Ragam
Home » METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

Loading

PENDAHULUAN
Metode penelitian sangat penting bagi penelitian atau bagi seorang peneliti, karena menentukan tercapai atau tidak tidak tercapainya tujuan suatu penelitian. Apabila peneliti menggunakan metode yang tepat, maka fakta atau kebenaran yang diungkap dalam penelitian akan dengan mudah untuk mempertanggung jawabkan. Metode penelitian dalam melakukan penelitian kita perlu mengikuti aturan atau kaidah yang berlaku, agar hasil dari penelitian yang diperoleh dapat dikatakan valid.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Maksud dari cara ilmiah ini adalah bahwasan kegiatan penelitian bersandar pada ciri-ciri keilmuan, yakni rasional, sistematis, dan empiris. Data yang dihasilkan haruslah memiliki kriteria tertentu, yaitu valid, reliable, obyektif.


PEMBAHASAN
Menurut Nazir (2005) penelitian adalah terjemahan dari kata inggris research yang berarti mencacari dengan arti sebenarnya adalah mencari kembali. Secara jelasnya penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran suatu peristiwa atau suatu pengetahuan denganmenggunakan metode ilmiah. Metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat serta desain yang digunakan. Metode penelitian memandu si peneliti tentang urutan-urutan bagaimana penelitian dilakukan. Metode penelitian mebicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan.
Menurut Suharsimi Arikunto (1989) metode penelitian adalah “cara berfikir, berbuat yang dipersiapkan dengan baik-baik untuk mengadakan penelitian, dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian”.
Moh. Nazir (2005) mengelompokkan metode penelitian dalam kelompok umum, yaitu :
a. Metode Historis
b. Metode deskripsi/survei
1. Metode survei
2. Metode deskriptif berkesambungan
3. Metode studi kasus
4. Metode analisis pekerjaan dan aktivitas
5. Metode studi komperatif
6. Metode studi waktu dan gerakan
c. Metode eksperimental
d. Metode grounded research
e. Metode penelitian tindakan
Mc, Milan dan Scumacher (2001) penelitian dibedakan atas dua pendekatan yaitu sebagi berikut:
1. Pendekatan penelitian kuantitatif
Pendekatan kuantitatif menekankan fenomena-fenomena obyektif dan dikaji secara kuantitaif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistic, struktur dan percobaan terkontrol.
Ada beberapa metode penelitian yang digunakan dari pendekata penelian ini sebagai berikut:
a. Metode desktiprif
Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditunjukkan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau.
Penelitian deskriprif bisa mendeskripsikan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variable-variabel bebas, tetapi menggambarkan suasu kondisi apa adanya. Menurut Nazir (2005) tujuan penelitian deskriptif untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat atau hubungan antar penomena yang diselidiki.
Menurut Whitney (1960), metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2010) bahwa metode deskriptif mengkaji bentuk aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, persamaan dan perbedaannya dengan fenomena yang lain. Salah satu contoh penelitian ini adalah penelitian deskriptif dibidang pendidikan dan kurikulum.

b. Metode survei
Menurut Nana Syaodih (2010) survei digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu-isu tertentu. Ada tiga karakteristik utama dari survei, yaitu:
1. Informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan bebrapa aspek tertentu.
2. Informasi dikupulkan melalui pengajuan pertanyaan dari suatu populasi.
3. Informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi.
Tujuan utama dari survei adalah menegetahui gambaran umum karakteristik dari populasi. Pada dasarnya yang ingin dicari peneliti adalah bagaimana anggota dari suatu populasi tersebar dalam suatu atau lebih variabel, seperti usia, etnis, jenis kelamin, agama, dan lain-lain.
c. Metode korelasional
Nana Syaodih (2010) penelitian ditujukan untuk menegatahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lainnya. Hubungan antara sutu denagan beberapa variabel lain dinyatakan dengan besarmya koefisien korelasi dan keberartian secara statistic. Adanya korelasi antara dua variabel atau lebih, tidak berarti adanya pengaruh atau hubungan sebab akibat dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Korelasi itu terbagi dua, yaitu sebagai berikut:
1. Korelasi positif
Korelasi positif berarti nilai yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan dengan nilai yang tinggi pada variabel lainnya.

2. Korelasi negatif
Korelasi negatif berarti nilai yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan dengan nilai yang rendah dalam variabel lainnya.

d. Metode komparatif
Nazir (2010) menjelaskan bahwa penelitian komperatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat dengan mnganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya atau munculnya suatu fenomena tertentu.
Tujuan dari penelitin komparatif adalah untuk menyelidiki hubungan salah satu variabel dengan variabel lainnya dengan hanya menguji apakah nilai variabel terikat dalam suatu kelompok berbeda dengan nilai variabel terikat dalam kelompok lainnya. Dengan kata lain, peelitian komparatif menguji perbedaan-perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam suatu variabel. Dalam metode komparatif, sering digunakan teknik korelasi, yaitu meneliti derajat ketergantungan dalam hubungan-hubungan antar variabel dengan menggunakan koofisien korelasi.
e. Metode ekperimental
Nana Syaodih (2010) penelitian eksperimental merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif. Mengapa dibilang yang paling murni, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan pada metode ini. Penelitian eksperimental merupakan penelitian laboratorium, walaupun bisa juga dilakukan di luar laboratorium, tetapi pelaksanaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian laboratorium, terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Metode ini bersifat validation atau menguji, yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lainnya. Variabel yang mempengaruhi dikelompokkan sebagai variabel bebas (independent variables), dan variabel yang dipenagruhi dikelompokkan variabel terikat (dependent variables).

Penelitian ini bersifat menguji, maka semua variabel yang diuji harus diukur menggunakan instrument pengukuran atau tes yang sudah distandardisasikan atau dibakukan. Pembakuan instrument dan pengolahan hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis statistic inferensial-parametik.

Untuk menguji apakah perubahan yang terjadi pada variabel terikat itu akibat dari perubahan pada variabel bebas, dan bukan karena variabel-variabel lainnya, maka semua variabel lain di luar variabel bebas harus dikontrol. Pengontrolan variabel dilakukan dengan menyamakan karakteristik sampel dalam variabel-variabel tersebut.

f. Metode ekspost fakto
Nana Syaodih (2020) penelitian ekspost fakto (expost facto research) meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian ini dapat dilakukan denagn baik, dengan menggunakan kelompok pembanding.

Tujuan penelitian expost facto research adalah untuk menyelidiki apakah kondisi yang sudah ada bisa jadi menyebabkan perbedaan lanjutan dalam kelompok subjek.
Pendekatan Penelitian kulitatif
Pengantar
Terkait sebuah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengungkap,memahami, menggali, mendekati subjek penelitiannya. Sejak awal, peneliti harus mampu menentukan pendekatan yang akan digunakan. Perubahan tetap dimungkinkan, bilaman: ibarat memancing: ukuran mata kail harus sudah dipilih dari awal terkait jenis/ ukuran ikan apa yang mau dipancing atau yang ada diperairan tersebut. Tapi umpan yang didapat diganti/ tukar (Mata pancing: Pendekatan, umpan: Teknik wawancara dsb).
Beberapa pendekatan penelitian dalam kualitatif adalah: studi kasus, fenomenologi, etnografi, grounded theory, biografi, dan lain sebagainya.

Studi Kasus
Kajian tentang pengalaman personal yang unik, yang tidak dimiliki oleh orang lain atau sekelompok orang lain. Kasus adalah suatu “sistem yan terbatas” –Louis Smith (1978).
Terbatas: tidak harus rumit, tapi pasti unik. Studi kasus: proses mengkaji kasus, hasil akhirnya adalah Hasil dari proses pengkajian.

Studi kasus akan berfokus pada kasus-kasus ekstrim/extraordinary. Unit analisisnya adalah kasus itu sendiri. Dapat berupa 1 individu, maupun beberapa individu yang memiliki kasus yang serupa. Contoh: para pelaku terror bom bali.
Jenis studi kasus: intrinsic case study dan instrumental study.

Intrinsic case study ditempuh oleh penelitian yang lebih memahami sebuah kasus tertentu. Kasus ini menarik minat peneliti sehingga diperlukan penggalian data untuk memahaminya secara detail. Tujuannya bukan untuk memahami konstruk abstrak atau fenomena umum tertentu, bukan untuk merumuskan suatu teori.

Sedangkan instrumental study digunakan untuk meneliti suatu kasus tertentu agar tersaji sebuah perspektif tentang isu atau perbaikan suatu teori. Dalam hal ini kasus minat utama, kasus memainkan peranan suportif, yang memudahkan pemahaman kita tentang sesuatu yang lain. Sering digunakan untuk mencari kesamaan/pola dari sebuah peristiwa yang sering muncul/ berulang.

Etnografi
Istilah Etnografi berasal dari kata ethno (bangsa) dan graphy (menguraikan). Etnografi, yang berakar dari antropologi adalah sebuah pendekatan yang digunakan untuk memahami cara orang-orang dalam 1 komunitas berinteraksi berinteraksi dan yang teramati dalam kehidupan sehari-hari. Etnografi digunakan untuk meneliti perilaku-perilaku manusia berkaitan dengan perkembangan teknologi komunikasi dalam setting sosial dan budaya tertentu.
Tujuan peneliti etnografi adalah:
1. Untuk memahami rumpun manusia. Dalam hal ini, etnografi berperan dalam menginformasikan teori-teori ikatan budaya, menawarkan suatu strategi yang baik untuk menemukan teori grounded.
2. Etnografi ditujukan guna melayani manusia yakni meyuguhkan solving bagi permasalahan dimasyarakat, bukan hanya sekedar untuk ilmu.
Ciri-ciri etnografi:
1. Observatory participant sebagai teknik pengumpulan data
2. Field Note memegang peranan penting
3. Jangka waktu penelitian yang relative lama, berada dalam setting tertentu
4. Wawancara yang mendalam dan tak terstruktur serta mengikutsertakan interpretasi penelitianya.
Grounder Theory
Bertujuan menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu. Situasi dimana individu saling berhubunga, bertindak, atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengenmbangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari.
Digunakan oleh peneliti yang tidak ingin memiliki asumsi/ dugaan awal trerhadap pertanyaan penelitiannya. Digunakan untuk penelitian yang terkendala oleh keterbatasan referensi/acuan. Digunakan untuk peneliti yang ingin meengembangkan sebuah teori berdasarkan hasil temuannya nanti. Sangat membutuhkan waktu dan melewati sebuah proses. Membutuhkan pengalaman, sehingga sering digunakan oleh para expert.


DAFTAR PUSTAKA
Hamdi, Asep Saepul. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi Dalam Pendidikan. Penerbit Deepublish (grup CV Budi Utama). Yogyakarta
https://ranahresearch.com/metode-penelitian-dan-jenis-metode-penelitian
Poerwandari E. Kristi. Pendekatan Kualitatif dalam penelitian Psikologi. LPSP UI. 1998

OLEH

Voni Ramadhani (1930103101)

voniramadhani2017@gmail.coms

Polres Binjai Ungkap Kasus Reskrim Dan Narkoba Kurun Waktu Januari s/d April 2026

Uchi Try Rahmadani (1930103097)

uchtry@gmail.com

Dr. Hj. Demina, M.Pd

(Dosen Mata Kuliah Metodologi IAIN Batusangkar)

Firman , M.Pd

Tangani Kasus Viral Secara Humanis, Polres Langkat Raih Penghargaan Komnas PA

(Dosen Mata Kuliah Metodologi IAIN Batusangkar)


Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share