![]()
Langkat –
Sebanyak 23 anggota pasukan pengibar bendera yang lolos seleksi dikabarkan terpapar covid-19. Padahal, mereka akan tampil pada pengibaran bendera pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 76 tahun pada Selasa (17/8).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas, Saiful Abdi membenarkan adanya anggota paskibra terpapar covid-19.
“Dari awal ketika mereka dinyatakan lolos dan masuk karantina, ada empat orang yang positif setelah diswab antigen, namun mereka sudah kita gantikan dengan cadangan dari tiap – tiap sekolah” kata Saiful ketika dikonfirmasi, Senin (16/8).
Sementara itu, jelang pengibaran bendera besok, petugas Paskibra kembali disweb antigen dan hasilnya 23 orang dari 58 petugas Paskibra dinyatakan positif Covid 19.
“Seiring waktu berjalan lebih kurang seminggu, kita mau pastikan jangan nanti di hari H mereka ada yang terpapar covid, maka kita swab antigen. Dan itulah hasilnya, 23 orang terpapar,” bebernya.
Ia menambahkan, mereka yang terpapar atas hasil swab antigen telah diinstruksikan atau diperintahkan oleh Bupati Langkat, H Terbit Rencana untuk menjalani isolasi dan mereka mengikuti paskib dengan secara virtual zoom.
Meski ada yang terpapar, namun tidak ada mempengaruhi pengibaran bendera besok, dan mereka yang terpapar tidak ikut dalam barisan, melainkan mengikuti kegiatan secara virtual.
“Kegiatan pengibaran bendera besok tetap berjalan, mereka nanti di hari H tetap mengikuti kegiatan melalui virtual zoom,” tambahnya
Lebih lanjut Saipul Abdi menegaskan bahwa kondisi 23 petugas paskibra dalam keadaan sehat.
“Mereka (23 terpapar) sehat, enggak ada demam, enggak ada batuk, enggak ada pilek, enggak ada dampak yang timbulkan. Tapi mereka antigen positif. Padahal peserta sangat ketat prosesnya dilokasi karantina digedung PKK Langkat, tapi mungkin kecapekan, dan kurang tidur,” tandasnya. (Tp)
Share this content:






Comment