![]()
Asyekh. H. Irfansyah mundur dari Tuan Guru Besila Babulussalam. Bukan tanpa alasan, kemunduran Irfan dari Tuan Guru tidak bisa di kaji secara syariat bagi orang awam. Namun kemunduranya mencerminkan sosok seorang sufi yang rendah hati.
Lebih dalam lagi, dikaji secara syariat seorang Tuan Guru mampu mengemban amanahnha. Namun ketika sudah bersentuhan langsung dengan hakikat, beliau mengundurkan diri karena ada alasan yang sangat kuat. “hanya saya dan Allah yang tahu”, ucap irfansyah.
Dari sisi jabatan, menjadi tuan guru tidak seperti menjadi pemimpin Negara seperri Gubernur, Bupati, OKP ,Ormas, bahkan organisasi lain nya. Menjadi tuan guru sangatlah berat,karena langsung bersentuhan dengan tuhan,jelasnya.
Kemunduran tuan guru melambangkan kesucian Tariqat Naqsyabandiah, hal ini tidak sembarangan orang yang bisa memimpin jabatan tersebut.
ASYEKH.H.DRS.ZIKMAL FUAD menggantikan posisi tuan guru kedepanya. Di kaji dari ilmu syariat yang di miliki nya sangat lah mempenghuni, trekrecord dalam ilmu tariqat tidak bisa di ragukan lagi.
Beliau berhasil memasukkan mata kuliah tariqat naqsyabandiah menjadi mata kuliah di Universitas kebanggaan Malasya.

Beliau sering mengisi ceramah di beberapa mesjid ternama di Malaysia dan beliau berteman dekat dengan UAS(ust.abdul somad lc.ma)
Terkait kemunduran Irfansyah, beliau berpesan kepada seluruh masyarakat “kalau kita ingin tahu isi rumah seseorang, silahkan masuk di dalam nya. Jangan menjustivikasi dari luar, karena ketika kita melihat dari luar akan lahir setigma setigma buruk terhadap rumah tersebut. Luar buruk, belum tentu di dalam juga buruk, tutupnya.
Share this content:




Comment