Pendidikan
Home » MBKM Wujudkan Implementasi Mata Kuliah Desain Pengalaman Pengguna pada Konsentrasi Pengembangan Perangkat Lunak Mobile UNPAB

MBKM Wujudkan Implementasi Mata Kuliah Desain Pengalaman Pengguna pada Konsentrasi Pengembangan Perangkat Lunak Mobile UNPAB

Loading

Medan, Juli 2025 — Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Salah satu bentuk nyata pelaksanaan program tersebut terlihat pada implementasi mata kuliah Desain Pengalaman Pengguna oleh mahasiswa Program Studi Sistem Komputer, khususnya dalam konsentrasi Pengembangan Perangkat Lunak Mobile.

Program ini dipimpin oleh pengampu mata kuliah, Dr. Leni Marlina, S.Kom., M.Kom., yang menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek nyata menjadi landasan utama kegiatan ini. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan aplikasi mobile yang berorientasi pada pengalaman pengguna (User Experience/UX).

“Kami menekankan pentingnya desain yang berpusat pada pengguna. Melalui MBKM, mahasiswa belajar memahami kebutuhan pengguna sesungguhnya, menyusun user persona, mendesain antarmuka aplikasi, hingga menguji langsung produk yang mereka buat bersama mitra eksternal,” ujar Dr. Leni Marlina dalam wawancaranya.

Selama satu semester penuh, mahasiswa terlibat dalam proyek pengembangan aplikasi mobile di berbagai sektor, mulai dari aplikasi edukasi, e-commerce lokal, layanan publik digital, hingga sistem pelaporan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan startup lokal, UMKM, dan organisasi sosial, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan dunia industri dan masyarakat.

TNI Kawal 1.466 Porsi Makan Bergizi di Sekolah Medan

Salah satu mahasiswa peserta program mengungkapkan bahwa melalui MBKM ini, dirinya mampu mengembangkan aplikasi edukasi literasi digital yang saat ini sedang diujicobakan di salah satu mitra. “Kami tidak hanya merancang tampilan aplikasi, tetapi juga mengukur sejauh mana aplikasi yang kami buat mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna. Ini pengalaman berharga yang tidak ditemukan di pembelajaran konvensional,” ujarnya.

Proses pembelajaran dimulai dari studi lapangan dan observasi pengguna, dilanjutkan dengan penyusunan user journey map, perancangan wireframe, hingga pembuatan prototipe menggunakan Figma. Setelah itu, mahasiswa melakukan usability testing bersama pengguna target untuk mendapatkan umpan balik yang kemudian menjadi dasar penyempurnaan desain.

Menurut Dr. Leni Marlina, kegiatan ini juga memberi nilai tambah berupa peningkatan kemampuan komunikasi, kolaborasi tim, serta keterampilan problem solving yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. “Mahasiswa kami sekarang tidak hanya bisa membuat aplikasi mobile, tetapi juga memahami bahwa teknologi harus menjawab kebutuhan manusia dengan pendekatan desain yang humanistik,” tambahnya.

Pihak Program Studi Sistem Komputer UNPAB menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dikembangkan dalam skema MBKM lainnya, seperti proyek independen, kegiatan wirausaha digital, serta penelitian terapan berbasis kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi UNPAB dalam mencetak lulusan yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era digital. Dengan adanya implementasi nyata mata kuliah desain pengalaman pengguna dalam MBKM, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis, tetapi juga mindset inovatif dan kepedulian sosial yang tinggi dalam menciptakan solusi berbasis teknologi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share