Politik
Home » Mangapul Purba: Menhut dan Menteri ATR/BPN Jangan Biarkan PT TPL Terus “Berseteru” Dengan Masyarakat

Mangapul Purba: Menhut dan Menteri ATR/BPN Jangan Biarkan PT TPL Terus “Berseteru” Dengan Masyarakat

Loading

BNEWS.ID, Medan – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba SE MI Kom mengingatkan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid jangan membiarkan terus berlarut-larut terjadinya perseteruan PT Toba Pulf Lestari (TPL) dengan masyarakat, terkait tapal batas lahan konsesi dengan tanah  masyarakat.

 “Menteri Kehutanan dan Menteri ATR/BPN harus segera turun ke lapangan untuk menyelesaikan pertikaian antara PT TPL dengan masyarakat terkait tapal batas lahan konsesi dan tanah masyarakat,” tegas Mangapul Purba kepada wartawan, Selasa (30/9) di DPRD Sumut.

Penunjukan tapal batas  ini sangat  penting agar tidak terjadi lagi perseteruan atau  konflik berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat, karena persoalan tanah ini sudah sangat lama tidak terselesaikan oleh pemerintah.

Bagi Mangapul, pihaknya dalam hal ini tidak mencampuri  soal tutup-tidaknya  perusahaan besar PT TPL, karena itu sepenuhnya keputusan pemerintah pusat. Tapi yang terpenting saat ini, bagaimana  masyarakat tidak lagi merasa terganggu melakukan aktivitas pertanian di lahan yang diklaim perusahaan sebagai lahan konsesinya.

Ketua DPRD Medan Terima Audiensi Panitia Paskah Oikumene Pemko Medan 2026

Dijelaskan anggota dewan Dapil Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar ini, konflik antara PT TPL dan masyarakat  memang sudah lama terjadi. Masyarakat menuntut keadilan karena merasa tanah ulayat mereka telah diambil alih dan ditanami dengan tanaman industri. Penebangan hutan yang dilakukan perusahaan juga dinilai merugikan warga karena berdampak pada lingkungan dan mengurangi akses masyarakat terhadap hasil hutan.

Untuk meredam konflik tersebut, tandas Mangapul, pemerintah pusat Cq Menhut RI harus segera turun ke lapangan dan menunjukkan dengan jelas tapal batas konsesi yang sah. Ini sangat penting supaya masyarakat mengetahui mana lahan konsesi dan mana tanah masyarakat Kalau terus dibiarkan, konflik bisa semakin membesar,” katanya.

Politisi vokal itu  juga mengkritik sikap PT TPL yang terkesan mengabaikan aspirasi masyarakat, seharusnya  perusahaan harus lebih terbuka sesuai aturan, dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Jika perusahaan terus arogan, tuntutan masyarakat agar operasional TPL ditutup bisa semakin menguat.

Berkaitan dengan itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini  berharap pemerintah pusat tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini, untuk menengahi perselisihan dan mencari solusi yang adil bagi masyarakat. Jangan biarkan PT TPL  meninggalkan bom waktu bagi masyarakat

Pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan masalah sesuai ketentuan peraturan yang berlaku jangan sampai terjadi lagi konflik yang berkelanjutan, dan pemerintah jangan melakukan pembiaran dengan masalah tersebut. (F08)

Walikota Binjai Amir Hamzah Pengecut, Fraksi Gerindra: Pedagang Kecil Digusur Tempat Maksiat Dibiarkan

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share