![]()
BNEWS.ID, Deli Serdang – Aparat TNI dan Polri bergerak cepat membubarkan aksi tawuran antar kelompok remaja yang terjadi di Desa Bangunsari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Sejumlah remaja yang terlibat diamankan dalam razia gabungan dan langsung dibawa ke kantor desa untuk mendapatkan pembinaan.
Razia tersebut digelar menyusul laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan maraknya aksi keributan yang kerap dilakukan para remaja di lingkungan mereka. Respons cepat dari warga dan aparat keamanan berhasil menghentikan aksi tawuran sebelum berkembang menjadi bentrokan yang lebih luas dan memakan korban.
Babinsa Koramil 0201-16/TM, Serda Simon C. Manurung, yang turut memimpin operasi penertiban, menyampaikan bahwa langkah pembinaan dilakukan secara humanis namun tetap tegas. Para remaja yang terjaring razia didata dan orang tua masing-masing turut dipanggil untuk dimintai keterangan serta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Kami mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai mereka terseret dalam aktivitas negatif seperti tawuran, karena dampaknya sangat merugikan, baik secara pribadi, keluarga, maupun lingkungan sekitar,” ujar Serda Simon saat memberikan keterangan di kantor desa, Rabu (25/6/2025) siang.
Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam mencegah kenakalan remaja. Menurutnya, lemahnya pengawasan di rumah menjadi salah satu faktor anak-anak mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan konflik antar kelompok.
Serda Simon juga menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, terutama dalam memberikan perhatian kepada generasi muda yang masih rentan terpengaruh.
“Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga ketertiban di lingkungan. Lingkungan yang aman dan kondusif harus kita ciptakan bersama demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Koramil 0201-16/TM menyatakan akan terus mengintensifkan patroli dan pendekatan persuasif kepada masyarakat guna mencegah potensi konflik sosial serta kenakalan remaja di wilayah binaan mereka. Terlebih, saat ini memasuki masa libur sekolah, di mana aktivitas remaja di luar rumah cenderung meningkat.
“Razia seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin, khususnya selama libur sekolah, untuk menekan angka kenakalan remaja,” tutupnya. (F08)
Share this content:






Comment