![]()
BNEWS.ID, Aceh Tenggara – Program makan bergizi gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan mulai diterapkan sejak Januari 2025, kini menjadi sorotan publik di Aceh Tenggara. Program yang bertujuan memastikan kecukupan gizi masyarakat, terutama anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan prestasi belajar, justru menuai kritik terkait dugaan pelaksanaan yang tidak sesuai standar.
Sejumlah unggahan di media sosial oleh warga di Aceh Tenggara memperlihatkan dugaan ketidakteraturan dalam distribusi makanan. Bahkan, ada postingan yang menyebutkan satu nama penerima bisa mendapatkan dua jatah makanan dengan lauk berbeda. Hal ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sistem pendataan dan mekanisme penyaluran program.
Tak hanya itu, wadah makanan (food tray) yang digunakan dalam program makan bergizi gratis di Aceh Tenggara juga menjadi sorotan. Seharusnya wadah yang dipakai terbuat dari bahan antikarat dan memenuhi standar SNI untuk menjaga kualitas makanan. Namun, yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi dan perlu diaudit lebih lanjut.
Ketua DPC LSM Perkara Kutacane Aceh Tenggara Izharuddin menyoroti langsung fenomena ini. Ia menilai, beredarnya postingan di media sosial menjadi tanda adanya dugaan permainan dalam distribusi program.
“Program nasional ini sangat baik untuk masyarakat, tapi kalau dijalankan asal-asalan justru bisa merusak kepercayaan public dan Makan Bergizi Gratis di Aceh Tenggara perlu diaudit secara menyeluruh,” kata Izharuddin, selasa (26/08/2025) siang kepada Bnews.Id.

Foto: Sajian MBG dan Wadah Makan (Foot Tray) Beredar Di Media Sosial Fesbook
Izharuddin mendesak Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk segera turun tangan menindaklanjuti dugaan penggunaan wadah makanan yang tidak sesuai standar. Mereka meminta BSN memanggil pihak terkait agar program benar-benar berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Ketua Dapur Aceh Tenggara Ilham Nawati selaku pihak yang mengelola distribusi makan bergizi gratis, ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, sampai berita ini diterbitkan enggan memberikan keterangan apa pun.
Sebelumnya, Program makan bergizi gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejatinya diharapkan mampu menekan angka stunting, memperbaiki status gizi masyarakat, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa. (Lan01/Lana)
Bagikan berita ini :






