![]()
Langkat – Pesantren Modern Nuur Ar Radhiyyah menjadi tempat terbesar para santri di Sumut. Dengan luas tanah 14 ha Pesantren tersebut dibangun pada pada tanggal 4 April 2019 di Jl. Pangkalan Brandan Km 63, Dusun Harapan, Desa Pematang Tegah, Tanjung Pura Langkat, Sumut .
Dengan keinginan luhur Pendiri Pesantren Modern Nuur Ar Radhiyyah Bapak H. Muhammad Nur Abu Bakar ingin menjadikan Langkat sebagai kota Santri.

Selain memiliki Visi menjadikan lembaga tempat ibadah untuk menuntut ilmu dan menempah kader kader umat menjadi pemimpin yang berpedoman dengan Al-quran dan Sunnah Rasul, Pendiri Pesantren juga memiliki Misi membentuk generasi unggul menuju terbentuknya khairu ummah. Mendidik, mengembangkan generasi muslim serta ulama yang intelek dan Cinta NKRI.
Fasilitas proses belajar mengajar dengan IT dilengkapi Laptop yang terintegrasi dengan Server pesantren. Seiring mengikuti perkembangan jaman dan memeberi kenyamanan para santri, transaksi di komplek pesantren akan menggunakan Cashless atau uang elektronik. Tak hanya itu saja, pesantren modren ini memiliki mesjid dengan daya tanpung 1500 jamaah , asrama Full AC , gedung olahraga dengan kapasitas 3000 orang.

Ketua Yayasan Pesantren Nuur Arradhiyyah, H. Firmansyah, SH, MARS saat diwawancarai tim http://www.bnews.id pada 14 Mei 2020 mengatakan, pendaftaran telah dibuka sejak 1 Januari 2020 dan akan ditutup pada 10 Juli 2020, ucapnya.
Sempat menjalankan pendidikan dipesantren, pria yang akrab disapa Firman ini mengungkapkan kisahnya saat menjadi santri. “Apa yang saya alami dahulu ketika Saya nyantri, Akan disempurnakan disini baik dari segi fasilitas dan pola pembelajaran modern dengan sistem yang terintegrasi secara digital menggunakan teknologi informasi terkini”, jelasnya.
Tak kalah menarik lainya, Sebagai pembelajaran Entrepreneur kepada santri, nantinya di lokasi pesantren juga akan di bangun pabrik air minum kemasan, pembuatan tempe dan pertanian kreatif. Pada tahap awal, Gelombang pertama siswa yang masuk belajar adalah pria dan System pendidikan yang akan berjalan tingkat SMP dan SMA. “Alhamdulillah, pembangunan pesantren sudah berjalan 80% dan saat ini tinggal finishing saja”, papar firman.
Lebih dalam lagi, Firman mengungkapkan Santri di pesantren ini tidak dibatasi dari warga wilayah Langkat saja, akan tetapi terbuka untuk semua umat Islam di Indonesia, bahkan mancanegara. (Bnews-Dodi Kurniawan)
Share this content:






Comment