![]()
BNEWS.ID, Medan – Perjuangan pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali bergelora. Dimana Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) menggelar Konsolidasi Perjuangan Provinsi ALA.
Konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi baru mengakat tema “Saudara Kami Pejuang dan Srikandi Aceh Leuser Antara Bersatu Mewujudkan Pemekaran Provinsi Baru Aceh Leuser Antara yang berlangsung, sabtu 4 s/d minggu 5 oktober 2025 di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/10/2025) pagi.
Pastinya kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah dan memperkuat tekad masyarakat kawasan tengah dan tenggara Aceh yang selama ini mendambakan lahirnya Provinsi ALA. Dimana para tokoh penting menilai, perjuangan kini memasuki babak baru yang semakin mendapat angin segar di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam acara tersebut, tokoh ALA Drs. H. Syahbudin BP, MM bersama Nilawati Mustafa M. Tamy memimpin prosesi pengukuhan pengurus KP3ALA pusat dan daerah. Pengukuhan ini menjadi simbol semangat baru sekaligus penguatan struktur organisasi untuk melanjutkan perjuangan menuju pemekaran wilayah Aceh.
Pada konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi baru ini. Ketua Umum KP3ALA Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, menjelaskan bahwa konsolidasi dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Nilawati Mustafa M. Tamy (istri almarhum mantan Bupati Aceh Tengah), Prof. Dr. Rahmat Salam (Ketua Umum KP3ALA Pusat), Armen Desky (Ketua Dewan Pembina KP3ALA Pusat), serta Drs. H. Syahbudin BP selaku inisiator utama gerakan ALA dan tokoh penting lainnya.
“Forum ini, dibahas berbagai agenda strategis, mulai dari pengukuhan pengurus, penyusunan rencana aksi, hingga langkah-langkah memperkuat sinergi lintas daerah untuk memperjuangkan pembentukan Provinsi ALA di tingkat nasional,” sebut Zam Zam Mubarak.

Acara Konsolidasi Perjuangan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) di Medan, Sumatera Utara.
Sementara itu, selaku inisiator utama gerakan Aceh Leuser Antara (ALA) Drs. H. Syahbudin BP menjelaskan pemekaran Provinsi baru Aceh Leuser Antara bukan sekadar wacana politik, melainkan kebutuhan nyata untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat aceh.
Dimana Aceh wilayah begitu luas, sebanding dengan empat provinsi di Pulau Jawa dan meski Aceh telah menikmati dana otonomi khusus hampir dua puluh tahun, akan tetapi tingkat kemiskinan di provinsi Aceh saat ini masih menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera.
“Wilayah Aceh begitu luas, sebanding dengan Pulau Jawa. Kondisi hari ini, kedepannya pengelolaan potensi sumber daya alam menjadi tidak maksimal. Karena itu, pembentukan Provinsi ACEH LEUSER ANTARA adalah solusi realistis untuk pemerataan pembangunan bagi masyarakat Aceh akan datang,” Tegas Drs. H. Syahbudin BP dalam sambutannya.
Selaku inisiator utama gerakan Aceh Leuser Antara Ia menegaskan, kawasan ALA memiliki potensi besar yang bisa menjadi penopang ekonomi nasional. Sebab wilayah ini dikenal dengan kekayaan alam yang sangat melimpah.
“Kita lihat saat ini kawasan konservasi Gunung Leuser, Kopi Arabika Gayo telah mendunia, hingga hasil kakao berkualitas tinggi. Potensi tersebut diyakini dapat menjadikan Provinsi Aceh Leuser Antara menjadi salah satu provinsi unggulan di Indonesia,” sebutnya.
“Selain aspek ekonomi, kawasan ALA juga memiliki nilai historis dan strategis tinggi. Sejak masa kerajaan hingga era perjuangan kemerdekaan, daerah ini telah menjadi poros penting dalam mempertahankan kedaulatan bangsa,” ucap Drs. H. Syahbudin BP.
Drs. H. Syahbudin BP menegaskan melalui konsolidasi ini, KP3ALA berharap perjuangan panjang masyarakat ALA serta para tokoh penting dapat segera mendapat perhatian serius dan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Dengan semangat perjuangan masyarakat ALA serta para tokoh penting lainya dengan tekad yang bulat, cita-cita membentuk Provinsi Aceh Leuser Antara atau ALA diyakini semakin dekat dan menjadi kenyataan,” tutup Drs. H. Syahbudin BP, pada konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi baru itu. (F08/Lan)
Share this content:





Comment