![]()
Tasikmalaya, BNEWS.ID – Bagi warga Kampung Babakan Cikadu, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, jembatan bukan sekadar infrastruktur penghubung. Jembatan merupakan akses vital yang memudahkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mengangkut hasil panen, berangkat ke sekolah, hingga menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, BSI Maslahat mendukung pembangunan Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan melalui bantuan senilai Rp250 juta. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perhutani.
Jembatan tersebut menghubungkan Kampung Babakan Cikadu, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya dengan Kampung Sinargalih, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Kalau dulu mau menyeberang harus turun ke sungai lalu menggunakan rakit bambu. Rasanya khawatir karena arus sungainya cukup deras. Sekarang aktivitas jadi jauh lebih mudah. Warga yang bekerja, berjualan, maupun anak-anak yang berangkat ke sekolah semuanya sangat terbantu. Terima kasih BSI Maslahat,” ujar Cucu, salah seorang warga Desa Cilolohan. Kamis (09/07).
Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu atau memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh. Kondisi tersebut membatasi mobilitas warga, terutama para petani yang mengangkut hasil panen serta anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah.
Berdasarkan hasil asesmen program, Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat. Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan hingga sekitar 120 menit melalui jalur Sukaraja untuk mencapai pusat aktivitas ekonomi. Kini, dengan adanya jembatan tersebut, waktu tempuh dapat dipangkas menjadi sekitar 45 menit.
Jembatan ini memiliki panjang sekitar 65 meter dengan lebar 1,2 meter dan diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 5.000 jiwa. Selain dapat dilalui pejalan kaki, jembatan juga dapat digunakan oleh kendaraan bermotor roda dua sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih aman, cepat, dan nyaman.
Mayoritas warga di kawasan tersebut berprofesi sebagai petani dan peternak. Oleh karena itu, keberadaan jembatan berperan penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan peternakan, menekan biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat.
Perhutani KPH Tasikmalaya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan warga.
Sementara itu, BSI Maslahat berharap Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan dapat menjadi infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Melalui program ini, BSI Maslahat terus berkomitmen mengelola amanah umat secara profesional, akuntabel, dan memberikan dampak yang berkelanjutan, sehingga setiap kebaikan yang dititipkan para donatur dapat tumbuh menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. (Red)
Share this content:






Comment