![]()
BNEWS.ID, Medan – Siswa ketahuan merokok diberi teguran keras ngelapor ke Ortu dan Ortu reaktif melapor ke Polisi, kasihan Pak Polisinya menerima laporan dari masyarakat dan tidak boleh menolak. Siswa tersebut tidak tahu kalau mau jadi Polisi akan sangat disiplin dan teguran keras tersebut akan membentuk karakter agar bisa disiplin.
Bagaimana mungkin bila berbuat salah aja dan kemudian diberi teguran keras malah membuat laporan ke Polisi, apakah kita tidak berpikir bahwa dunia sesungguhnya akan datang dikala anak-anak tersebut akan bersaing dan kerasnya hidup akan terasa nyata.
Kita boleh marah bila anak kita tidak salah, tapi kalau anak kita salah maka sudah selayaknya kita intropeksi diri apakah ada yang salah dengan didikan pasca anak dari sekolah, bagaimana didikan dirumah, seberapa kita peduli, siapa teman bermainnya, apa yang dilakukan di saat waktu luang, pernahkah kita peduli kalau anak kita belum pulang saat malam pukul 9 malam, apakah kita peduli kalau anak kita terlambat pulang sekolah tapi tak kunjung pulang, seberapa sering kita menanyakan apakah ada tugas dan PR dari sekolah, seberapa sering kita jemput anak dari sekolah demikian juga mengantar ke sekolah.
Bila sudah seperti ini, jangan salahkan bila kehidupan di masa akan datang tidak seindah film yang sudah diskenariokan dan berakhir indah, karena hidup akan keras seperti batu, yang bertahan dari antaman maka dia akan survive dan menjadi pemenang bukan pecundang.
Kami bisa jadi saat ini, karena kami pernah diajarkan untuk menjadi sesorang yang harus disiplin dan dedikasi, untuk rotan ke pantat sudah biasa, untuk penghapus ke kuku jari itu sepele, untuk rambut kena calang itu seni tata rambut, untuk celana disiram pakai air itu biar sejuk, semua sudah pernah dialami dan tidak pernah kami melaporkan ke Ortu karena kami sadar kami salah.
Disekolah kita diajarkan untuk dididik menjadi manusia bukan menjadi robot atau AI karena manusia tetap akan menjadi manusia sampai kapanpun, tinggal bagaimana manusia tersebut bisa bermanfaat untuk orang lain. Kalau kita tidak bisa memberi sesuatu minimal kita jangan membuat susah karena hidup dan roda akan terus berputar. (Bnews.Id)
Medan, Kamis 16 Oktober 2025.
By. DiMan Jr Law
SaDIs (Sahabat Dedi Ismanto)
Lawyer Dr (Cand) Dedi Ismanto S.H., M.Kn., C.LA., Cjb.RA., C.HCA., C.PM., C.CT
Share this content:






Comment