Peristiwa Photo Politik Ragam
Home » Banjir Bandang Luluhlantakkan Desa Sukajadi, 99 Persen Rumah Warga Hancur

Banjir Bandang Luluhlantakkan Desa Sukajadi, 99 Persen Rumah Warga Hancur

Loading

BNEWS.ID, Aceh Tamiang – Banjir bandang dahsyat menghancurkan hampir seluruh permukiman warga di Desa Sukajadi, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sedikitnya 99 persen rumah warga dilaporkan rusak parah dan hanyut, memaksa ratusan kepala keluarga hidup di tenda-tenda darurat tanpa kepastian.

Hasil penelusuran Bnews.id di lokasi musibah banjir bandang menunjukkan, sebagian besar warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi bisa ditempati. Selain kehilangan tempat tinggal, akses air bersih nyaris lumpuh, sementara pasokan sembako masih terbatas.

Di tengah kondisi darurat tersebut, DKW Panji Bangsa Sumatera Utara kembali datang ke Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan ringan dan pakaian layak pakai. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang hingga kini masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama air bersih.

Ketua DKW Panji Bangsa Sumatera Utara, Riki Rikardo Nainggolan, menyebut kondisi Desa Sukajadi sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

Kapolres Dan Bupati Langkat Inisiasi Penyelesaian Permasalahan Hukum Melalui Musyawarah dan Mediasi, Anggota Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah yang Ditempuh

“Kami melihat langsung, hampir tidak ada rumah yang tersisa. Sekitar 99 persen habis. Warga sangat ingin kembali ke lingkungannya sendiri, walaupun hanya bisa tinggal di tenda darurat. Kerinduan mereka untuk pulang itu sangat besar,” ujar Rikardo, selasa (16/12/2025).

Menurutnya, banjir bandang kali ini jauh lebih parah dibandingkan banjir yang biasa terjadi setiap tahun.

“Informasi dari warga, biasanya banjir hanya setinggi lutut, tapi kali ini air mencapai 6 sampai 8 meter. Ini di luar perkiraan. Bencana ini benar-benar menghancurkan kehidupan masyarakat di sini,” tegasnya.

Rikardo juga menekankan bahwa saat ini kebutuhan paling mendesak bukan lagi makanan, melainkan air bersih dan tenda darurat agar warga bisa kembali beraktivitas di lingkungan mereka sendiri.

“Bantuan makanan sudah cukup banyak datang. Tapi tanpa air bersih, masyarakat tidak bisa hidup normal,” katanya.

BRI BO Padangsidimpuan Gelar Sosialisasi dan Simulasi Dengan Penanganan Kebakaran

Hal senada disampaikan Ahmadi, warga Desa Sukajadi, yang rumahnya ikut hancur diterjang banjir bandang mereka berharap pemerintah segera hadir dengan solusi nyata, bukan hanya sementara.

“Hampir semua rumah rusak parah, bahkan hanyut. Kami sekarang tinggal di tenda pengungsian dan sangat kesulitan air bersih. Kami berharap pemerintah atau relawan bisa membantu tenda agar kami bisa kembali tinggal di lokasi rumah kami,” ucap Ahmadi kepada Tim Bnews.id di lokasi bencana.

Penelusuran Bnews.id melihat hingga kini, warga Desa Sukajadi masih bertahan di pengungsian dengan keterbatasan fasilitas. Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan untuk penyediaan tenda darurat, distribusi air bersih, serta percepatan pemulihan pascabencana. (Fahmi)

Foto: Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar Berjalan Di Atas Tumpukan Gelondongan Kayu Saat Tinjau Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Kabupaten Aceh Tamiang. Senin (15/12) Kemarin. (Fahmi)

Perkuat Sinergi Keamanan Kelistrikan, PLN UP3 Pematangsiantar Jalin Koordinasi dengan Batalyon B Brimob Sumut

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share