![]()
Medan, BNEWS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dr Sudaryono, B.Eng., MM., MBA., menjenguk salah satu siswi korban dugaan keracunan yang dirujuk dari Kabupaten Karo dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Minggu (16/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara H Muhammad Faisal Hasrimy, AP., M.AP., Kepala Regional BGN Provinsi Sumatera Utara Agung Kurniawan, serta Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara H Ihwan Ritonga, SE., MM.
Kedatangan rombongan BGN disambut langsung Direktur RSU Haji Medan dr Yulinda Elvi Nasution, M.Kes., bersama jajaran struktural rumah sakit.
Dalam pertemuan dengan keluarga korban, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa siswi tersebut. Ia menegaskan BGN bertanggung jawab atas penanganan dan evaluasi terkait peristiwa tersebut.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga atas kejadian ini. Kami bertanggung jawab sepenuhnya,” ujar Sudaryono.
Sudaryono juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan terhadap pihak-pihak terkait menyusul terjadinya peristiwa tersebut.
Minta Kondisi Pasien Dipantau Menyeluruh
Di hadapan keluarga, Sudaryono mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi korban. Ia mengatakan pasien diperlakukan layaknya anak sendiri dan berharap segera mendapatkan kesembuhan.
Ia juga meminta tim medis terus memantau kondisi kesehatan korban secara menyeluruh selama menjalani perawatan.
“Saya sangat sedih melihat kondisi pasien. Saya menganggap pasien ini seperti anak saya sendiri. Saya meminta kepada dokter agar kondisi kesehatannya terus dipantau secara menyeluruh,” katanya.
Pihak keluarga pun menyampaikan harapan agar kondisi anak mereka segera membaik dan dapat pulih seperti sediakala.
Biaya Perawatan Ditanggung melalui Skema UHC
Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono juga menanyakan kepada Direktur RSU Haji Medan mengenai skema pembiayaan perawatan korban.
Direktur RSU Haji Medan dr Yulinda Elvi Nasution menjelaskan bahwa biaya pengobatan pasien ditanggung melalui skema Universal Health Coverage (UHC) dalam Program Berobat Gratis (PROBIS) yang merupakan program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Mendengar penjelasan tersebut, Sudaryono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas perhatian dan dukungan terhadap korban.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara serta jajaran RSU Haji Medan yang telah memberikan penanganan kepada pasien.
BGN Jadikan Kasus sebagai Bahan Evaluasi
Sudaryono berharap kondisi korban segera pulih. Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami berharap kondisi pasien segera pulih. Peristiwa ini tentu menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap korban dugaan keracunan yang menjalani perawatan setelah dirujuk dari Kabupaten Karo. (Red)
Share this content:






Comment