![]()
BNEWS.ID, Pakpak Barat – Di tengah suasana santai warung kopi Desa Pardomuan, Kecamatan STTU Julu, Kabupaten Pakpak Barat, Minggu (22/2/2026), Babinsa Koramil 07/Salak Kodim 0206/Dairi Sertu S. Boangmanalu tampak duduk bersama sejumlah warga dan pemuda. Tanpa atribut formal dan suasana kaku, ia memilih pendekatan sederhana: berbincang santai sambil ngopi. Namun di balik kesederhanaan itu, terselip misi penting menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari berbagai ancaman sosial.
Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Sertu Boangmanalu menyampaikan pesan-pesan pencegahan kenakalan remaja, bahaya narkoba, maraknya judi online, hingga pentingnya menangkal berita bohong (hoaks). Obrolan ringan itu menjadi sarana edukasi yang efektif karena pesan disampaikan secara persuasif dan membumi. Ia juga mengajak para pemuda menjaga kerukunan serta ketertiban lingkungan agar situasi desa tetap aman dan kondusif.
Salah seorang warga, Gaul Munthe, menilai kehadiran Babinsa di warung kopi memberi dampak positif. Menurutnya, suasana yang santai membuat komunikasi lebih cair dan terbuka. “Kegiatan Komsos di warung kopi bersama para pemuda ini merupakan metode pendekatan humanis untuk mempererat silaturahmi dan memantau situasi keamanan di desa. Sambil berbincang santai, Babinsa memberikan imbauan terkait pencegahan kenakalan remaja, bahaya narkoba, judi online, serta pentingnya menjaga kerukunan agar desa tetap kondusif,” ujarnya.
Interaksi langsung tersebut juga menjadi sarana deteksi dini terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan hadir dan mendengar secara langsung, Babinsa lebih mudah mengetahui dinamika pergaulan remaja maupun potensi gangguan keamanan di wilayah binaannya. Warung kopi pun berubah fungsi menjadi ruang dialog, tempat aspirasi disampaikan dan solusi dirumuskan bersama.
Secara terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A. Sagala menegaskan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian dari strategi pembinaan teritorial. Menurutnya, Babinsa harus mampu menyatu dengan masyarakat agar tercipta hubungan emosional yang kuat. “Dengan komunikasi yang intens dan persuasif, potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini. Kehadiran Babinsa bukan hanya menjaga wilayah, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk melindungi desa dari berbagai ancaman sosial,” tegasnya. (Bnews.id/PP)
Share this content:






Comment