October 17, 2021

Berita Online

Terkini mengabarkan

Agita Pasaribu : Tidak Semua Bentuk Pelecehan Meninggalkan Bekas Fisik

2 min read

BULLYID.org sebagai organisasi non pemerintah yang berfokus pada memberikan dukungan kepada korban kejahatan siber dan membantu korban mengidentifikasi kasus yang dialaminya dengan sistem live chat secara gratis yang tersedia lewat laman website BULLYID.

BULLYID memiliki visi untuk mendistribusikan akses bantuan dukungan mental maupun pendampingan legal yang setara bagi masyarakat indonesia. BULLYID
bekerjasama dengan Halo Jiwa yang merupakan komunitas non profit yang
mempromosikan kesehatan mental akan menyediakan tenaga ahli dari sisi psikologis berupa live chat lewat platform bullyid.org.

Dimana dalam kerjasama ini, BULLYID juga
bekerjasama dengan para tenaga ahli dari psikolog dan pengacara akan memberikan live chat support secara gratis yang berlangsung sejak tanggal 17 – 31 Agustus 2020.

Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Indonesia, BULLYID sebagai organisasi yang diciptakan oleh anak bangsa turut serta berpartisipasi dengan meluncurkan program terbarunya yakni Revenge Porn Help Centre pada 17 Agustus 2020.

Revenge Porn Help Centre dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kejahatan seksual siber yang BULLYID terima selama masa pandemi COVID-19. Berangkat dari permasalahan tersebut, BULLYID
tengah membahas kerjasama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber (DITTIPIDSIBER).

Bareskrim Polri lewat program Revenge Porn Help Centre yang akan membantu dan
melindungi korban kekerasan seksual lewat 1 langkah mudah. Lewat laman website
bullyid.org korban dapat mengisi formulir online yang tersedia dan bisa mengirimkan bukti kekerasan seksual berupa screenshot.

Selanjutnya, BULLYID langsung meneruskan laporan ke DITTIPIDSIBER BARESKRIM POLRI untuk dapat ditindaklanjuti,dalam proses tersebut BULLYID akan mengupdate laporan korban melalui email secara berkala.

Agita Pasaribu, selaku founder dari BULLYID 16/8 menyatakan “Tidak semua bentuk pelecehan meninggalkan bekas fisik. Jika masyarakat kita tidak menyadari bahaya dari cyberbullying, penderitaan ribuan penyintas yang terpaksa diam akan terus berlanjut”, ucapnya.

BULLYID terus berupaya memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang online abuse di indonesia dan memberikan layanan live chat support sebagai sistem pendukung bagi korban kekerasan online khususnya kekerasan seksual. (Bnews – Dodi Kurniawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *