![]()
BNEWS.ID, Deli Serdang – Pesantren Darularafah Raya menggelar Tasyakuran Milad ke-40 dengan penuh rasa syukur dan kemeriahan. Acara yang berlangsung di Pesantren Darularafah mulai, jumat (29 Sampai minggu 31/08/2025) dihadiri ribuan santri, alumni, guru, wali santri serta masyarakat dari berbagai daerah. Kehadiran tamu undangan penting, mulai dari Bupati Deli Serdang, Kepala Biro Kesra mewakili Gubernur Sumatera Utara, hingga Konsul Jenderal Jepang dan India, kehadiran kedua perwakilan negara sahabat ini menjadi bukti kuat bahwa Pesantren Darularafah Raya bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga jembatan peradaban dunia.
Bupati Deli Serdang dalam sambutannya menyampaikan. Pesantren Darularafah Raya telah membuktikan sebagai wadah yang konsisten untuk melahirkan alumni-alumni hebat yang saat ini sudah banyak menduduki jabatan penting di pemerintahan dan disektor-sektor lainnya.
Pemerintahan Deli Serdang akan terus mendukung dan bersinergi dengan Pesantren Darularafah Raya, hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, religius, dan berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintahan Deli Serdang menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PDA, guru, dan santri. Semoga PDA tumbuh semakin maju dan berkualitas dalam mencetak generasi Qurani.” Ujarnya. Pada kesempatan ini juga Bupati Deli Serdang menyampaikan harapannya bahwa Pesantren Darularafah Raya akan menjadi salah satu penyumbang untuk generasi emas Indonesia di 2045.

Sementara itu, perwakilan dari Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra juga memberikan apresiasi dan rasa bangga atas kiprah Pesantren Darularafah Raya yang selama 4 dekade telah banyak mencetak generasi yang berilmu, berwawasan dan berakhlak mulia. PDA bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama tetapi juga pusat pembinaan karakter akhlak dan mencintai bangsa.
Kemeriahan milad semakin terasa dengan digelarnya malam gembira, sebuah acara hiburan santri yang tahun ini menghadirkan penampilan spesial grup musik orkes Melayu Lebah Begantung. Suasana penuh keceriaan yang menyelimuti Pesantren Darularafah Raya menjadikan peringatan milad bukan hanya bernuansa religius, tetapi juga kebersamaan.
Selain hiburan, milad kali ini juga menghadirkan acara Talk Show Alumni Pesantren Darularafah Raya. Dalam sesi ini, para alumni dari berbagai generasi berbagi pengalaman inspiratif tentang perjuangan menuntut ilmu di pesantren, hingga eksistensinya di masyarakat. Talk Show tersebut memberi motivasi yang besar bagi sntri yang sedang menempuh pendidikan, sekaligus menjadi bukti bahwa lulusan pesantren Mampu berkontribusi di berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, politik, maupun bisnis.

Pimpinan Pesantren Darularafah Raya Dr.H.Harun Lubis, S.T., M.Psi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas karunia Allah SWT yang telah mengantarkan pesantren hingga usia 40 tahun. Ia menjelaskan bahwa pesantren telah bertranformasi dalam berbagai hal, salah satunya dalam bidang kurikulum.
Saat ini PDA telah meluncurkan kurikulum Ulul Albab, yang didalamnya memiliki makna dan harapan besar yakni menjadikan orang yang bijak, berilmu, dan bertakwa. Selanjutnya tranformasi visi PDA dari Rumahnya Ulama dan Umaro menjadi Membangun Peradaban Madani.
“Ini merupakan tugas yang berat bagi para guru, kedepannya bisa membangun peradaban madani untuk bangsa dan negeri ini.” Ungkapnya. Beliau juga berharap warga Pesantren Darularafah Raya memiliki semangat untuk memajukan PDA, dan membawanya ke dunia Internasional.
Sementara itu. Pada perayaan milad ke-40 ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum sejarah untuk merefkleksikan perjalanan panjang pesantren sekaligus menatap masa depan denga optimisme. Dengan dukungan para tokoh, alumni dan masyarakat, Pesantren Darularafah Raya diharapkan semakin kokoh menjadi pusat pendidikan Islam yang modern yang berakar pada nilai tradisi.
Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama semoga Allah memberikan keberkahan dan kekuatan bagi pesantren dalam melanjutkan pengabdian di bidang pendidikan dan dakwah. (F08)
Share this content:






Comment