GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Peristiwa Politik
Home » Bobby Nasution Copot Jabatan Puji Latuperissa, Ini Penyebabnya ?

Bobby Nasution Copot Jabatan Puji Latuperissa, Ini Penyebabnya ?

Loading

BNEWS.ID, Medan – Herly Puji Mentari Latuperissa akhirnya angkat suara setelah resmi dicopot Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dari jabatannya sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sumut. Dengan tenang, perempuan yang akrab disapa Puji ini menyatakan menerima keputusan tersebut, tanpa sedikit pun menunjukkan sikap perlawanan.

Baginya, keputusan pimpinan adalah perintah yang wajib dihormati. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia tetap berpegang pada nilai pengabdian, kesetiaan, dan loyalitas yang selama ini menjadi pedoman hidupnya.

“Saya menerima semua keputusan itu. Saya menghormati dan akan tetap menjalaninya,” ujarnya dengan nada datar namun mantap, saat ditemui sejumlah wartawan di Medan, Jumat (19/9/2025) kemarin.

Pencopotan itu membuat Puji harus meninggalkan jabatan struktural yang pernah ia duduki. Kini, ia ditempatkan sebagai staf di UPT Wilayah I Dinas Tenaga Kerja Sumut. Meski harus memulai dari posisi berbeda, Puji mengaku siap beradaptasi.

Bengkulu Diguncang Gempa Bumi Tektonik M5,3

“Dalam core values berakhlak ada poin adaptif, artinya siap mengabdi di mana saja. Saya akan menyesuaikan diri dengan tugas baru dan berharap bisa memberi semangat serta warna baru untuk mendukung program Sumut Berkah,” tuturnya.

Kalimat itu seolah menjadi penegasan bahwa dirinya memilih melihat ke depan, ketimbang menoleh ke belakang.

Pencopotan Puji bukan tanpa alasan. Hasil pemeriksaan Inspektorat Sumut menyebutkan adanya sejumlah pelanggaran yang dilakukan selama ia menjabat. Mulai dari hal sepele, seperti bermain ponsel saat Gubernur memberi pengarahan, hingga dugaan penyalahgunaan wewenang: melakukan pungutan di luar ketentuan, meminta sesuatu yang berkaitan dengan jabatan, serta mewajibkan tamu membawa kado dalam acara pribadi.

Tak hanya itu, Puji juga diduga memerintahkan tenaga outsourcing membersihkan rumah pribadinya di luar jam kerja tanpa upah, bahkan disebut melakukan kekerasan verbal maupun fisik kepada bawahan.

Deretan tuduhan itu ditambah dengan langkahnya mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Pemko Medan tanpa izin pejabat pembina kepegawaian. Semua catatan inilah yang kemudian menjadi dasar Gubernur Bobby Nasution menurunkan jabatan Puji menjadi staf, sesuai keputusan tertanggal 10 September 2025.

Kelistrikan Padam, PLN UID Sumut Turunkan Tim dan Imbau Warga Tetap Tenang

Namun, ketika ditanya soal hasil pemeriksaan Inspektorat, Puji memilih berhati-hati. “Itu ranah Inspektorat. Silakan ditanyakan langsung ke sana. Yang kenal saya, yang pernah bekerja sama dengan saya, tentu tahu bagaimana saya sebenarnya,” ucapnya singkat.

Bagi sebagian orang, penurunan jabatan adalah tamparan keras yang bisa mematahkan semangat. Namun Puji memilih untuk berdiri tegak. Ia menegaskan akan tetap mengabdi, di manapun ditempatkan.

Harapannya sederhana, agar keberadaannya di UPT Wilayah I Disnaker bisa memberi kontribusi positif. “Saya ingin tetap memberi warna baru, semangat baru, untuk mendukung kolaborasi Sumut Berkah,” katanya.

Pernyataannya menggambarkan sosok ASN yang mencoba bertahan di tengah badai. Walau namanya kini terseret dalam sorotan publik, Puji seakan ingin membuktikan bahwa loyalitas seorang abdi negara tidak berhenti hanya karena jabatan dicopot.

Kisah Puji Latuperissa menjadi potret bagaimana dinamika birokrasi berjalan. Dari puncak jabatan hingga kembali menjadi staf, semua bisa terjadi hanya dalam hitungan hari. Namun sikap menerima dan kesiapan beradaptasi yang ia tunjukkan, memberi pesan bahwa pengabdian seorang ASN bukan soal jabatan, melainkan soal komitmen menjalankan tugas di manapun ia ditempatkan. (F08)

Residivis Narkoba Kembali Diciduk Satresnarkoba Polres Binjai

Foto : infosumut.id

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share