GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Polres Binjai Kumpulkan Sejumlah Pihak Terkait Pembuktian Dugaan Beras Berbahan Plastik

Polres Binjai Kumpulkan Sejumlah Pihak Terkait Pembuktian Dugaan Beras Berbahan Plastik

Loading

Binjai –

Menyikapi viralnya dugaan beras berbahan plastik yang beredar saat Gerakan Pangan Murah Pemko Binjai, Satuan reskrim Polres Binjai langsung bergerak cepat dan mengumpulkan sejumlah pihak, diantaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumatera Utara, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai dan Bulog Kota Medan di kantor Wali Kota Binjai, Selasa (10/10/2023).

Dalam pertemuan tersebut Satreskrim Polres Binjai meminta semua pihak untuk mendukung proses pembuktian terkait dugaan beras berbahan plastik yang sudah viral di media sosial. 

INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi dalam Setengah Abad Perjalanan Perusahaan

Polres Binjai juga sudah mengambil sampel beras dan memeriksa sejumlah saksi terkait keberadaan beras tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Zuhatta Mahadi mengatakan sampel beras saat ini sudah diambil dan dikirimkan ke laboratorium di Bogor. 

“Sampel beras sudah diambil dan dikirimkan untuk dilakukan uji laboratorium di Bogor,” ucap Kasat Reskres Binjai. 

Lebih lanjut, Kasat Reskrim juga menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk dari pihak dinas terkait. 

“Saksi – saksi sudah kita periksa, termasuk warga dan dinas terkait serta bulog yang menyalurkan beras tersebut ke sejumlah Kabupaten Kota di Sumatera Utara,” jelas Kasat Reskrim Polres Binjai. 

RS Adam Malik Raih Sertifikasi Internasional Advanced Stroke Centre dari WSO

Sementara itu, Wakil Ketua Cabang Bulog Medan, Matius Prananta Sitepu mengatakan pihaknya mendukung upaya Pemko Binjai dan Polres Binjai untuk melakukan uji laboratorium terhadap beras yang disalurkan ke warga. 

“Kami sangat mendukung upaya Pemko dan Polres Binjai untuk melakukan uji laboratorium terkait beras tersebut, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Binjai,” ucap Wakil Ketua Cabang Bulog Medan, Matius Prananta Sitepu. 

Matius Prananta Sitepu juga menjelaskan bahwa beras merek SPHP ini merupakan beras import dari negara Vietnam, Thailand, India, Pakistan dan Myanmard yang telah melewati banyak proses uji, diantaranya proses pemeriksaan kualitas yang sudah cukup ketat dan berlapis – lapis. 

“Proses pemeriksaan beras Import ini sudah berulangkali dilakukan mulai dari negara pengeksport yang sudah dilakukan pemeriksaan kualitas oleh otoritas makanan negara pengeskport dan saat tiba di Indonesia juga sudah diperiksa oleh dua lembaga yaitu Sucofindo dan balai karantina dari Kementrian Pertanian RI, sehingga jika beras tersebut tidak layak dikonsumsi maka tidak akan bisa masuk ke Indonesia,” jelas Matius. 

Matius Prananta Sitepu juga menyampaikan bahwa saat ini stok beras dengan merek SPHP didalam gudang bulog Medan berkisar 50.000 ton. 

Medan Vegan Event Hadirkan Konsultan Laktasi, dr. Willey Eliot: Terapkan Vegan Sejak Dini

“Saat ini stok beras di gudang bulog Medan berkisar 50.000 ton,” tegas Matius Prananta Sitepu. 

Ditempat yang sama, Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Sumut, Marino mengatakan bahwa sampel yang akan dibawa ke laboratorium di Bogor ini akan memakan waktu 7 hingga 10 hati kedepan, namun diharapkan uji laboratorium ini akan memakan waktu lebih singkat. 

“Biasanya ujia laboratorium ini akan memamkan waktu 7 sampai 10 hari, namun ini kita akan coba mendesak pihak laboratorium untuk mempercepat prosesnya,” ucap Marino. (TP)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share