GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Perpanjangan Penutupan Wisata Langkat Menuai Protes Pelaku Usaha

Perpanjangan Penutupan Wisata Langkat Menuai Protes Pelaku Usaha

Loading

Langkat – Akibat wabah Covid-19, Pelaku usaha Pariwisata harus menutup akses masuk sesui imbauan pemerintah kususnya langkat. Hal itu sudah berjalan semala 3 bulan belakangan ini.

Diketahui surat edaran pemerintah bahwa izin beroperasi membuka akses pariwisata langkat belum juga dibuka. Seperti informasi surat yang beredar, bahwa penutupan lokasi wisata diperpanjang.

Perpanjangan penutupan lokasi wisata langkat dari dinas pariwisata langkat menuai protes dari para pelaku usaha dilangkat. Salah satunya dari forum komunikasi wisata bukit lawang yang akan melakukan audiensi ke dinas pariwisata pada 12 Juni 2020 nanti.

Wakil ketua Forum Komunikasi Wisata Bukit Lawang Langkat, Miss Bakti saat ditemui tim www.bnews.id pada 10 juni 2020 mengatakan, selama 3 bulan ini sejak diterbitkan surat penutupan wisata di Langkat oleh bupati langkat, kita terus mendukung program pemerintah memutus mata rantai Covid-19 dan mengikuti imbauan dengan menutup wisata bukit lawan, ucapnya.

Perkuat Kolaborasi, GM PLN UID Sumut lakukan Kunjungan Kerja ke Kantor Gubernur Sumatera Utara

“Dengan kondisi zona hijau diwilayah Bukit Lawang Langkat seharusnya wisata langkat sudah bisa beroperasi demi kelangsungan hidup para pelaku usaha di Langkat”, cetusnya.

“Point yang akan kita sampaikan oleh Forum Komunikasi Wisata Bukit Lawang yang tergabung didalamnya 19 bidang pelaku usaha, pada 12 Juni 2020 akan beraudiensi kepada Dinas Pariwisata Langkat untuk meminya izin beroperasinya wisata langkat tentunya dengen mengikuti protokol kesehatan”, harapnya.

Lebih lanjut, Miss Bakti menjelaskan Nantinya jika usaha kami dalam memenuhi dan menerapkan peraturan dari pemerintah seperti protokol kesehatan masih kurang sempurna, kami akan berusaha memperbaikinya, paparnya.

Persiapan yang sudah kami lakukan seperti wadah cuci tangan dan imbauan memakai masker jika memasuki kawasan wisata serta penerapan kepada para pegawai memakai Alat Pelindung Diri (APD). Inilah bentuk usaha yang kami lakukan untuk mendukung program pemerintah ” Paisen covid msh bisa sembuh tetapi orang kelaparan sudah pasti mati”, tutupnya. (Bnews – Hidayat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share