GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Hari ke 14 Pencarian ANAK Hilang di Langkat Kerahkan Eskavator

Hari ke 14 Pencarian ANAK Hilang di Langkat Kerahkan Eskavator

Loading

Langkat-

Pencarian terhadap 3 anak yang hilang misterius di dusun Pulka desa Naman jahe kecamatan Salapian Kabupaten Langkat masih terus dilakukan. Hari ini merupakan pencarian hari ke 14. 


Kali ini ratusan warga dan polisi kembali menyisir areal perkebunan kelapa sawit milik PT Langkat Nusantara Kepong yang berbatasan dengan dusun Pulka. Penyisiran dipimpin oleh kapolsek Salapian Iptu Sutrisno.


Setelah melakukan briefing, Kapolsek langsung membagi bagi tim yang terdiri dari polisi, warga dan relawan untuk menelusuri kawasan yang berbeda di dalam perkebunan. ” Jika sebelumnya penyisiran dilakukan dari arah barat ke timur, kali ini dari utara ke selatan” Ujar Iptu Sutrisno.

5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang Saat Liput Anak Gunung Krakatau

Hal ini dilakukan untuk mencari kemungkinan keberadaan ketiga bocah yang sedang dicari yang mungkin terlewatkan saat pencarian sebelumnya. Pencarian juga dilakukan secara lebih detail.


Selain mencari langsung dengan cara penyisiran, pencarian juga dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat jenis eskavator milik PT Langkat nusantara Kepong. Alat berat ini untuk menggali kembali tumpukan tanah bekas galian parit yang dibuat pada saat ketiga anak itu hilang. 


” Jadi muncul dugaan jika ketiga anak tersebut tertimbun di dalam tanah bekas galian parit di sekitar lahan perkebunan PT LNK” ujar Kapolsek Salapian Iptu Sutrisno. Tidak semua lokasi timbunan tanah bekas galian yang dibongkar ulang, namun hanya beberapa titik saja yang dibuat pada hari Minggu 18 Oktober 2020 tepat di hari ketiganya hilang.


Hilangnya tiga orang anak asal dusun Pulka Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian ini menghebohkan warga. Ketiganya hilang usai melihat eskavator milik PT LNK bekerja membuat parit di sekeliling perkebunan yang hanya berjarak 50 meter dari rumah mereka.


ketiga bocah itu yakni Yogi Tri Herlambang, nizar Auvar Reza dan Alfisa Zahra. Polisi kesulitan menemukan ketiganya karena minimnya jejak, barang bukti dan keterangan yang valid.

Aklamasi! Gus Irawan Kembali Nahkodai HKTI Sumut, Ini Fokus Besarnya 2026 – 2031


Satu satunya keterangan yang valid yang dimiliki polisi adalah keterangan warga bernama ibu evi yang melihat ketiganya sedang berjalan dipinggir jalan desa menuju lokasi pembuatan parit di lokasi kedua. (Endang)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share