![]()
BNEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026) hingga pukul 09.51 WIB. IHSG tercatat berada di level 7.527,49 atau turun 66,62 poin setara 0,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.594,11.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 7.560,28 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi 7.568,99. Namun, tekanan jual membuat indeks berbalik arah dan terus bergerak di zona merah, bahkan sempat menyentuh level terendah harian di 7.518,15.
Pelemahan yang terjadi sejak awal sesi menunjukkan masih kuatnya tekanan di pasar, yang berlanjut hingga mendekati akhir perdagangan sesi pagi.
Sejalan dengan pergerakan IHSG, sektor energi juga mengalami tekanan signifikan. Indeks sektor energi tercatat turun 70,23 poin atau 1,70 persen ke level 4.056,75.
Sejumlah saham energi mayoritas bergerak melemah. Saham Bayan Resources terkoreksi 2,03 persen ke level 12.050, disusul Transcoal Pacific yang turun 2,88 persen ke level 11.800, serta Adaro Andalan Indonesia yang melemah 1,60 persen ke level 10.775.
Tekanan paling dalam dialami oleh Dian Swastatika yang anjlok 14,07 persen ke level 2.810. Sementara itu, RMK Energy Tbk turun 2,43 persen ke level 3.210, dan Sillo Maritime Perdana terkoreksi 1,61 persen ke level 3.660.
Meski mayoritas melemah, sejumlah saham energi masih mencatatkan penguatan. Petrosea naik 2,88 persen ke level 6.250, Rukun Raharja menguat 3,05 persen ke level 4.730, serta Raharja Energi Cepu naik 2,68 persen ke level 6.700.
Selain itu, Indo Tambangraya Megah menguat tipis 0,19 persen ke level 26.125, diikuti Golden Energy Mines yang naik 0,61 persen ke level 8.300, serta Indika Energy yang menguat 1,45 persen ke level 3.490.
Kondisi ini mencerminkan pergerakan sektor energi yang cenderung variatif di tengah tekanan pasar, meskipun secara keseluruhan masih berada dalam tren pelemahan pada awal perdagangan hari ini. (F08)
Share this content:






Comment