![]()
Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside,
brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral (seperi garam kalium, natrium, magnesium, kalsium,
besi) zat pahit vellarine dan zat samak.
Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktivitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside berperan dan senyawaan sejenis juga
berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum, pegagan berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya
Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah herba (seluruh bagian tanaman kecuali akar) Indikasi Herba digunakan untuk pengobatan:
• Radang hati disertai kuning (hepatitisik terik akut),pembengkakan hati
• Campak (=measles, =morbili,=rubeola/li>
• Demam, sakit tenggorokan, selalu merasahaus
• Asam, bronkitis, radang pleura(pleuritis)
• Radang matamerah
• Keputihan(leukore)
• Infeksi dan batu salurankencing
• Tekanan darah tinggi(hipertensi)
• Bengkak terpukul (memar)nyeri
• Rheumatism, rheumatoidarthritis
• Pendarahan (muntah darah, batuk darah, kencing darah,mimisan)
• Wasir
• Sirkulasi pembuluh sarah balik yangburuk
• Sakit perut,disentri
• Cacingan
• Tidak nafsumakan
• Lepra (Morbus Hansen),tuberkolosis
• Keracunan makanan (seperti jengkol, udang,kepiting)
• Keracunan bahan kimia (gelmisium elegans, arsen danobat-obatan)
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, cuci 30-60g herba segar, lalu rebus dalam 3 gelas airsampai
tersisa menjadi 1 gelas. Cara lain, giling herba sampai halus, lalu peras dan air perasannya diminum. Bisa juga, seduh 1-2g bubuk kering dengan air panas. Setelah dingin minum sekaligus. Untuk mengobati keracunan, jus 500-1.500 g herba pegagan segar, lalu minum sekaligus.
Untuk Pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit, seperti pada bisul, luka bakar, luka bernanah, tuberkulosis (TBC) kulit, herpes zoster, eksim, dan gigitan ular. Cara lain, rebus herba segar dan gunakan air rebusannya sebagai obat kumur
pada sariawan atau mencuci luka berdarah dan bernanah. Ekstrak minyaknya dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
- Rebusan daun pegagan 10% yang di berikan pada anjing sebagai binatang percobaan mempunyaidayadiuresis(pengeluaranairkemih)yanglebihbaikdibandingrebusanair
pegagan 0,5% dan 5% (Malawat Salim, JF FMIPA UNHAS, 1981)
- Secara in vitro, infus dan ekstrak alkohol daun pegagan mempunyai daya antimikroba, khususnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dalam bentuk ekstrak alkohol, harga kadar hambat minimum (KHM) atau kadar bunuh minimum (KBM) terhadap kedua jenis bakteri tersebut lebih besar dibandingkan dalam bentuk infus. Daya anti bakteri daun pegagan terhadap S. Aureus lebih besar dibandingkan terhadap E. coli. Daya antimikotik terhadap Candida albicans tidak nyata (Endang Adriyani, Fakultas Farmasi, UGM,1987)
- Infus daun pegagan dengan kadar 7,5% paling baik untuk melarutkan batu ginjal kalsium (Sri Endah Suhartatik, Fakultas Farmasi, UGM, 1989)
- Ekstrak pegagan dapat menghambat pertumbuhan bakteri enterik, seperti Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes, dan Salmonella typhi (Syahnida, JF FMIPA UNAND,1993)
- Asiaticocide dan thankuniside dapat mengurangkesuburan(fertilitas)
- Dalam dosis yang tinggi, pegagan dapat menurunkan kadar gula darah (berkhasiat hipoglikemik)
- Asiaticoside efectit untuk mengobati lepra(kusta)
Oleh : Feny Maylani
Mahasiswa FMIPA Jurusan Biologi Prodi Pendidikan IPA
Universitas Negeri Medan
Share this content:






Comment