Kesehatan
Home » Kisah Budi, Penyandang Disabilitas di Dapur Makan Bergizi Gratis

Kisah Budi, Penyandang Disabilitas di Dapur Makan Bergizi Gratis

Budi Setiawan Seorang Penyandang Disabilitas Sedang Membersihkan Dapur Makan Bergizi Gratis. (Foto: Istimewa)

Loading

Karanganyar, BNEWS.ID – Budi Setiawan (27) datang lebih awal ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Statusnya sebagai penyandang disabilitas tidak menghalanginya menjalankan tugas utama membersihkan setiap sudut dapur.

Bagi Budi, pekerjaan sebagai petugas kebersihan bukan sekadar rutinitas. Ini adalah kesempatan yang telah lama ia nantikan. Ia percaya, konsistensi menjadi kunci untuk menjaga kebersihan tetap terpelihara.

Dari sapu yang ia genggam setiap pagi, tersimpan cerita tentang harapan, penerimaan, dan kesempatan kedua hal-hal sederhana yang kini terasa sangat berarti dalam hidupnya.

Budi mengalami gangguan fisik pada kaki yang membuatnya tidak dapat berjalan normal. Namun di dapur MBG, keterbatasan itu bukan penghalang. Ia diterima bukan karena rasa kasihan, melainkan karena kemampuannya dalam bekerja.

TNI Kawal 1.466 Porsi Makan Bergizi di Sekolah Medan

“Awalnya ada lowongan sebagai petugas kebersihan di sini, jadi saya melamar. Alhamdulillah diterima,” ujarnya dengan senyum. Kamis (30/04/2026).

Lingkungan kerja yang inklusif menjadi alasan utama Budi merasa betah. Ia mengaku dihargai dan diperlakukan setara dengan pekerja lainnya.

“Alhamdulillah senang sekali bisa bekerja dan berkumpul dengan teman-teman. Lingkungan di sini menerima kondisi saya,” katanya.

Penghasilan yang ia peroleh dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Sebagian ia tabung, sementara sisanya digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga di rumah.

“Sebagian ditabung, sebagian lagi untuk membantu keluarga,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Binjai Ajak Warga Manfaatkan Layanan UHC

Bagi Budi, keberadaan program MBG bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga membuka peluang hidup yang lebih baik, khususnya bagi penyandang disabilitas dan masyarakat sekitar yang selama ini kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Karena itu, ia berharap program ini dapat terus berlanjut. Banyak harapan yang bergantung padanya, termasuk harapan pribadinya untuk tetap bekerja dan berkembang.

“Mudah-mudahan program ini terus berjalan, supaya saya bisa tetap bekerja dan masyarakat sekitar juga mendapat kesempatan,” harapnya.

Selama bekerja, Budi mengaku tidak menghadapi kendala berarti. Ia menjalani hari-harinya dengan semangat sederhana: bekerja dengan baik dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Di akhir, Budi menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, atas program yang telah membuka jalan baginya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Salurkan 20 Kursi Roda Adaptif Kepada Anak Penyandang Cerebral Palsy

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas adanya dapur MBG ini. Saya bisa bekerja di sini dan masyarakat sekitar juga bisa merasakan manfaatnya,” tutup Budi. (*)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share