![]()
Medan –
Untuk menyerap aspirasi masyarakat, Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution blusukan ke Jalan Angsana Raya dimulai dari Jalan Flamboyan II hingga ke Jalan Angsana V, Kel Helvetia Tengah, Medan Helvetia, Rabu (11/11).
Bobby datang dengan didampingi Ketua Relawan Bobby Nasution (Re-Born) Suwarno serta Romulo Makarios Sinaga yang merupakan salah warga Perumnas Helvetia.
Silaen, tokoh masyarakat setempat mengeluhkan kesulitan untuk pemakaman.
“Kami minta perhatian Pak Bobby Nasution, dimana masyarakat Nasrani di Perumnas Helvetia kesulitan pemakaman. Terlalu jauh kami ke Marelan dan Jalan Binjai,” ucap Silaen yang merupakan Ketua STM Gloria Blok 16.
Ia juga berharap bila nantinya Bobby Nasution duduk menjadi Wali Kota Medan bisa mendapatkan hibah ambulance.
Pada kesempatan itu, Hendri Hutajulu, salah seorang warga mengungkapkan bahwa sejak dibangun sampai sekarang, Perumnas Helvetia terus banjir. “Mohon dibantu, sudah puluhan tahun kami mengalami itu,” bebernya.
Ny. Hamidah Hasibuan mendoakan agar Bobby berhasil pada pilkada yang digekar 9 Desember mendatang. “Harapannya supaya Bobby berhasil terpilih Medan berbenah,” jelasnya.
Sementara Ny. Tambunan mengeluh perihal pelayanan kesehatan. Salah satunya mengenai kesulitan ketika mengambil rujukan dari puskesmas. “Lama kali kami untuk ngambil rujukan supaya bisa ke rumah sakit. Kalau model kayak gitu bisa gawat keluarga kami yang sakit itu,” ujarnya.
Ketua Umum-Re-Born Suwarno mengungkapkan dari antusiasme masyarakat menandakan bahwa warga di Perumnas Helvetia menginginkan pembenahan bagi Medan kedepannya.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat memulai perubahan itu dengan mempergunakan hak pilih pada 9 Desember mendatang.
“Datang ke TPS. Jangan golput. Pilih nomor 2, Bobby-Aulia agar Medan berbenah dan terwujud kesejahteraan bagi warga dan keberkahan bagi kotanya,” pungkas Ketum P4B tersebut.
Sementara Bobby Nasution menuturkan kegiatan menyerap aspirasi ini sebagai langkah mengkroscek masalah yang disampaikan masyarakat sesuai apakah sesuai dengan visi misi yang dibuat.
Konsep kolaborasi dipilih karena untuk membangun Medan tak bisa sendirian. Demikian pula dengan penyelesaian banjir. Harus melibatkan pemerintah daerah Deliserdang maupun Binjai sebagai daerah penyangga.
“Untuk masalah banjir banyak melumpuhkan perekonomian masyarakat. Pelan-pelan dibenahi. Selain kolaborasi dengan daerah lain, kita akan buat resapan dengan teknik biopori,” katanya.
Selain itu, nantinya akan ada ambulance setiap kecamatan sehingga bisa membantu warga.
Bobby menyatakan ke depan sistem administrasi akan dilakukan digitalisasi sehingga diketahui langsung Wali Kota Medan. “Ini menjadi konsep Bobby Nasution-Aulia Rahman bila terpilih,” tandasnya. (Dodi)
Share this content:






Comment