GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Peristiwa
Home » Pemkab Deli Serdang Tutup Mata, Korban Puting Beliung: “Peninglah Hidup di Negeri ini!

Pemkab Deli Serdang Tutup Mata, Korban Puting Beliung: “Peninglah Hidup di Negeri ini!

Permukiman Rumah Warga di Griya Permata IV Blok CC, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Mengalami Kerusakan Parah, Setelah Cuaca Ekstrem Disertai Angin Puting Beliung Menerjang Kawasan Tersebut
Permukiman Rumah Warga di Griya Permata IV Blok CC, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Mengalami Kerusakan Parah, Setelah Cuaca Ekstrem Disertai Angin Puting Beliung Menerjang Kawasan Tersebut. (Foto: Bnews.id)

Loading

Deli Serdang, BNEWS.ID – Cuaca ekstrem disertai angin puting beliung menerjang kawasan permukiman warga di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa hari lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama bagian atap yang diterjang angin kencang.

Salah satu kawasan yang terdampak berada di Griya Permata IV Blok CC, termasuk rumah warga di sekitar Blok CC No. 55. Atap rumah warga dilaporkan rusak dan seng berterbangan akibat kuatnya terpaan angin.

Namun, di tengah kondisi warga yang masih berjuang memperbaiki rumah dan menyelamatkan barang-barang yang terdampak, muncul keluhan terkait lambannya respons pemerintah daerah.

Warga korban bencana mempertanyakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi maupun pendataan terhadap rumah warga yang terdampak.

Pohon Tumbang Timpa Kendaraan di Rumah Ketua DPRD Medan, Erisda Hutasoit Buka Suara

Salah seorang korban cuaca ekstrem disertai angin puting beliung, Joko Susilo (57) merupakan warga Perumahan Griya Permata IV, mengaku kecewa karena setelah bencana terjadi, warga harus berjuang sendiri menghadapi kerusakan yang mereka alami.

“Pasca bencana alam angin puting beliung, jangankan bantuan masyarakat terdampak puting beliung dari Pemerintah Deli Serdang yang kami dapat, bahkan sampai saat ini mereka saja belum ada melihat kondisi rumah kami yang telah hancur,” kata Joko, dalam keteranganya. Minggu (23/08/2026) sore kepada awak Media.

Menurut Joko, pemerintah semestinya segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi warga, melakukan pendataan rumah yang rusak, serta menentukan kebutuhan penanganan dan bantuan yang diperlukan.

“Pemerintah Deli Serdang seharusnya cepat melihat warganya yang terkena musibah. Mereka kan ada BPBD, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Tapi apa yang terjadi, sampai hari ini nol yang ada. Warga juga yang harus berjuang sendiri menghadapi musibah ini. Peninglah hidup di negeri kita ini,” tegas Joko dengan nada kecewa.

Joko melanjutkan, kondisi korban semakin memprihatinkan karena hingga kini, menurut pengakuannya, belum terlihat perhatian maupun penanganan nyata dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan BPBD Deli Serdang terhadap kerusakan yang dialami warga.

Prabowo Percepat Bantuan Gempa NTT, 253 Ton Logistik Dikirim

Padahal, bagi korban bencana, kerusakan atap rumah bukan sekadar persoalan material. Rumah merupakan tempat berlindung keluarga sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga.

“Kami berharap pemerintah segera datang melihat kondisi warga yang terdampak. Ini bukan sekadar kerusakan biasa, karena menyangkut tempat tinggal dan tempat usaha kami serta keselamatan warga,” ujar Joko.

Rumah milik Joko sendiri juga digunakan sebagai tempat usaha kopi bernama Kafe Anak Alam. Kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung turut berdampak terhadap aktivitas usaha dan kehidupan sehari-hari keluarganya.

Ia mengatakan, kerusakan atap membuat rumah tidak lagi nyaman bahkan aman untuk ditempati, terlebih ketika hujan kembali turun.

“Atap seng rumah sudah hancur berterbangan dan kami juga tak bisa tidur, apalagi di saat musim hujan seperti saat ini. Cobalah pemerintah melihat kami di sini. Kami juga berharap adanya bantuan,” ungkapnya.

Program Presiden Prabowo Selaras dengan Kebijakan Pemko Medan, Pendidikan Jadi Fokus Berikutnya

Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir setelah bencana menjadi sorotan, tetapi benar-benar menunjukkan kesiapsiagaan sejak awal ketika masyarakat mengalami musibah.

Mereka meminta pemerintah segera melakukan pengecekan, pendataan tingkat kerusakan, memastikan keselamatan warga, serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan korban.

Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, waktu sangat berarti. Setiap hari mereka harus menghadapi kondisi rumah yang tidak layak, khawatir terhadap hujan susulan, serta memikirkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

“Kami hanya meminta pemerintah hadir. Datang lihat kondisi kami, data kerusakan kami, dan kalau memang ada bantuan, tolong disalurkan. Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah justru merasa sendirian,” harap Joko.

Menurut warga, kehadiran pemerintah di tengah situasi bencana bukan hanya persoalan bantuan material, tetapi juga bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Karena itu, warga korban puting beliung Griya Permata IV berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Angin puting beliung sudah menghancurkan atap rumah warga Griya Permata IV. Cobalah lihat kami. Kami berharap Pemkab Deli Serdang memberikan perhatian kepada warga yang terkena musibah,” tutup Joko. (Fahmi)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share