![]()
BNEWS.ID, Medan – Suasana di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Kamis (4/2/2025) pagi terasa berbeda. Langit biru yang membentang dipenuhi oleh aksi heroik para prajurit yang melakukan latihan terjun penyegaran statik dan free fall.
Latihan ini menjadi momen penting bagi para personel Wing Komando III Kopasgat, yang berasal dari Mawingko III, Yonko 462, Yonko 469, serta Denhanud 475 Kopasgat, dalam mengasah keterampilan mereka dalam penerjunan militer.
Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Komando (Yonko) 469 Kopasgat, Mayor Pas Jhon Herriansyah Siregar. Dalam keterangannya, Mayor Jhon menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta kesiapan tempur prajurit dalam menghadapi berbagai misi strategis yang akan datang.
“Latihan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mempertajam keterampilan terjun statik dan free fall. Dengan latihan ini, kesiapan operasional prajurit semakin meningkat, sehingga mereka selalu siap dalam setiap tugas yang diberikan,” ungkapnya.
Latihan yang digelar ini melibatkan 225 personel, yang terdiri dari 193 penerjun statik dan 32 penerjun free fall. Kedua teknik penerjunan ini memiliki perbedaan signifikan, baik dari segi prosedur maupun perlengkapan yang digunakan.
Dalam keterangannya, Mayor Jhon menjelaskan bahwa penerjunan statik menggunakan payung berbentuk bulat dengan ketinggian sekitar 1.000 feet AGL (Above Ground Level). Teknik ini memungkinkan payung terbuka secara otomatis begitu penerjun meninggalkan pesawat, sehingga lebih aman bagi personel yang masih dalam tahap penyegaran keterampilan.
Sementara itu, penerjun free fall melompat dari ketinggian 10.000 feet AGL, menggunakan payung berbentuk square yang memberikan kendali lebih besar dalam bermanuver di udara sebelum membuka parasut di ketinggian tertentu.
“Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada jenis payung dan ketinggian penerjunan. Penerjun statik langsung terbuka setelah keluar dari pesawat, sedangkan free fall memiliki kendali lebih besar dalam manuver sebelum membuka payungnya,” jelasnya.
Latihan ini berlangsung dengan sukses. Dari proses penerjunan hingga pendaratan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa kendala. Keahlian para penerjun dalam mengendalikan parasut mereka di udara pun membuat kagum para penonton yang hadir.
Tak hanya menjadi momen penting bagi para prajurit, latihan ini juga menarik perhatian masyarakat, terutama para pelajar yang turut hadir untuk menyaksikan aksi penerjunan dari dekat.
Dengan penuh antusias, mereka melihat langsung bagaimana para prajurit TNI AU melayang di udara sebelum mendarat dengan mulus di titik yang telah ditentukan. (F08)
Share this content:






Comment