![]()
Simalungun, BNEWS.ID – Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, Tim Operasi SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Suwanda (19), korban yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Kapasuk, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Korban ditemukan pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 16.21 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.
Suwanda sebelumnya dilaporkan hanyut saat memancing di Sungai Kapasuk pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Danau Toba segera mengerahkan personel serta berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR untuk melakukan operasi pencarian.
Sejak hari pertama, Tim SAR Gabungan melakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari penyisiran bantaran sungai, pencarian melalui jalur air, hingga penggunaan Drone Thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara. Namun hingga hari kedua, pencarian belum membuahkan hasil sehingga area operasi diperluas ke arah hilir sungai.
Memasuki hari ketiga, seluruh personel kembali melaksanakan briefing pada pukul 08.00 WIB sebelum dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan pencarian.
SRU I melakukan penyisiran udara menggunakan Drone Thermal hingga enam kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian. SRU II menyisir bantaran sungai melalui metode scouting darat dengan jangkauan yang sama. Sementara SRU III melakukan metode intercept menggunakan jaring di kawasan Desa Bayu Bagas guna mengantisipasi korban terbawa arus.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.21 WIB, korban ditemukan mengapung sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi jenazah menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Operasi pencarian ini merupakan wujud sinergi seluruh unsur Tim Operasi SAR Nasional yang sejak hari pertama terus berupaya maksimal menemukan korban. Berbagai metode pencarian kami terapkan, mulai dari penyisiran darat, penggunaan Drone Thermal, hingga metode intercept di sepanjang aliran sungai.
“Meskipun menghadapi karakteristik sungai dan arus yang cukup kuat, seluruh personel tetap bekerja secara profesional, terukur, dan mengutamakan keselamatan. Alhamdulillah, pada hari ketiga korban berhasil ditemukan.
“Atas nama keluarga besar Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat yang telah bersinergi sehingga operasi ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Hery Marantika.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Danau Toba, Polsek Tanah Jawa, Koramil 10/Tanah Jawa, BPBD Kabupaten Simalungun, pemerintah setempat, relawan, keluarga korban, serta unsur pendukung lainnya.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia di Sungai Kapasuk resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing setelah pelaksanaan debriefing, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama operasi berlangsung. (*)
Share this content:






Comment