![]()
Medan, [29 Januari 2025] – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) skema Asistensi Mengajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Panca Budi (UNPAB) di SMK Tritech Informatika Medan membuahkan hasil nyata. Selain menjalankan tugas utama dalam asistensi mengajar, mahasiswa juga berinovasi memanajemen data absensi kehadiran guru dan pegawai untuk meningkatkan kinerja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program MBKM yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya di dunia nyata. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini berasal dari berbagai program studi di UNPAB, khususnya program studi Sistem Komputer Fakultas Sains dan Teknologi.
Sistem absensi yang dikembangkan memungkinkan pencatatan kehadiran guru dan pegawai secara digital, mengurangi penggunaan kertas, serta memberikan laporan real-time kepada pihak manajemen sekolah. Sistem ini juga memiliki fitur notifikasi dan rekapitulasi otomatis untuk mempermudah pemantauan kehadiran.

Kepala SMK Tritech Informatika Medan, Bapak Muhammad Herizal Sinambela, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya terhadap keaktifan mahasiswa UNPAB dalam membantu pelaksanaan pendisiplinan siswa, mengajar dan inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa UNPAB. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi para mahasiswa. Sistem absensi ini sangat membantu dalam pengelolaan administrasi sekolah kami yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Dengan adanya sistem ini, kami berharap efisiensi dan transparansi dalam manajemen sekolah semakin meningkat.”
Rektor Universitas Panca Budi, Bapak Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M, juga mengapresiasi pencapaian para mahasiswa dalam program MBKM ini. “Kami bangga dengan mahasiswa UNPAB yang telah menerapkan ilmu mereka dalam dunia pendidikan secara langsung. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah mitra, tetapi juga meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam dunia kerja.”

Dosen pembimbing program MBKM, Bapak Irwan, S.T., M.Kom, menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proyek ini adalah bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) sangat efektif dalam mengasah keterampilan mahasiswa. “Dengan terlibat dalam pengembangan aplikasi nyata seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang sangat berharga.”

Dengan keberhasilan program ini, diharapkan ke depannya lebih banyak sekolah yang dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam implementasi teknologi pendidikan. Program MBKM Asistensi Mengajar di SMK Tritech Informatika Medan ini menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan dunia pendidikan menengah dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Diakhir pelaksanaan MBKM Asistensi Mengajar, mahasiswa Prodi Siskom (Tasya Margaret Sipayung dan Nia Daniati Simanullang) mengungkapkan rasa bahagianya bisa jadi bagian dari program ini. “Kami sangat bahagia dan bangga, karena menjadi bagian kecil dari program ini. Banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang kami dapatkan pada saat mengajar dikelas. Semoga bisa menjadi ajang untuk belajar dan mengajar, sehingga memberikan bekal yang cukup untuk
Share this content:






Comment