![]()
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah membawa angin segar dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia, tak terkecuali di bidang arsitektur. Bagi mahasiswa arsitektur, integrasi MBKM, khususnya pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 2 yang merupakan jantung kurikulum pendidikan arsitektur, dimana mahasiswa mengasah kemampuan holistik, mulai dari analisis tapak, konsep desain, pengembangan bentuk, hingga presentasi gagasan. Studio adalah wadah untuk berpikir kritis, bereksperimen, dan memecahkan masalah arsitektural secara komprehensif. Namun, seringkali lingkup studi di dalam studio terbatas pada proyek-proyek hipotetis atau akademis. Di sinilah program MBKM berperan besar.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah inisiatif dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI yang menawarkan sistem penggantian mata kuliah setara dengan 20 SKS. Program ini difokuskan untuk memberikan mahasiswa pengalaman baru di dunia kerja, dengan harapan mereka dapat segera memasuki dunia kerja setelah lulus. MBKM bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja dan menghasilkan lulusan yang lebih relevan. Jenis latihan praktis ini memberikan keuntungan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh dalam perkuliahan. Kelompok MBKM ini juga bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tumbuh secara pribadi sesuai dengan kemampuan mereka. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman bekerja di industri dan bidang profesional secara langsung, yang akan memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan hardskill dan softskill yang akan membuat mereka lebih stabil dalam kehidupan profesional dan pribadi mereka. Semua kualitas tersebut harus dikembangkan agar dapat meningkatkan diri dan menjalankan pekerjaan secara efektif. Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran di luar perguruan tinggi yang sangat relevan dengan disiplin arsitektur adalah magang di industri, lembaga, dan kementerian yang dilaksanakan selama satu semester. Integrasi MBKM dalam Studio Perancangan Arsitektur memungkinkan mahasiswa untuk melampaui batas-batas kampus dan terlibat langsung dalam dunia praktik.
Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), khususnya bagi mahasiswa semester lima dan enam, memberikan kesempatan untuk ikut serta dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu program MBKM yang sangat dinantikan mahasiswa adalah program magang ini, yang membuka peluang untuk mendapatkan pengalaman baru di dunia kerja.
DPN INKINDO dan CV. ARAS VOID berpartisipasi menjadi mitra UNPAB, menyediakan ruang bagi 2 (dua) mahasiswa program studi Arsitektur untuk terlibat langsung di dunia kerja. Para mahasiswa magang akan terlibat langsung dalam kegiatan Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang sesungguhnya di lapangan. Mereka tidak hanya belajar menggambar rancangan bangunan berupa as-built drawing tetapi juga melakukan survei lapangan di beberapa lokasi, salah satunya berada di Medan Tuntungan.
Dalam perancangan ini, Dosen Pembimbing MBKM Melly Andriana, ST., MT, menekankan urgensi menciptakan hunian nyaman bagi anak-anak autis, memandangnya sebagai lingkungan terapeutik yang mendukung kebutuhan sensorik dan perilaku unik mereka. Prioritas utamanya adalah membangun ruang yang aman, tenang, dan dapat diprediksi, dilengkapi pencahayaan lembut, insulasi suara, serta tekstur yang nyaman guna mengelola sensitivitas sensorik. Keamanan fisik dan zona aktivitas yang jelas esensial untuk prediktabilitas, sementara ruang aman (sensory retreat) dan desain fleksibel mendukung adaptasi. Selain itu, akses ke alam dianggap penting untuk menenangkan. Dengan mengintegrasikan aspek-aspek ini, bangunan dapat bertransformasi menjadi lingkungan yang memberdayakan, mendorong perkembangan, dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup anak autis.
Mahasiswa juga diberikan ruang untuk mengaplikasikan keilmuan yang mereka dapatkan di dalam kampus untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh pegawai yaitu merancang ruang yang ramah autisme: Autism Centre. Tugas-tugas yang dilakukan mahasiswa selama magang, melibatkan mereka secara aktif dalam proses lapangan, sangat memperluas wawasan serta pemahaman dalam survey tapak untuk mendapatkan data-data proyek yang nantinya akan di analisis dan dibuat konsep perancangan. Adapun hal tersebut merupakan implementasi langsung dari berbagai mata kuliah di Prodi Arsitektur, tidak hanya terbatas pada Studio Perancangan Arsitektur 2, tetapi juga Utilitas Bangunan, Struktur Bangunan, Metode Perancangan, dan Survey.
Dengan adanya program MBKM ini, para peserta memiliki kesempatan untuk menggali potensi sehingga siap terjun menghadapi dunia kerja nantinya saat telah lulus dari jenjang pendidikan. Setiap kegiatan magang ini memberikan pencerahan baru dalam dunia arsitektur, memberikan manfaat yang tak ternilai bagi perkembangan profesional. Keterlibatan mahasiswa dalam program ini tidak hanya akan memperluas jaringan profesional mereka, tetapi juga mendukung peningkatan reputasi Universitas Pembangunan Panca Budi di dunia industri dan menciptakan mahasiswa yang berkarakter, cerdas, dan unggul.
Share this content:






Comment