Hukum
Home » Terkuak, Pengurus Parpol Lolos dan Masuk Cadangan Pertama KPID Sumut 2021-2024

Terkuak, Pengurus Parpol Lolos dan Masuk Cadangan Pertama KPID Sumut 2021-2024

Loading

Medan – Bnews.id: Kuasa hukum dari 8 calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024, Ranto Sibarani SH berang, setelah mendapati satu nama pengurus aktif partai politik (parpol) lolos dalam seleksi hingga ke tahap uji kelayakan di DPRD Sumut.

Parahnya, nama tersebut masuk ke dalam cadangan pertama pada kompetisi yang sudah mengabaikan uji publik tersebut.

Berdasarkan keterangan Ranto, nama yang dimaksud adalah Mekar Sinurat. Hasil seleksi tanpa kesepakatan maupun mufakat itu, Mekar yang hingga kini mengemban posisi Wakil Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia dari Partai Nasdem tersebut menduduki rangking ke-8.

Pernyataan tegas Ranto turut dibuktikan dengan menunjukkan SK DPP Partai Nasdem Nomor 330-Kpts/DPP-Nasdem/VII/2020 tentang Pengesahan Susunan Pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumteara Utara periode 2020-2024 yang ditetapkan di Jakarta pada 24 Juli 2020 dan diteken Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen Johnny G. Plate.

Polres Binjai Ungkap Kasus Reskrim Dan Narkoba Kurun Waktu Januari s/d April 2026

“Ini fatal sekali. Kader dan pengurus parpol bisa mencalonkan diri sebagai komisioner di KPID yang jelas-jelas lembaga negara independen. Padahal di awal pendaftaran sudah jelas tertulis calon komisioner KPID tidak boleh terdaftar sebagai pengurus parpol. Bahkan ada pakta integritas khusus soal itu yang diteken di atas meterai Rp10.000. Terlalu banyak masalah yang membuat hasil pemilihan 7 nama di rapat Komisi A yang berlangsung ricuh pada Sabtu (23/1/2022) itu sangat rentan digugat di PTUN,” ungkap Ranto di kantornya, Selasa (12/4/2022).

Ranto mengingatkan bahwa langkah paling bijak mengatasi kekisruhan pemilihan yang berantakan ini adalah kembali melakukan uji publik sesuai LAHP Ombudsman.

Sebab, selain masalah SK perpanjangan 2 calon petahana, teranyar juga ditemukan calon komisioner yang ternyata masih aktif sebagai pengurus parpol.

Ranto curiga masuknya nama Mekar Sinurat merupakan pesanan oknum tertentu di DPRD, sebagai kesepakatan untuk melenggangnya 2 calon petahana yang bermasalah yaitu Muhammad Syahrir dan Ramses Simanullang yang langsung ikut fit and proper test di DPRD. Padahal, kedua nama ini SK Perpanjangannya sudah dipermasalahkan sejak 2021 lalu oleh Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto.

“Terlalu banyak bau busuk yang kami cium dalam proses seleksi KPID 2021-2024 ini. Jika Rapim DPRD pada 14 April nanti tidak taat asas dalam mengambil keputusan politik, kami akan bongkar semua aroma busuk ini. Terlalu menyengat bau bangkainya,” tegas Advokat yang juga Tenaga Ahli Komisi A DPRD Sumut dari 2015-2019 tersebut.

Tangani Kasus Viral Secara Humanis, Polres Langkat Raih Penghargaan Komnas PA

Ranto mengingatkan DPRD tidak perlu malu untuk mengikuti LAHP Ombudsman karena sebagaimana amanat Undang-undang, Ombudsman adalah lembaga korektif. Kata Ranto, rekomendasi Ombusdman justru akan menyelamatkan wajah DPRD, dan paling penting menjauhkan legislator yang terlibat di dalamnya terjerat masalah hukum di kemudian hari.

Pihaknya sepakat bahwa LAHP Ombudsman adalah norma yang mereka pedomani dan mereka yakini sebagai landasan atas itikad baik pimpinan DPRD turun tangan dalam penyelesaian kisruh seleksi KPID.

“Jika penetapannya main kekerasan politik lagi, kami akan gugat ke PTUN, meminta pihak Ditkrimsus Polda Sumut menyurati Gubernur agar tidak melantik 7 komisioner terpilih karena ada 2 diantaranya sedang tahap lidik atas dugaan penggunaan anggaran negara secara tidak sah,” tegasnya. (rel)

Share this content:

Kelabui Polisi Dengan Bungkus Rokok, Seorang Pemuda Diboyong Satres Narkoba Ke Polres Binjai

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share