![]()
Langkat –
Diduga Karena tidak didampingi trainer dari pihak pengadaan barang, perangkat Polymerase Chain Reaction (PCR) Mobile tes Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Langkat seharga Rp2,4 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, rusak dan tidak bisa digunakan.
Informasi yang diperoleh hingga saat ini mobil Toyota Hi-Ace baru buatan tahun 2020 dan alat PCR belum dapat dioperasikan oleh Dinkes Langkat. “Padahal baru aja serah terima dan sudah dibayar lunas Rp2,4 miliar. Dalam waktu sebulan dah rusak alat itu,” ungkap sumber via pesan tertulisnya, Senin (15/3) pagi.
Kerusakan PCR tes itu, diketahui saat Dinkes Langkat melakukan swab tes kepada personil Polres Langkat beberapa waktu lalu, dengan hasil semua petugas kepolisian itu positif Covid-19. Namun, saat sampel swab dibawa ke RS Adam Malik Medan, hanya 6 orang personil Polres Langkat yang positif Corona.
Ironisnya, diduga karena kelalaian Dinkes Langkat itu, PT Giri selaku vendor justru diminta untuk mengganti unit PCR tes yang rusak.
“Kapan PCR tes bisa dioperasikan kembali, mengingat pandemi Covid-19 di Sumut, khususnya di Kabupaten Langkat belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Hingga kini, kami belum melakukan pemasangan PCR yang baru. Kalau pun ada dipasang, kami gak tau itu alat dari mana,” ungkap sumber tersebut.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinkes Langkat Limin Ginting menyatakan, karena hasil yang kurang akurat tersebut, pihaknya telah meminta ke PT Giri untuk melakukan kalibrasi PCR tes itu sejak pertengahan Februari 2021. “Pada 12 Maret kemarin sudah dipasang di mobil PCR. Hari ini dilaksanakan uji fungsi sekaligus training petugas lab Dinkes,” pungkas Limin.
Pernyataan Limin itu justru terkesan bertolak belakang dengan Plt kadis kesehatan Langkat, dr juliana saat dikonfirmasi wartawan di rumah dinas sekda Langkat yang mengakui kalau alat PCR tes tersebut rusak. Ia juga mengakui bahwa belum ada pegawai dinas kesehatan yang menjalani training penggunaan alat.
“Jadi rusaknya sebelum saya menjabat sebagai plt kadis kesehatan Langkat” Ujarnya.
Dirinya juga sudah meminta penggantian alat kepada vendor yakni PT giri. Pihaknya juga telah menyiapkan 7 orang pegawai dinas kesehatan untuk mengikuti training penggunaan alat.
Hingga saat ini, mobil Toyota Hi-Ace dengan PCR tes yang seharusnya digunakan untuk melakukan pelayanan, masih parkir di gudang farmasi dinkes Langkat. (Endang)
Share this content:






Comment