![]()
Stabat-
Komitmen jangka panjang yang saling menguntungkan antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menjadi syarat mutlak keberhasilan pendidikan vokasi.
Sebagai upaya mewujudkan link and match antara SMK dengan DUDI, sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK maka kemitraan strategis diantara kedua pihak perlu terus dibina dan diperkuat.
Menyikapi hal itu SMK Negeri 1 Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggelar Sarasehan refleksi pernikahan massal Dunia Usaha Dunia Industri dengan tema mencari peluang kerja bagi lulusan SMK, dengan menghadirkan sejumlah pelaku usaha maupun pelaku industri serta BUMN, Kamis (3/9).
Kepala SMK Negeri 1 Stabat Ilyas mengatakan, kegiatan pernikahan massal antara pihak sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kwalitas lulusan SMK Negeri 1 Stabat. Sehingga didapatkan solusi bagi siswa lulusan SMK Negeri 1 Stabat untuk mendapatkan pekerjaan. SMK Negeri 1 Stabat setiap tahun meluluskan 600 orang siswa.
“Jadi dunia usaha dan dunia industri tidak hanya menjadi tempat para siswa untuk praktek, namun juga mereka nanti bisa mendapat peluang pekerjaan di dunia usaha atau dunia industri, maupun usaha mandiri,” ujar Ilyas.
Dijelaskan Ilyas sesuai data BPS penyumbang pengangguran di Indonesia lebih banyak lulusan SMK. Untuk itu kita melakukan pernikahan massal ini untuk mengimplementasikan seperti apa yang disampaikan Dirjen Vokasi untuk menciptakan lapangan kerja maka harus ada pernikahan massal antara dunia sekolah dan dunia usaha atau dunia industri.
Sarasehan yang berlangsung satu hari itu diikuti oleh sepuluh pelaku usaha maupun industri dari berbagai jenis usaha, selain itu ada satu BUMN yang mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula SMK Negeri 1 Stabat. Karena masih pandemi COVID-19 seluruh peserta mengikuti protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, mengenakan masker dan juga menjaga jarak. (TP)
Share this content:






Comment