![]()
Medan – Bnews.id: Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cerdas kepung gedung Pencawan School Jalan Bunga Ncole Raya, Kelurahan Kemenangan Tani, Medan Tuntungan, Sumatera Utara, Kamis (23/06/2022).
Dalam aksinya, masa membawa sejumlah poster dengan tulisan ” Cinta butuh perjuangan, pendidikan butuh kepastian. Bagaimana nasip ijazah kami,” tulisnya.
Perubahan akta pendirian yayasan yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Masty Pencawan dinilai telah menyalahi aturan dan ketentuan Undang-undang.
Ketua Yayasan Masty Pencawan dikabarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan akta otentik sesuai dengan pasal 263 dan 266 KUHPidana.
Dugaan kasus pemalsuan akta Yayasan Pencawan / Pencawan School telah dilaporkan oleh Risona Pencawan ke Polda Sumut sejak Tahun 2020, sesuai Nomor: LP/1474/VIII/2020/SUMUT/SPKT II, pada tanggal 7 Agustus 2020.
Kordinator Aksi Agus P. Aruan, menjelaskan bahwa saat ini Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan Medan sedang dalam proses hukum di Polda Sumatera Utara dalam kasus dugaan pemalsuan surat dan akte otentik yayasan tersebut.
Dugaan tersebut dilatar belakangi dengan permasalahan Yayasan Pendidikan Nasional Pencawan Medan saat ini sudah berubah nama menjadi Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan Medan.
” Kami mengingatkan seluruh adik- adik kami yang bersekolah di Pencawan School terutama masyarakat Medan Tuntungan khususnya warga Kota Medan agar lebih teliti dan jeli memilih sekolah. Perlu kami sampaikan saat ini bahwa awal sekolah ini dikelola Yayasan Pendidikan Nasional Pencawan Medan, tapi saat ini sudah menjadi Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan Medan. Dan perubahan ini masih dalam proses hukum di Polda Sumatera Utara ,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Heri Oktapian Sihombing mewakili massa mengatakan Ketua Yayasan Masty Pencawan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
” Atas dasar ini kami mendesak agar Dinas Pendidikan Kota Medan maupun Propinsi agar segera mengambil sikap atas persoalan ini.Karena hal ini sudah merusak citra pendidikan ,” tegasnya.
Lebih lanjut heri menuturkan bahwa pihaknya mendesak agar ketua yayasan dapat segera menyelesaikan konflik yang terjadi.
” Ketua yayasan Pencawan School perlu mengambil sikap demi menjaga citra pendidikan Indonesia khusunya Sumatera Utara ,” tutur Heri.
Raport dan ijazah yang dikeluarkan Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan diduga bermasalah.
” Jangan korbankan nasib siswa/i atas persoalan Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan. Berikan kejelasan nasib ijazah dan raport para siswa /i yang sudah dikeluarkan karena tidak sah. Jadi jangan lakukan pembodohan kepada masyarakat ,” jelasnya.
Tidak hanya itu, massa juga mendesak Poldasu melalui Kapoldasu agar dapat bertindak cepat .
” Jangan melakukan pembiaran atas adanya kejahatan inj kami mendesak Poldasu segera bertindak ,” katanya seraya mempertanyakan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS).
Aksi massa yang berlangsung didepan gerbang Pencawan School yang dijaga oleh aparat kepolisian diterima Riatem Sitepu, Staf Pencawan School yang mengatakan bahwa pimpinan sedang berada di Poldasu.
” Ketua Yayasan tidak ada saat ini karena ada undangan dari Polda. Apa yang menjadi tuntutan saudara segera kita sampaikan , bila ada keberatan ijazah silahkan lapor karena kita sah berdasarkan SK dari Dinas Pendidikan termasuk dana Bos juga sah. Dan seluruh proses hukum dari pihak kepolisian yang ada kita masih koperatif ,” bebernya.
Aksi yang berlangsung kurang lebih satu jam ini akhirnya bubar dan massa akan menyatakan akan melakukan aksi lanjutan ke Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara agar persoalan tersebut tuntas.
” Dimana sah ijazah karena ada perbedaan antara logo dan stempel.Ini akan kita pertanyakan ke Disdik Sumut ,” tutupnya. (Dodi Kurniawan).
Share this content:






Comment