November 26, 2020

Berita Online

Terkini mengabarkan

RODA (sekedar cerita)

2 min read

Roda…ya roda…

Bila seseorang ditanya apa komentar dan bayangannya mengenai roda. Kebanyakan akan menjawab bahwa roda simbol perputaran, seperti kehidupan yang berputar kadang kita berada pada titik puncak dan kemudian kita terguling dan bisa saja berada pada posisi paling rendah. Atau bahasa lainnya, terkadang di atas dan terkadang di bawah, kemudian ada kalimat penutup, “makanya jangan sombong!”. Begitukan? Nah, apakah kita termasuk yang mengatakan demikian?.

Saya ingin mengajak Anda melihat roda dari perspektif yang lain. Roda menurut saya memiliki energi yang senantiasa mengitarinya, sifat dan tugasnya adalah berputar, dia tak diharapkan memiliki peran lain daripada itu, mungkin menahan beban di atas dirinya dan itu bukanlah tupoksi dasarnya, fungsinya adalah berputar dan mengantarkan beban di atasnya berpindah ruang dari suatu titik ke hotspot lainnya.

Kalau kita berbicara di waktu pagi begini, sepertinya lebih enak kita kaitkan pada usaha kita mencari rezeki atau nafkah pada moment yang berharga ini.Ibarat roda, pagi ini kita semua berputar dan beredar pada lokasi yang berbeda, ada yang berada pada porosnya (kaku/stagnan/rumah, mobil, kantor), ada juga yang sesekali berspekulasi melawan arus kebiasaannya (dinamis), untuk tipe yang kedua ini memandang bahwa rezeki bisa dari mana saja, penghasilan tidak tetap setiap bulan, dan kebanyakan doanya lebih khusuk dan tawakkalnya lebih tinggi.

Roda yang berputar membutuhkan energi yang mendorong atau menariknya, bila berada pada jalan yang menurun, cukup sedikit energi yang menolak maka roda akan lebih cepat berputar dari kebiasaan, tapi tidak selamanya menurun. Namun bila berada situasi tanjakan, meskipum roda itu diberi energi lebih dari besar, terkadang dia berputar tetap lambat dan terkesan berat meskipun bebannya tak berubah.

Tapi suatu yang pasti bahwa roda tersebut wajib sampai pada titik yang diharapkan.Kita terkadang tak sadar dalam memahami rezeki ini, suatu saat dengan ikhtiar yang sama penghasilannya tetap, tapi suatu saat dengan ikhtiar yang lebih kuat namun penghasilan yang diperoleh juga tak berubah, pernah juga di saat kita bersantai-santai malah kita mendapati hasil yang besar.

Wah..kok bisa begitu? Itulah perjalanan roda. Kita harus bijak melihat perjalanannya. Tujuan kesuksesan sudah pasti kita rencanakan, tinggal melihat timing yang tepat, kapan waktu kita mesti bersantai namun tetap sukses dan berlimpah rezeki, serta kapan kita mesti lebih bekerja keras agar roda tetap berputar dan tidak menjatuhkan beban di atasnya.

Maka kebijakan kita dalam melihat kondisi tersebut dapat dikatakan dengan kerja yang penuh kecerdasan. Bila Anda masih senang mengeluh saat ini dengan penghasilan yang diperoleh, silahkan duduk bertafakkur di depan roda Anda dan pandanglah dengan jeli jalan di depan yang akan dilaluinya, kapan Anda akan memberi energi besar untuk menjalankannya, dan kapan Anda tak perlu berkeringat namun tetap sampai pada finish yang dituju.#salamcinta

Sumber https://umarmukhtar.home.blog/2019/08/07/roda-sekedar-cerita/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *