Ragam
Home » PEMAPARAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF

PEMAPARAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Loading

ABSTRAK
Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka dan program statistic. Untuk dapat menjabarkan dengan baik tentang pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, instrument penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data suatu provosal dan atau laporan penelitian diperlukan pemahaman yang baik tentang masing-masing konsep tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa jenis penelitian sampai dengan analisis data yang dituangkan dalam profosal dan laporan penelitian telah sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah yang dipersyaratkan. Pada artikel ini disajikan contoh-contoh riil pemaparan pendekatan dan jenis penelitian sampai dengan analisis data penelitian kuantitatif.
A. Pendahuluan
Dalam KBBI metode diartikan sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan”. Defenisi ini menunjukkan bahwa metode itu suatu aktifitas yang sudah operasional, artinya metode sudah dapat dijadikan pedoman untuk melakukan kegiatan tertentu.
Dalam menyusun metode penelitian berarti bahwa pada bagian ini sudah harus menggambarkan tentang cara-cara yang ditempuh dan diginukan oleh peneliti untuk melaksanakan suatu kegiatan penelitian dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan dalam rumusan masalah atau focus penelitian. Artinya dengan membaca profosal penelitian, pembaca mengetahui cara-cara terperinci akan dilakukan oleh peneliti untuk menjawab rumusan penelitian. Sebab, prfosal penelitian ini tentunya akan dibaca oleh pembimbing , calon subjek penelitian, atau orang lain yang berkepentingan dengan profosal penelitian. Untuk itu mereka perlu mendapatkan gambaran yang jelas dan rinci tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh calon peneliti.
Berikut beberapa contoh dalam memaparkan bagian metode penelitian. Sebelumnya perlu diketahui bahwa subbab-subbab yang ada pada bagian metode penelitian, memiliki urutan yang mungkin berbeda anrata perguruan tinggi atau lembaga yang satu dengan perguruan tinggi yang lain. Demikian juga subbab yang harus dikemukakan dalam kerangka penelitian kuantitatif juga berbeda dengan kerangka penelitian kuantitatif. Untuk itu, calon penelitian hendaknyta mampu untuk memilah dan memilihnya sendiri. Sebelum menulis bagian ini hal yang penting harus diketahui adalah bagaimana bentik pertanyaan yang dirumuskan dalam bagian rumusan masalah penelitian atau fikus penelitian yang dirumuskan dalam bagian rumusan masalah. Dari pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui apakah pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif atau pendekatan penelitian kuantitatif. Kita dapat memutuskannya setelah mengetahui ciri-ciri dari masing-masing pendekatan penelitian yang dipelajari dalam matakuliah metodelogi penelitian.
B. Subbab dalam metode penelitian kuantitatif
Subbab-subbab yang dideskrifsikan dalam penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif setidaknya mencakup:
1. Pendekatan dan jenis penelitian
Pada bagian ini ada hal yang harus diuraikan yakni pendekatan penelitian dan jenis penelitian. Untuk itu calon peneliti dimintak untuk memaparkan alasan mengapa pendekatan kuantitatif digunakan dan mengapa pula jenis penelitian tertentu itu dipilih, sebab dalam penelitian kuantitatif terdapat beberapa macam jenis penelitian, yakni eksperimen dan non eksperimen. Masing-masing ini bentuknya beragam.
Untuk itu langkah awal yang harus dilakukan oleh peneliti adalah memehami makna masing-masing arti pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang tepat untuk digunakan menjawab rumusan masalah penelitian. Misalnya peneliti mencari defenisi pendekatan kuantitatif dan ciri-ciri yang ada pada pendekatan itu menurut pakar. Selanjutnya pemaham atas pengetahuan itu diterjemahkan dalam kegiatan operasional penelitian.
Contoh rumusan masalah adalah;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antara motivasi dengan hasil belajar siswa di madrasah ibtidakiyah yang ada dikota malang. Dalam penelitian ini, terdapat dua variable penelitian yang memotivasi belajar sebagai variable bebas dan hasil belajar sebagai variable terikat. Indikatir-indikatir variable tersebut akan dikembangkan menjadi butir-butir pernyataan yang dituangkan dalam konsionaer dengan menggunakan skala likers untuk variable motivasi belajar, dan skor ujian tengah semester sebagai hasil belajar, selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan program statistic. Untuk itu penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif, hal ini sesuai dengan pendapat creswell (2014) yang menyatakan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan untuk menguji teori objektif dengan menguji hubungan antar variable. Variable ini, pada gilirannya, dapat diukur dengan menggunakan instrument, sehingga data jumlah dapat dialaissi dengan menggunakan prosedur statistic.
2. Pupulasi dan sampel
Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), Kamus persi online atau darringmendefenisikan populasi dan sampel sebagai berikut, populasi/po-pu-la-si/n’’1 seluruh jumlah orang atau penduduk disuatu daerah,2. Jumlah orang atau pribadi yang mempunyai ciri-ciri yang sama,3. Jumlah penghuni baik manusia atau pun makluk hidup lainya pada suatu satuan ruang tertentu,4 sekelompok orang, yang menjadi sumber pengambilan sampel.
3. Insrtumen penelitian
Insrtumen penelitian merupakan alat yang digunakandalam mengumpulkan data penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, umumnya alat pengumpul data peneliti yang digunakan oleh peneliti dikembangkan dari jabatan variable penelitian yang dikembangkan dari teori –teori yang akan diuji melalui kegiatan penelitian yang dikerjakan. Untuk itu sebelum insrtumen penelitian yang dikembangkan digunakan untuk mengumpulkan data pada objek atau serponden yang sesungguhnya, hendaknyta instrument tersebut diuji validitas dan reabilitasnya. Pemahaman penelitian atas validitas dan reliabilitas instrument merupakan persyaratan mutlak bagi peneliti kuantitatif.
Bekaitan dengan insrtumen penelitian kuantitatif terdapat tiga kemungkinan insrtumen penelitian yang dapat digunakan oleh peneliti, yakni(1) peneliti menggunakan instrument penelitian yang sudah baku, yakni instrument yang telah dikembangkan dan digunakan oleh lembaga atau peneliti sebelumnya, dimana insrtumen tersebut telah diuji, 2) peneliti memodifikasi instrument penelitian yang sudah ada sebelumnya,3) peneliti mengembangkan sendiri instrument yang akan digunakn untuk mengumpulkan data penelitian. Untuk itu , pada subbab instrument penelitian ini hal yang harus dikemukakan adalah alasan penilaian instrument yang digunakan . bagaimana proses pengembangan butir-butir pernyataan atau pertanyaan, dan bagaimana teknik penskorannya). Proses yang dituangkan dalam bagian ini seperti ketiga pendidik mengembangkan insrtumen penilaian hasil belajar siswa.
4. Pengumpulan data
Pengumpulan data merupakan tahapan penelitian dimana penelitian melakukan kegiatan untuk memenui responden penelitian dan memintak mereka untuk mengisi angket penelitian, mengamati kegiatan, mencatat angka-angka atau kata-kata yang berkaitan dengan topik penelitian atau aktifitas lainnya yang relevan. Untuk itu peda subbab ini yang perlu dikemukakan adalah bagaimana cara yang akan dilakukan peneliti untuk mendapatkan data penelitian dan kapan kegiatan pengumpulan data dilakukan.
Oleh karena pada pengumpulan data penelitian dalam pendekatan kuantitatif berbeda dengan dalam pendekatan kuantitatif, dimana dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif peneliti sebagai instrument kunci, penelitan artinya peneliti wajib hadir dikancah penelitian bertemu lansung dengan para informan penelitian, sedangkan dalam penelitian kuantitatif pneliti tidak wajib hadir dan bertemu lansung dengan para informan penelitian. Untuk itu pada bagian ini juga perlu dikemukakan pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan pengumpulan data penelitian , jika dilakukan.
5. Analisis data
Dalam penelitian kuantitatif, penggunaan program statistic merupakan suatu yang mutlak diperlukan. Untuk itu pemahaman tentang persyaratan penggunaan pemula atau rumus-rumus statistic itu harus diperhatikan. Hal ini penting, sebab setiap formula dalam statistic ini memerlukan persyaratan-perdyaratan tertentu, misalnya persyaratan tentang sakal data. Sebagai contoh, peneliti memiliki data penelitian yang kesemuanya datanya berskala interval dan rasio, maka peneliti dapat menggunakan formula atau rumus poduck moment dan regresi untuk menguji keterkaitan variable satu dengan variable lainnya, sebab kedua rumus ini dapat digunakan jika data penelitian minimal berskala interval. Persyaratan lain misalnya tentang perlunya lolos dalam uji asumsi klasik, jika peneliti hendak menggunakan statistic parametric, jika tidak lolos dalam uji asumsi klasik maka peneliti harus menggunakan formula yang termasuk dalam statistic non parametric.
Secara umum pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistic yang digunakan, yakni apakah menggunakan metode statistic deskriftif aatau kah statistic inferensial. Jika menggunkan statistic inferensial, sebutkan statistic parametric atau statistic nonparametric uyang digunakan serta kemukakan alasan penggunaan metode statistic tersebut.
Beberapa teknik analisis statistic parametric memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan nalisis sejenis dalam statistic parametric. Penerapan astatistik secaraca tepat harus memenuhi beberapa persyaratan, sedangkan penerapan statistik statistic nonparametric tidak menuntut persyaratan tertentu.
Catatan apabila teknik analisis data yang digunakan sudah dikenal luas oleh kalangan pembaca, maka pembahasannya tidak perlu panjang lebar. Demikan sebaliknyta jika teknik analisis data yang digunakan kurang popular , maka uraiaan tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci . apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan nama programnya, misalnya SPSS, For windows.

C. PENUTUP
1. Harus dibedakan antara istilah metodelogi penelitian dan metode penelitian. Istilah metodelogi penelitian ilmu yang mempelajari cara-cara yang dapat dijadikan sebagai cara menjawab masalah penelitian artinya pembicara dalam metodelogi penelitian sudah mengacu pada aktifitas yang sudah operasional, yakni suatu cara-cara atau langkah-langkah yang akan dilakukan oleh calon peneliti untuk menjawab masalah peneliti yang diajukan. Jadi dalam bagian metode penelitian harus dipaparkan aktifitas –aktifitas yang akan dilakukan calon peneliti untuk menjawab masalah penelitian. Untuk memastikan bahwa calon peneliti untuk menjawab adalah benar, maka perlu dikuatkan dengan dukungan secara teoritis sebagaimana yang telah dikaji dalam metodelogi penelitian.
2. Secara umum bagian metode penelitian kuantitatif berisi subbab(1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) populasi dan sampel,(3) instrument penelitian,(4) teknik pengumpulan data dan(5) analisis data. Namun demikian, boleh jadi pada pedoman penulisan karya ilmia yang digunakan oleh masing-masing instansi berbeda, untyuk calon peneliti harus berpedoman pada pedoman penulisan dimana mereka bermaung. Namun demikian, secara umum isi yang harus dijabarkan adalah sama, intinya adalah calon peneliti sudah benar-benar telah diuraikan secara operasional atau terinci dan telah mendapat dukungan dari teori.

DAFTAR RUJUKAN
Creswell,J.W.2014. Research Desiger Qualitatife, Quantitatife and Mised Methods Approaches,4 Editior. London: sage
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kamus versi online/daring.
Wahidmurni. 2003. Hubungan kausal antara faktor manejerial, perencanaan dan ketidakpastian lingkungan dengan kinerja UKM pada sector manusaktur di jawa timur. Disentasi, tidak diterbitkan. Malang program pancasarjana Universitas Negeri Malang.

Oleh: Dr. Hj. Demina, M.Pd
Firman, M.Pd.
Venti kurnia (1930103100)
Yuhanis (1930103105)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share