![]()
Madina, BNEWS.ID – Gempa bumi tektonik bermagnitudo M4,5 mengguncang Kabupaten Mandailing Natal dan sekitarnya, Sumatera Utara, pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 21.06.05 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 1,06° LU dan 98,40° BT, atau sekitar 79 kilometer timur Nias, Sumatera Utara, dengan kedalaman 37 kilometer.
BMKG menyebut, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas megathrust.
Getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di wilayah Panyabungan, Mandailing Natal, dengan skala intensitas II MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.
Meski gempa sempat dirasakan warga, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.
BMKG: Belum Ada Gempa Susulan
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
Hingga pukul 21.32 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai gempa bumi hanya dari kanal resmi BMKG.
Informasi resmi BMKG dapat diakses melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, termasuk media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, kanal InaTEWS, serta aplikasi resmi BMKG.
Pernyataan tersebut disampaikan atas nama Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) Wilayah, Dr. Hendro Nugroho, ST., M.Si.
Masyarakat di Mandailing Natal dan wilayah sekitarnya diimbau tetap waspada, namun tidak perlu panik. Informasi mengenai perkembangan gempa maupun potensi gempa susulan sebaiknya selalu merujuk pada pembaruan resmi BMKG. (*)
Share this content:






Comment