GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Berusia 124 Tahun, Stasiun Lidah Tanah Kembali Ramai Layani 6.047 Penumpang hingga Agustus 2026

Berusia 124 Tahun, Stasiun Lidah Tanah Kembali Ramai Layani 6.047 Penumpang hingga Agustus 2026

Stasiun Lidah Tanah

Loading

SERDANG BEDAGAI, BNEWS.ID – Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, terus memperkuat perannya sebagai simpul mobilitas masyarakat sekaligus penggerak perekonomian lokal.

Infrastruktur perkeretaapian yang dibangun sejak 1902 tersebut kini kembali melayani masyarakat setelah sebelumnya memiliki fungsi sebagai stasiun persilangan. Keberadaannya menunjukkan bahwa bangunan bersejarah berusia lebih dari satu abad tetap dapat beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masyarakat modern.

Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan Stasiun Lidah Tanah menjadi salah satu contoh infrastruktur bersejarah yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga kembali menjalankan fungsi sosial sebagai penghubung masyarakat dan pendukung aktivitas ekonomi lokal.

“Aksesibilitas yang makin mudah mendorong mobilitas warga Perbaungan dan sekitarnya, baik untuk keperluan bekerja, berdagang, maupun pendidikan. KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan pelayanan agar masyarakat dapat bertransportasi dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Anwar. Minggu (13/09/2026).

Pemkab Deli Serdang Apresiasi Maha Kumbhaabhisegam, Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama

Meningkatnya peran Stasiun Lidah Tanah sebagai sarana transportasi masyarakat tercermin dari pertumbuhan jumlah penumpang.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Lidah Tanah telah melayani 6.047 pelanggan, dengan rata-rata sekitar 756 penumpang per bulan.

Angka tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2025 yang mencapai 630 penumpang. Sepanjang 2025, stasiun tersebut tercatat melayani sebanyak 6.924 pelanggan.

Pertumbuhan jumlah penumpang salah satunya didorong kembali beroperasinya layanan naik dan turun penumpang sejak 1 Februari 2025 seiring diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025.

Saat ini, Stasiun Lidah Tanah melayani perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai (PP) serta KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar (PP).

Bukan Sekadar Mutu, PalmCo Mampu Pastikan Asal-usul CPO

Secara historis, Stasiun Lidah Tanah dibangun pada masa kolonial sebagai stasiun yang berfungsi untuk melayani persilangan kereta api dan bukan sebagai stasiun naik-turun penumpang.

Dalam beberapa tahun terakhir, KAI Divre I Sumatera Utara melakukan berbagai upaya revitalisasi untuk mempersiapkan stasiun tersebut dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Meski fungsi dan pelayanannya berkembang, karakter asli serta nilai sejarah bangunan stasiun tetap dipertahankan.

Anwar menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara optimistis keberadaan Stasiun Lidah Tanah dapat terus mendukung pertumbuhan wilayah Serdang Bedagai, khususnya Desa Lidah Tanah dan Kecamatan Perbaungan.

“Reaktivasi dan konektivitas yang terjaga di Stasiun Lidah Tanah merupakan bentuk komitmen KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang inklusif. Kami berharap layanan kereta api ini dapat terus membuka aksesibilitas wilayah, menggeliatkan perekonomian desa, serta mempermudah mobilitas masyarakat Perbaungan dan sekitarnya,” tutur Anwar.

Pergeseran Anggaran Rp9 Miliar Deli Serdang Dipersoalkan, Pemkab: Sudah 3 Kali Dilaporkan ke DPRD

Dengan meningkatnya jumlah pengguna, Stasiun Lidah Tanah tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan perkeretaapian di Sumatera Utara, tetapi juga kembali mengambil peran dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. (Red)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share