![]()
Medan, Bnews.id – Kisah keberanian dan ketahanan lima nelayan dari Desa Klantan, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, mencuat ketika mereka berhasil diselamatkan setelah mengalami musibah di laut. Kapal mereka, dengan nahkoda Isa Ansari (37 tahun) dan empat anak buah kapal lainnya, tenggelam dalam ombak tinggi di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia pada Minggu lalu.
Isa Ansari menceritakan momen dramatis ketika kapal mereka berlayar menuju rumpon pada subuh hari dan dihadang ombak ganas pada pukul 19.00 WIB. “Kami bertahan hidup dengan berpegangan pada fiber box ikan agar tidak tenggelam,” katanya. Selasa (09/07/2024).
Setelah mengapung selama 24 jam, nasib baik akhirnya menyertai mereka ketika diselamatkan oleh MV Maersk Qinzhou, sebuah kapal kargo Singapura yang sedang berlabuh di koordinat 05° 14.5′ N/099° 23.5′ E.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyelamatkan kami dan memberikan perlindungan selama kami berada di kapal cargo tersebut,” tambah Ansari dengan rasa syukur.
Azlinda Hutagalung, Ketua DPD HNSI Sumatera Utara, segera mengkoordinasikan bantuan dengan instansi terkait untuk memastikan evakuasi berjalan lancar. Sementara itu, Rahman Gafiqi, Ketua DPC HNSI Kota Medan, tak lupa memberikan apresiasi kepada Basarnas Kota Medan, DITPOLAIRUD Polda Sumut, dan semua pihak yang turut membantu dalam pemulangan mereka.
“Terima kasih kepada Basarnas Kota Medan dan kru MV Maersk Qinzhou yang telah dengan sigap menyelamatkan nelayan kami dan memberikan pelayanan yang luar biasa,” ungkap Rahman Gafiqi, S.H.
Setelah proses administrasi selesai, kelima nelayan itu dipulangkan ke kampung halaman mereka dengan menggunakan mobil yang disediakan oleh DITPOLAIRUD Polda Sumut dan Basarnas Kota Medan.
Keberhasilan penyelamatan lima nelayan ini tidak hanya menunjukkan kekuatan solidaritas di laut, tetapi juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di perairan yang bisa sangat tidak terduga.
“Pentingnya kerjasama lintas negara dalam situasi kritis di laut. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk terus meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan di laut, tutup Rahman. (FF)
Share this content:






Comment