![]()
BNEWS.ID, Aceh Tamiang – Pascabanjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah masih padam hingga Kamis (18/12/2025) malam. Pemadaman terjadi di permukiman warga, kawasan pertokoan, hingga kantor pemerintahan di Kota Aceh Tamiang.
Berdasarkan pantauan Bnews.id, padamnya jaringan listrik membuat banyak warga dan pengungsi terpaksa membakar kayu atau sampah di depan rumah dan pertokoan sebagai sumber penerangan. Sejumlah pengungsi terlihat tinggal di tenda-tenda darurat di pinggir jalan kota karena belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Hingga malam tadi sekitar pukul 20:00 WIB, sebagian besar rumah warga dan warung tampak gelap. Hanya beberapa rumah dan tempat usaha hanya menggunakan lampu darurat atau genset untuk penerangan hidup pada malam hari.
Dari pantauan di lapangan, Kota Aceh Tamiang masih gelap gulita. Warga terlihat beraktivitas di luar tenda dalam kondisi tubuh berlumpur dan tanpa alas kaki. Sejumlah anak-anak dan orang tua juga terlihat banyak meminta bantuan kepada pengendara yang melintas di jalan utama kota.
Salah seorang warga, Darul, mengatakan jaringan listrik di Aceh Tamiang kerap padam sejak banjir besar pada 25 November 2025 kemarin. Kondisi tersebut menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sehingga banyak warga meminta bantuan kepada pengendara.
“Listrik di Aceh Tamiang sering padam, hidup sebentar lalu mati lagi. Di pusat pertokoan kota saja listrik padam. Warga jelas kesulitan untuk mengisi ponsel dan selama banjir ini warga banyak meminta minta bantuan dijalanan kota ini,” kata Darul.
Ia menilai dampak banjir bandang tahun 2025 ini sangat parah karena membawa lumpur dan kayu yang menghancurkan permukiman warga, dibandingkan bencana Tsunami 2004,”
“Banjir bandang tahun 2025 saya rasa lebih parah dari Tsunami 2004 lalu. Banjir tahun ini Air bercampur lumpur dan kayu menghancurkan rumah kami. Kondisinya lebih parah dari yang pernah kami rasakan sebelumnya,” ujarnya saat ditemui di sebuah warung kopi di pinggir jalan Kota Aceh Tamiang.
Selain krisis listrik, warga juga mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) karena banyak SPBU belum beroperasi pascabanjir.
“Tidak ada listrik dan warga juga kesulitan mencari BBM karena banyak SPBU tidak beroperasi. Terpaksa beli minyak eceran dengan harga tinggi,” tambah Darul.
Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Aceh Tamiang, Zuwan Fakhri, mengakui kondisi listrik masih padam di sejumlah wilayah. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik.
“Pemkab telah meminta pihak PLN agar segera mempercepat pemulihan jaringan listrik, sehingga seluruh wilayah Aceh Tamiang bisa kembali beraktivitas, baik siang maupun malam hari,” ujar Zuwan Fakhri. (Fahmi)
Share this content:






Comment