![]()
Langkat – Dilangkat ada makanan khas yang selalu disajikan pada Bulan Puasa dan Lebaran. Manakan khas Langkat ini diberinama Halua. Halua makanan khas asal kabupaten langkat yang berasal dari aneka buah sayuran hingga cabai merah.
Ditengah wabah Covid19. Pemerintah melakukan himbauan untuk larangan mudik,
Namun larangan untuk mudik tersebut, tidak menyurutkan warga perantau untuk memesan manisan halua yang akan disajikan pada lebaran 1441 H nantinya.
Hal tersebut di sampaikan Erwin (45) pedagang manisan halua Sri Langkat yang berada di jalan zainul Arifin kecamatan stabat, kabupaten langkat saat di temui di lapak danganannya pada senin siang ( 27/4).
Erwin mengatakan ditengah covid 19, omset dangangan manisan halua miliknya justru meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, “ meski larangan mudik di himbau pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran wabah covid, justru pesanan manisan saya meningkat. Warga melayu perantu yang ada di luar daerah dan negri justru berburu manisan saya melakukan pemesanan melalui online, saat ini saya lagi sibuk melakukan pengemasan untuk memenuhi orderan dan selanjutnya di paketkan ke pembeli, untuk pengiriman pesanan halua milik saya biaya pengiriman di tangung oleh pembeli ” Tutur erwin.
Di lokasi toko Manisan Sri Langkat, anda bisa menemui berbagai jenis manisan haluwa dari bahan aneka buah, seperti pepaya,nenas , terong , asam glugur, labu , renda , kolang kaling , gundur , jagung wortel hingga daun pepaya dan manisan dari cabai merah.
Aneka manisan sayur tersebut di jual mulai dari 70 hingga 80 ribu rupiah hingga harga 120 ribu rupiah perkilonya. (Bnews – Hidayat)
Share this content:






Comment