Hukum
Home » Pasca Tewasnya 1 Oknum Preman, 11 Orang Warga Tanjung Lenggang Diperiksa Polres Langkat

Pasca Tewasnya 1 Oknum Preman, 11 Orang Warga Tanjung Lenggang Diperiksa Polres Langkat

Loading

Polres Langkat Periksa 11 Warga Desa Tanjung Lenggang

Langkat – 11 orang warga Tanjung Lenggang terpaksa diperiksa oleh Polres Langkat, Senin, 13 Januari 2020. Hal itu dilakukan Polres Langkat guna untuk mendalami dan membongkar akar permasalahan yang memicu bentroknya warga dengan sejumlah oknum preman setempat.

Pasca tewasnya satu orang oknum yang diduga preman dihajar massa beberapa hari lalu, dari 16 orang yang dilayangkan surat panggilan dalam peristiwa yang terjadi di daerah itu Jumat malam (10/1), kini menjadi 11 orang warga.

Warga Tanjung Lenggang Berharap Polres Langkat Tegakkan Keadilan

Aksi Kejahatan Jalanan Marak, Kapolres Binjai Bentuk Tim Khusus Anti Begal

Terkait sejumlah warga yang diperiksa Polres Langkat, puluhan masyarakat dengan menggunakan 2 truk dan 1 mobil pick-up berkumpul di Stabat. Rombongan warga ini nantinya akan mendatangi Polres untuk mendampingi rekannya yang sedang diperiksa.

Pantauan dilapangan, Warga mengatakan mereka sengaja datang ke Stabat dengan menempuh jarak hampir dua jam perjalanan untuk mengikuti hasil pemeriksaan di Mapolres Langkat, ucapnya.

“Kami berencana akan menggelar aksi demo ke Mapolres, jika ada warganya yang dinaikkan statusnya menjadi tersangka”, ucap salah satu warga tak ingin disebut namanya.

Warga juga berharap agar polres langkat melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait dengan penyekapan yang dilakukan kelompok preman tersebut. Sebab itulah yang menjadi pemicu kemarahan warga yang berawal dari adanya galian C yang mempekerjakan warga dengan aturan yang diluar kepantasan.

Kapolres Langkat Berjanji Akan Beri Jalan Terbaik

Berantas Narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai Kembali Grebek Dan Hancurkan Barak Narkoba

Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan SIK, saat dikonfirmasi awak media di Stabat, pada Senin 13 Januari 2020, mengatakan benar atas sejumlah warga yang si periksa di Mapolres, ucapnya.

Dalam pemeriksaan sejumlah warga Tanjung Lenggang, Kapolres berharap untuk kasus ini serahkan kepada kami, kami akan beri jalan yang terbaik, terangnya.

Doddy juga berharap, kedua belah pihak agar bersabar dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan konflik terulang, tegasnya.

Sementara itu guna mengantjsipasi berbagai hal yang tidak diinginkan kedepannya pihak Polres Langkat menyiapkan satu SSK personel, dua SST di Polsek Bahorok dan satu SSK Brimob di Polsek Bahorok guna mengantisipasi agar tidak terjadi lagi konflik, katanya.

Awal Mula Peristiwa Bentrok Warga Dan Oknum preman

Polres Binjai Ungkap Kasus Reskrim Dan Narkoba Kurun Waktu Januari s/d April 2026

Sebelumnya, Ulah komplotan preman yang kabarnya kerap membuat resah masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, memancing emosi sejumlah warga pada Sabtu dini hari, 11 Januari 2020.

Pasalnya, kumpulan para preman yang dipimpin inisial A melakukan penyekapan kepada seorang ibu dan anaknya yang baru berusia 2 bulan.Hal ini sontak meyulut emosi warga.

Merasa mulai sering diresahkan, ratusan warga mulai mengamuk, dan bergerombolan mendatangi sarang berkumpulnya komplotan preman tersebut, dengan tujuan mencari pimpinan berinisial A.

Krumunan masa dengan emosi yang menggebu menuju lokasi kediaman A, namun sayang, sebab A tidak berada ditempat. Amarah warga yang sudah tidak terbendung lagi akhirnya dilampiaskan kepada 3 orang yang diduga kaki tangan A.

Ketiga kawanan terduga preman tersebut jadi bulan bulanan warga yang sudah terbakar emosi. Tidak hanya itu, warga yang marah juga ikut membakar gubuk dilokasi markas A. Serta menghanguskan 1 unit mobil jenis Taft Rocky dan 1 unit sepeda motor. ( Bnews – Hidayat)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share