![]()
BNEWS.ID, Aceh – Di balik perbukitan yang mengelilingi Desa Buket Meutuah dan Matang Ceungai, Kecamatan Langsa Timur, masyarakat telah lama hidup dalam keterbatasan. Infrastruktur yang minim, akses jalan yang sulit, serta ketersediaan air bersih yang masih mengandalkan tadah hujan menjadi tantangan sehari-hari. Namun, harapan baru kini hadir melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 yang digelar oleh Kodim 0104/Aceh Timur.
TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menanamkan kembali nilai gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Program ini menjadi jawaban atas impian warga yang telah lama menantikan perubahan.
Kota Langsa, yang berada di wilayah timur Aceh dan berbatasan langsung dengan Sumatera, memiliki potensi alam yang luar biasa. Namun, di beberapa wilayah seperti Kecamatan Langsa Timur, kehidupan masyarakat masih jauh dari kata sejahtera.
Desa Buket Meutuah dihuni oleh 1.199 jiwa dengan 353 kepala keluarga, sementara Desa Matang Ceungai memiliki 762 jiwa dari 212 kepala keluarga. Mayoritas penduduk menggantungkan hidup sebagai petani kebun, dengan hasil pertanian sebagai sumber utama penghidupan. Sayangnya, perubahan lingkungan akibat ekspansi perkebunan sawit membawa dampak yang tidak terduga—kekeringan semakin sering terjadi, dan sumber air semakin sulit diperoleh.
Tak hanya itu, kondisi jalan yang belum memadai menyulitkan mobilitas warga. Anak-anak harus menempuh perjalanan yang tidak mudah untuk bisa bersekolah, sementara hasil panen sulit didistribusikan ke pasar. Keadaan ini membuat perekonomian desa berjalan lambat, seolah-olah tertinggal jauh dari daerah lain yang sudah lebih berkembang.
Melihat kondisi tersebut, TMMD ke-123 hadir sebagai solusi nyata. Program ini dirancang untuk tidak hanya membangun desa secara fisik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menegaskan bahwa TMMD adalah bentuk kepedulian TNI terhadap rakyat. Meskipun dengan anggaran terbatas, program ini tetap diupayakan agar memberikan manfaat optimal bagi warga.
“TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi juga simbol kedekatan TNI dengan masyarakat. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup warga, baik secara ekonomi maupun sosial,” ucap Kolonel Inf Ali Imran, jumat (14/03/2025) di ruang kerjanya.
Dikatakannya, sejumlah proyek infrastruktur pun digarap dalam program ini. Pembangunan jalan sepanjang 2,8 kilometer menjadi prioritas utama, membuka akses yang lebih layak bagi warga. Selain itu, program unggulan TNI AD, yakni “Manunggal Air Bersih,” juga diwujudkan dengan pembangunan sumur bor untuk memastikan pasokan air yang lebih stabil bagi masyarakat.
“Rumah layak huni bagi warga kurang mampu pun turut kita dibangun demi menjawab kebutuhan dasar akan tempat tinggal yang lebih baik demi rakyat di Pelosok Kota Langsa,” sebut Danrem 011/Lilawangsa.
Kehadiran TMMD disambut dengan penuh antusias oleh warga Desa Buket Meutuah dan Matang Ceungai. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan, bergotong royong bersama prajurit TNI.
“Selama ini kami hanya bisa berharap, tetapi sekarang kami melihat sendiri perubahan yang nyata. Jalan desa akan lebih baik, dan kami tidak perlu lagi mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap seorang warga dengan penuh haru.
Semangat gotong royong yang dibangun melalui TMMD memberikan dampak lebih dari sekadar infrastruktur. Program ini menanamkan kembali nilai kebersamaan dan kerja sama dalam membangun desa, sebuah fondasi penting bagi perkembangan wilayah di masa mendatang.
Dengan berbagai pembangunan yang telah dilakukan, TMMD ke-123 bukan hanya sekadar proyek jangka pendek, tetapi juga investasi bagi masa depan masyarakat. Langkah kecil ini diharapkan mampu membawa perubahan besar, menjadikan Desa Buket Meutuah dan Matang Ceungai lebih maju dan sejahtera, sejajar dengan daerah lain yang telah berkembang.
Di tengah hamparan perbukitan Langsa Timur, kini harapan mulai tumbuh. Dengan adanya TMMD, masyarakat tidak lagi sekadar menunggu perubahan, TNI dan Rakyat telah bergerak bersama untuk untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. (F08)
Share this content:






Comment