![]()
BNEWS.ID, Medan – Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Republik (LSM GEMPUR), Bagus Abdul Halim, SE, menyatakan dukungannya terhadap operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis, 26 Juni 2025.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan jalan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satker PJR Wilayah I Sumatera Utara.
Namun, Bagus menegaskan bahwa OTT di Mandailing Natal hanyalah bagian kecil dari persoalan besar yang mencengkeram Sumatera Utara. Ia mendesak KPK untuk memperluas jangkauan penyidikan ke daerah lain yang juga diduga sarat praktik korupsi.
“OTT di Mandailing Natal hanya puncak gunung es. Kami mendesak KPK untuk segera menyisir wilayah lain, khususnya Kabupaten Deli Serdang, yang kuat dugaan juga sarat praktik korupsi serupa,” tegas Bagus, rabu (02/07/).
Ia menilai penangkapan enam orang tersebut merupakan bukti bahwa korupsi di Sumatera Utara bukan lagi kasus perorangan, melainkan kejahatan sistemik yang sudah mengakar dan membudaya.
“Ini bukan korupsi biasa. Ini kejahatan yang terstruktur dan telah menggerogoti keuangan negara serta merugikan rakyat Sumut,” ujarnya dengan nada geram.
LSM GEMPUR menyampaikan apresiasi atas keberanian dan komitmen KPK dalam pemberantasan korupsi. Bagus berharap OTT ini menjadi pintu masuk bagi KPK untuk mengungkap jaringan korupsi yang lebih besar, khususnya dalam proyek-proyek infrastruktur di daerah.
“Sudah menjadi rahasia umum bahwa proyek-proyek infrastruktur di Sumut penuh dengan praktik suap dan pungutan liar. Para kontraktor dipaksa menyetor uang kepada oknum pejabat agar proyek dapat berjalan,” ungkapnya.
Bagus menegaskan, LSM GEMPUR akan terus mengawal jalannya proses hukum dalam kasus ini dan meminta agar KPK tidak hanya menjerat pelaku lapangan, tetapi juga menindak tegas aktor intelektual di balik kejahatan tersebut.
“Jangan sampai hanya ikan kecil yang ditangkap, sementara pemain besar dibiarkan bebas. Kami mendorong KPK untuk bergerak cepat menyasar Deli Serdang dan daerah-daerah lain yang terindikasi terlibat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Bagus menekankan pentingnya membersihkan Sumatera Utara dari praktik korupsi.
“Sumatera Utara harus bersih dari korupsi! Kami mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya,” pungkasnya. (F08)
Bagikan berita ini :








