maksudnya adalah penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih.
Penelitian ilmiah
Menggunakan kaidah kaidah ilmiah(mengemukakan) pokok pokok pikiran,menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan penelitian ilmiah /meyakinkan.
Ciri-ciri dari penelitian ilmiah :
1) Purposiveness, yaitu fokus dengan tujuan yang jelas.
2) Rigor, yaitu teliti, memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik.
3) Testability, yaitu prosedur pengujian hipotesis jelas.
4) Replicability, yaitu pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis.
5) Objectivity, yaitu berdasarkan fakta dari data aktual, tidak subjektif dan emosional.
6) Generalizability, yaitu semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna.
7) Precision, yaitu mendekati realitas dan dapat diperkirakan peluangnya.
8) Parsimony, yaitu kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.

oleh: Rezka Arzi Safitri
(Dr.Demina, M.PD dan firman M.PD)
(Mahasiswa dan Dosen IAIN Batusangkar)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share