![]()
BNEWS.ID KUALASIMPANG – Dua bulan setelah banjir besar melanda Kabupaten Aceh Tamiang, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) masih berada dalam kondisi rusak.
Sejumlah ruangan pimpinan hanya bisa difungsikan kembali melalui perbaikan darurat dengan cara “kanibalisme”, memanfaatkan sisa-sisa material dari bagian gedung lain yang telah hancur.
Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Syaiful Bahri mengatakan pola kanibalisme ini terpaksa dilakukan karena hingga kini belum ada anggaran yang dikucurkan.
Di sisi lain ruangan yang rusak parah harus segera diperbaiki demi berjalannya fungsi dan tugas legislatif.
“Kemarin bersama Wabup ada membahas tentang perbaikan, beliau bilang nanti menggunakan bantuan dari pemerintah. Tapi sejauh ini belum ada, sementara kami harus tetap bekerja,” kata Syaiful, Senin (9/2/2026).
Syaiful menjelaskan kerusakan terparah terjadi di lantai satu gedung.
Diperkirakan 95 persen bangunan di lantai tersebut rusak, sementara seluruh perlengkapan kerja mulai dari meja, kursi hingga peralatan kantor habis tak tersisa setelah terendam banjir.
Sekat ruangan berbahan kalsibot runtuh dan tidak dapat digunakan kembali.
“Kalau lantai dua, kerusakan bangunan sekitar 25 persen, tapi kerusakan barang mencapai 75 persen,” kata Syaiful.
Kerusakan juga meluas ke area luar gedung. Saiful Bahri menyebut sekitar 60 persen pekarangan kantor hancur, termasuk akses jalan dan trotoar di sekitar gedung DPRK.
Dalam kondisi tersebut, aktivitas sekretariat DPRK dipusatkan di ruang Panitia Anggaran (Panggar) berukuran sekitar 20×10 meter.
Ruangan itu, kata politisi Gerindra ini menampung berbagai aktivitas administrasi yang sebelumnya tersebar di sejumlah ruangan lain, memaksa pegawai bekerja dalam ruang terbatas.
“Kemudian untuk aktivitas sekretariat itu kita gunakan ruang panggar yang ukurannya itu sekitar 20 x 10 meter per segi,” ujar purnawirawan TNI tersebut. (FF)
Share this content:






Comment